Articles

Investasi yang Sia-sia? Nanti Dulu!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Investasi yang Sia-sia? Nanti Dulu!

*”If the ladder is not leaning against the right wall, every step we take just gets us to the wrong place faster.” — Stephen Covey

“Jika tangga tidak bersandar pada dinding yang tepat, setiap langkah yang kita ambil hanya akan membawa kita ke tempat yang salah dengan lebih cepat.— Stephen Covey

?Mak Jleb!

Pernah kita mengalaminya?
?Mungkin kita merasa sudah sekolah bertahun-tahun dengan biaya selangit, namun ujung-ujungnya kita harus berada di rumah atau bekerja di bidang yang jauh berbeda dari gelar yang kita sandang. Rasanya seolah-olah kita sudah bersusah payah memanjat ke puncak, baru sadar kalau tangga kita bersandar di dinding yang salah. Kita merasa semua itu sia-sia atau mubazir.

Namun, jangan terburu-buru menghakimi masa lalu kita. Sesungguhnya, ilmu dan proses itu tidak pernah menguap begitu saja. Pendidikan dan pengalaman itu sedang menempa pribadi kita, mempertajam cara berpikir, dan membentuk karakter kita agar menjadi “bejana” yang siap menampung berkat yang lebih besar. Sering kali, apa yang kita anggap sebagai “kesia-siaan” atau bahkan “malapetaka” hari ini, sebenarnya adalah masa persiapan yang sangat krusial untuk kesuksesan kita di hari esok.

?Mari kita tengok kisah Daniel, seorang pejabat tinggi yang karirnya luar biasa cemerlang. Ia begitu kompeten dan berintegritas sehingga rekan-rekan kerjanya yang iri hati frustrasi mencari celah untuk menjatuhkannya.

Tidak ada korupsi, tidak ada skandal dalam hidupnya. Akhirnya, mereka menjebak Daniel melalui titik yang paling sakral dalam hidupnya: kebiasaannya berdoa kepada Tuhan.

Sebuah undang-undang licik dikeluarkan—siapa pun yang berdoa kepada siapa pun selain raja, harus dilemparkan ke gua singa.

Bayangkan pergumulan batin Daniel saat itu. Ia berada di puncak karir, namun tiba-tiba dihadapkan pada maut. Daniel bisa saja memilih “aman” dengan berdoa diam-diam di dalam hati agar posisinya tetap selamat. Namun, ia memilih tetap setia secara terbuka.

Akibatnya sungguh mengerikan; ia benar-benar dilemparkan ke dalam gua penuh singa yang sedang lapar. Raja sendiri sangat sedih dan gelisah, namun ia tak berdaya melawan hukum yang dibuatnya sendiri.

?Malam itu menjadi malam yang paling menentukan bagi Daniel. Di tengah kegelapan gua yang mencekam, saat singa-singa itu seharusnya menerkam, sebuah mukjizat besar terjadi. Tuhan mengirimkan malaikat-Nya untuk membungkam mulut singa-singa ganas itu. Daniel tetap tenang, bahkan mungkin ia tertidur dalam perlindungan Ilahi di tengah ancaman maut.

Pagi-pagi sekali, Raja datang dengan suara cemas yang bergetar memanggil di bibir gua,
“Daniel, hamba Tuhan yang hidup, apakah Tuhanmu sanggup melepaskanmu?”

Betapa terkejutnya Raja saat mendengar suara Daniel yang tenang menyahut dari kegelapan. Daniel selamat tanpa luka sedikit pun!

Mukjizat ini bukan hanya menyelamatkan nyawanya, tapi juga mengubah seluruh peta politik kerajaan tersebut.

?Melalui peristiwa “gua singa” itulah, keadaan berbalik 180 derajat. Justru para pejabat tinggi yang selama ini menjadi ‘duri yang menyakiti’ bagi Daniel akhirnya dimasukkan ke gua singa, segera diterkam oleh singa-singa itu.

Tanpa “malapetaka” gua singa, Daniel mungkin akan terus diganggu, difitnah, dan dikerjai oleh orang-orang berkuasa itu seumur hidupnya. Melalui kejadian tersebut, jalan Daniel ke depan menjadi bersih, damai, dan posisinya semakin kokoh karena orang-orang toksik di pemerintahan telah disingkirkan oleh keadaan.

Dan lebih penting lagi, Raja melihat bukti betapa Allah Daniel itu dahsyat.

Kadang kita tidak menyadari bahwa “gua singa” dalam hidup kita adalah cara Tuhan untuk membersihkan musuh-musuh kita.

?Dalam hidup, kita memang tidak pernah benar-benar tahu apa yang akan terjadi esok. Apa yang kita anggap sebagai “salah langkah” atau “salah dinding” hari ini, bisa jadi adalah cara Tuhan menyelamatkan kita dari bahaya yang lebih besar atau cara-Nya mempromosikan kita ke level yang lebih tinggi.

Bersyukurlah kita punya Tuhan yang mampu mengubah malapetaka menjadi kebaikan, jika kita mau berserah kepada-Nya. Dia adalah pakar dalam merenda benang kusut menjadi permadani yang indah.
Percayalah, tidak ada yang sia-sia di tangan Sang Maestro selama kita terus berjalan bersama-Nya.

*“God can bring good out of any situation. You may have made a mistake, but God can take that mistake and turn it into a miracle.” — Joel Osteen.

Tuhan dapat mendatangkan kebaikan dari situasi apa pun. Anda mungkin telah melakukan kesalahan, tetapi Tuhan dapat mengambil kesalahan itu dan mengubahnya menjadi mukjizat.— Joel Osteen.
?
YennyIndra
www.yennyindra.com

TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN & PIPAKU
SVRG
SWEET O’ TREAT
AESTICA ID

#seruputkopicantik #yennyindra #InspirasiKebaikan #MotivasiKebaikan #PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
From Garage to the World (Part 3) – Indah Rencana-Mu: Saat Tuhan Memberi Kesempatan Kedua.
Oleh-Oleh Dari Hainan: Meneladani Su Dongpo Yuk…..
Mintalah, Maka Kamu Akan Menerima.