Articles

PART 2– “Tiga Ngarai: Dari Mimpi Mao ke Ship Lock Raksasa yang Mengangkat Level Perjalanan dan Kehidupan.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

PART 2– “Tiga Ngarai: Dari Mimpi Mao ke Ship Lock Raksasa yang Mengangkat Level Perjalanan dan Kehidupan.

Wushan, Tiga Ngarai – Three Gorges. Inilah bagian perjalanan yang sejak awal kami nantikan. Puncak dari keseluruhan perjalanan kami.

Begitu Century Legend memasuki kawasan Three Gorges, rasanya seperti memasuki babak baru sejarah—bukan hanya sejarah Tiongkok, tetapi kisah umat manusia yang berani mengejar mimpi besar.

Pada 1950-an, Mao Zedong berdiri di atas kapal di Sungai Yangtze, memperhatikan arus deras yang tak pernah berhenti. Kepada para insinyur Ketua Mao berkata, “Mengapa tidak menahan air di satu titik—di Tiga Ngarai? Selesaikan sekaligus dalam satu tahap!” Ucapan yang tampak sederhana itu menjadi penanda arah bangsa selama puluhan tahun.

Tetapi jalan menuju bendungan raksasa ini penuh liku. Para ilmuwan berbeda pendapat, politik memanas, ekonomi belum siap, dan bencana alam datang silih berganti. Banjir besar tahun 1954 menjadi titik balik—wilayah seluas negara kecil di Eropa tenggelam. Saat itu mereka sadar: tanpa sistem pengendalian yang kuat, Yangtze akan terus membawa bencana.

?Lalu tibalah 1994. Tiongkok sudah berubah. Ekonomi tumbuh, teknologi melompat, dan rasa percaya diri meningkat. Mereka merasa inilah waktunya mewujudkan mimpi yang dulu dianggap mustahil.

Proyek Three Gorges pun dimulai. Pembangunannya berlangsung 18 tahun, dan lebih dari satu juta penduduk direlokasi ke kawasan baru yang sudah dipersiapkan pemerintah. Relokasi sebesar ini hanya mungkin dijalankan karena di Tiongkok seluruh lahan berada di bawah otoritas negara, sehingga proses pemindahan dan penataan ulang wilayah dapat dilakukan secara terpusat.

Setiap batu, baut, dan turbin menyimpan kisah perjuangan. Kini bendungan ini menjadi pembangkit listrik tenaga air terbesar di dunia, dengan 32 turbin utama yang menghasilkan sekitar 22.500 MW listrik. Ia juga menjadi pengendali banjir paling efektif di sepanjang Yangtze dan membuka jalur ekonomi raksasa menuju pedalaman.

?Tentu saja tidak semuanya manis. Ada situs budaya yang hilang dan dampak ekologis yang terus dikaji. Namun dalam skala sejarah, Tiga Ngarai adalah bukti bahwa mimpi besar sering lahir dari keberanian menghadapi risiko besar.

Pagi itu kapal kami memasuki “five-stage ship lock,”* “tangga air” raksasa yang menaikkan kapal tahap demi tahap. Prosesnya butuh sekitar tiga jam.
Begitu pintu baja menutup, air perlahan naik dan dinding beton menjulang di kiri kanan. Ketika pintu depan terbuka, kapal bergerak ke level berikutnya.
Diam-diam kami mengagumi bagaimana semua berjalan begitu presisi. Lima tahap itu terasa seperti sedang diangkat tangan raksasa yang tak terlihat.

Setelah keluar dari ship lock, kami mengunjungi Three Gorges Dam Site, Memorial Park, dan Museum. Di tempat inilah terlihat bagaimana puluhan tahun penelitian dan 18 tahun konstruksi akhirnya menjadi kenyataan: bendungan setinggi 185 meter, panjang 2,3 kilometer, dan reservoir yang membentang ratusan kilometer.

Bagian utama dari Three Gorges terdiri dari Qutang Gorge – Wu Gorge – Xiling Gorge. Panjang sekitar 45 km.
Terkenal dengan tebing tinggi, pegunungan berlapis-lapis, dan “12 Peaks of Wushan” termasuk “Goddess Peak” yang sangat terkenal.

Hari berikutnya kami menuju anak sungai Wu Gorge, yang terkenal dengan nama Goddess Stream. Kami dipindahkan ke dua boat kecil agar bisa lebih dekat menikmati pemandangan. Dari kedua boat itu kami saling memotret, tertawa, dan menikmati udara pagi yang sejuk.

Pemandangannya sungguh memukau: tebing menjulang, pepohonan mulai menguning, dan kabut tipis bergelayut di antara lereng. Ada nuansa yang mengingatkan pada keindahan fjord Norwegia, hanya dengan pesona Timur yang lebih lembut.

Jalurnya sempit dan tenang, dengan air hijau jernih dan tebing yang terasa begitu dekat. Masyarakat setempat percaya lembah ini kediaman para dewa. Melihat keindahannya, kami bisa memahami alasannya.

Perjalanan di Tiga Ngarai ini bukan sekadar wisata. Ini undangan untuk merenung: tentang mimpi besar, mengalahkan kemustahilan, ketekunan, keberanian mengambil keputusan, dan harga yang menyertai sebuah prestasi besar.

Dari Mao yang hanya menunjuk aliran sungai sambil berkata “mengapa tidak?”, hingga bangsa yang bekerja puluhan tahun untuk menjadikannya nyata. Dari lembah para dewa hingga ship lock raksasa yang membawa kami naik setingkat demi setingkat.

Three Gorges mengingatkan kita bahwa hidup juga punya “ship lock” masing-masing. Kadang naiknya pelan, kadang menunggu lama di balik pintu baja. Tapi jika kita tetap melangkah bersama Tuhan, tetap percaya dan do our best, suatu hari pintu akan terbuka dan membawa kita ke level berikutnya, untuk menggenapi rancangan-Nya.

Siap? Yuuuk….

“The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams.”
– Eleanor Roosevelt

“Masa depan menjadi milik mereka yang percaya pada keindahan mimpinya.”- Eleanor Roosevelt

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN


#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Anda Orang Percaya Tipe Mana?
“Belajarlah Dari Perumpamaan Tentang Semut.”
Apa Yang Kita Inginkan? Itu Yang Kita Dapatkan!