Prinsip Tikkun Olam: Kaya untuk Membuat Dunia Lebih Kudus
Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra
Prinsip Tikkun Olam: Kaya untuk Membuat Dunia Lebih Kudus
“A lot of people become unattractive when you find out how they think.” — Damian Marley
Banyak orang menjadi tidak menarik bukan karena penampilan, tetapi karena cara berpikirnya.
Sebaliknya, kita justru tertarik pada orang-orang yang pola pikirnya membawa kita naik, bertumbuh, dan melihat hidup dengan sudut pandang yang lebih besar.
Billy Epperhart pernah berkata bahwa ketika kita lahir ke dunia, Tuhan sebenarnya sudah menyiapkan “peti harta karun” bagi setiap orang.
Apa isinya?
Bukan emas atau uang semata, melainkan orang-orang yang Tuhan kirimkan untuk menolong kita naik ke level hidup yang lebih tinggi, supaya potensi kita bisa dipakai maksimal untuk menggenapi rencana-Nya.
Masalahnya sering bukan pada ketersediaan kesempatan, tetapi pada kesiapan hati.
Apakah kita mendoakan orang-orang itu?
Apakah kita peka saat mereka hadir?
Dan yang terpenting, apakah kita mau bertumbuh untuk menyambut kesempatan itu?
Karena tidak ada keberhasilan yang jatuh dari langit.
Semuanya menuntut kerja sama dengan Tuhan.
Di Charis Bible College, selain belajar tentang kepemimpinan, kami juga belajar prinsip keuangan dari Charis Business School. Salah satu pelajaran pentingnya adalah Money Mastery — bagaimana menguasai uang, bukan dikuasai uang.
Dari situ saya belajar satu hal penting:
menjadi rohani bukan berarti anti uang.
Justru, cara kita memperlakukan uang menunjukkan kedewasaan rohani kita.
Inilah yang disebut sebagai Prinsip Tikkun Olam — memperbaiki dunia.
Kekayaan bukan tujuan, tetapi sarana untuk bermitra dengan Tuhan, membawa kebaikan, meningkatkan kualitas hidup orang lain, dan menghadirkan nilai Kerajaan Allah di bumi.
Menjadi kaya, jika tujuannya benar, bukanlah dosa.
Justru bisa menjadi kebajikan.
Menariknya, kata work (bekerja) dan worship (menyembah) dalam makna aslinya sangat dekat. Artinya, bekerja dengan benar dan bertanggung jawab juga merupakan bentuk penyembahan kepada Tuhan.
Kerohanian sejati bukan menjauh dari dunia, melainkan menghadirkan terang di dalamnya.
Karena itu, kita diajar untuk hidup bijak secara finansial.
Billy Epperhart mengajarkan agar kita hidup dari 70–80% penghasilan, bukan 100%. Sisanya dipakai untuk menabung, berinvestasi, dan memberi.
Ada tiga tahap kehidupan finansial:
1. Kita bekerja untuk uang.
2. Uang bekerja untuk kita.
3. Uang bekerja tanpa kita harus terus bekerja.
Banyak orang terjebak di tahap pertama karena gaya hidup konsumtif.
Minum kopi mahal setiap hari, cicilan kartu kredit, gaya hidup yang tidak perlu.
Padahal, hutang konsumtif perlahan membunuh masa depan.
Billy pernah memberi contoh:
dua orang dengan penghasilan sama, $54.000 per tahun.
Yang satu disiplin melunasi hutang dan berinvestasi.
Yang lain hanya membayar cicilan minimum.
Dua puluh lima tahun kemudian, yang pertama bebas hutang dan memiliki jutaan dolar aset.
Yang kedua masih memiliki cicilan dan nyaris tanpa tabungan.
Perbedaannya bukan gaji.
Tapi cara berpikir.
Konsumtif berarti memusnahkan — bukan hanya uang, tetapi juga kesempatan untuk menjadi berkat.
Karena itu, belajar menjadi bijak adalah bagian dari ketaatan.
Firman Tuhan berkata, umat-Ku binasa karena kurang pengetahuan.
Belajar itu rohani.
Bertumbuh itu ibadah.
Mengelola dengan bijak adalah bentuk tanggung jawab.
Mari belajar rendah hati, terbuka, dan mau diajar.
Seperti kata Greg Mohr: Bersikaplah seperti kucing tua, ambil dagingnya, buang tulangnya.
Dan pada akhirnya, kita akan mengerti:
menjadi kaya bukan soal menumpuk harta,
tetapi tentang memperluas dampak.
Kiranya kita pun hidup dengan cara yang sama.
Bijak. Bertumbuh. Berdampak.
“I spent the first half of my life making money, and the second half giving it away to do the most good and the least harm.” – Andrew Carnegie.
“Saya menghabiskan separuh hidup saya untuk menghasilkan uang, dan separuhnya lagi untuk menggunakannya demi kebaikan sebesar-besarnya. – Andrew Carnegie.
YennyIndra
www.yennyindra.com
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN
#seruputkopicantik #yennyindra #InspirasiKebaikan #MotivasiKebaikan #PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama







