Articles

Jawaban Doa Lahir dari Hubungan, Bukan Kepanikan.

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Jawaban Doa Lahir dari Hubungan, Bukan Kepanikan.

“Ada jalan yang tidak diketahui oleh burung buas, dan tidak dilihat oleh mata burung nasar.” – Ayub 28:7

Ayat ini menyimpan rahasia besar: ada jalan keluar, ada solusi, ada terobosan, tapi itu bukan jalan biasa—tidak terlihat oleh mata jasmani, bahkan mata rohani yang tidak terhubung langsung dengan Tuhan. Jalan itu hanya bisa diakses oleh mereka yang berjalan akrab dengan Tuhan, lewat doa yang lahir dari keintiman, bukan sekadar rutinitas rohani.

Inilah yang dialami Musa. Di tengah kepanikan bangsa Israel yang terjepit antara laut dan tentara Mesir, Musa tidak asal teriak. Dia bertanya kepada Tuhan, dan jawaban Tuhan sangat menarik:
“Mengapa engkau berdoa kepada-Ku, Musa? Rentangkan tongkatmu.”
Artinya? Bagi Tuhan, jalan keluarnya sudah ada. Laut sudah ada jalan kering di dalamnya. Tapi hanya iman dan hikmat dari Tuhan yang bisa membukanya.

Terkadang kita panik, lalu berdoa seperti orang kebakaran jenggot:
Tuhan, berkati saya! Tolong saya! Buka jalan! Buat mujizat!
Tapi tahukah kamu? Tuhan tidak tergerak oleh jeritan panik. Tuhan merespon iman, bukan panik. Tuhan bertindak saat kita tahu siapa Dia, mengerti prinsip-prinsip-Nya, dan percaya walau belum lihat hasilnya.

Doa itu bukan alat sulap.
Tuhan bukan pesuruh kita.
Doa bukan tempat merengek, tapi tempat menyelaraskan hati kita dengan kehendak Tuhan.

Itulah kenapa banyak doa tidak dijawab. Bukan karena Tuhan tidak peduli. Tapi karena kita belum belajar prinsip-prinsip-Nya. Banyak orang kirim pesan minta didoakan mujizat keuangan. Tapi ketika ditanya apakah mereka tahu prinsip memberi, mengelola keuangan dengan takut akan Tuhan, hidup dalam integritas—mereka bingung.
Kita mau mujizat, tapi tanpa memahami cara kerja Tuhan.

Ulangan 33:25b berkata: “Dan hendaklah kekuatanmu seperti hari-harimu.”

Tuhan menyediakan kekuatan yang cukup untuk setiap hari, tapi kita harus berjalan bersama-Nya hari demi hari. Hikmat yang kita butuhkan tidak turun dari langit begitu saja, tapi diberikan kepada mereka yang setia berjalan dalam Firman dan berserah pada Roh Kudus. Berdoa berbahasa lidah sehingga peka akan hal-hal rohani.

Mazmur 46:1-2 berkata:
“Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Sebab itu kita tidak akan takut…”

Mengapa kita tidak takut? Karena Tuhan adalah kekuatan kita—bukan gaji, bukan koneksi, bukan keadaan. Tapi Tuhan.

Jawaban doa bukan hasil dari “berdoa lebih keras,” tapi dari hidup lebih dalam bersama Tuhan.
Semakin kita kenal Tuhan, semakin kita bisa mengenali suara-Nya, dan tahu apa yang harus kita lakukan. Sama seperti Musa: Tuhan tidak menyuruhnya menangis, tapi bertindak berdasarkan hikmat ilahi.

Ayub 28:10-11 menulis:
“Dia menggali saluran air di antara batu-batu karang… dan yang tersembunyi dibawa-Nya ke terang.”

Inilah yang dilakukan Tuhan—membawa jalan keluar yang tersembunyi, ke permukaan. Tapi akses ke sana hanya diberikan kepada mereka yang mengenal suara-Nya.

Jadi, kalau doa kita belum dijawab, jangan langsung merasa Tuhan diam.
Tanya dulu:

Apakah saya berdoa seperti anak yang mengenal Bapa-Nya, atau seperti pengemis yang hanya ingin hasil tanpa hubungan?

Tuhan menjawab doa. Tapi Dia ingin hubungan, bukan hanya permintaan.
Dia bukan ATM. Dia Bapa.

Dan ketika kita hidup dalam prinsip-Nya, percaya Firman-Nya, dan melangkah dalam hikmat-Nya—doa kita bukan cuma dijawab, tapi hidup kita berubah.
Doa bukan hanya untuk mengubah keadaan, tapi untuk mengubah kita dulu.
Dan setelah kita berubah, Tuhan akan buka jalan yang tidak bisa dilihat siapa pun.

Itulah kekuatan doa yang sejati!

The purpose of prayer is not to get answers from God, but to have perfect and complete oneness with Him” – Oswald Chambers

“Tujuan doa bukanlah untuk mendapatkan jawaban dari Tuhan, tetapi untuk menyatu dengan Tuhan.” – Oswald Chambers

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
“Yesus Selalu Menciptakan Harapan!”
Soal Hutang Lagi…..
Bisakah Tuhan Dipercaya?