kepercayaan Diri Yang Sejati, Bagaimana Membangunnya?
Seruput Kopi Firman Tuhan
Yenny Indra
kepercayaan Diri Yang Sejati, Bagaimana Membangunnya?
Pernahkah kita kehilangan rasa percaya diri karena gagal, ditolak, atau dibandingkan? Rasanya seperti semua yang kita lakukan salah. Tapi kebenarannya, rasa percaya diri bukan sesuatu yang datang begitu saja. Itu dibangun — perlahan, setia, langkah demi langkah — dengan memilih untuk mempercayai apa yang Tuhan katakan tentang kita, bukan apa yang dunia katakan.
Saya belajar bahwa percaya diri bukan perasaan, tapi keputusan. Saat kita berhenti mengulang naskah yang ditulis oleh si musuh — kata-kata seperti “Aku gak mampu,” “Aku gak layak,” “Aku selalu gagal” — dan mulai mengucapkan Firman Tuhan, sesuatu di dalam kita mulai berubah. Pikiran diperbarui, hati dikuatkan, dan roh kita selaras dengan kebenaran.
Alkitab mengajarkan bahwa iman bekerja lewat pengakuan (Filemon 1:6). Kita menjadi seperti apa yang kita katakan. Ketika kita berkata, “Aku adalah ciptaan baru” (2 Korintus 5:17), “Aku dikasihi Tuhan” (Roma 8:38-39), “Aku mampu melakukan segala sesuatu dalam Kristus” (Filipi 4:13), itulah cara kita membangun kembali rasa percaya diri yang sejati. Bukan dengan usaha keras menutupi kelemahan, tapi dengan membangun fondasi yang kokoh dalam identitas kita di dalam Kristus.
Saya pun pernah merasa hancur dan kehilangan arah. Tapi saya menemukan, setiap kali saya memilih untuk mempercayai Firman Tuhan dan mengucapkannya — walau masih gemetar — kepercayaan diri saya mulai tumbuh kembali. Satu deklarasi, satu kebiasaan kecil, satu tindakan iman. Tuhan tidak menuntut kita sempurna, Dia hanya ingin kita percaya dan bertindak sesuai iman itu.
Rasa layak bukan sesuatu yang datang ketika semuanya sudah beres. Itu dibangun — momen demi momen, keputusan demi keputusan. Kita menunjukkan pada diri sendiri bahwa kita bisa tetap berdiri bahkan ketika keadaan sulit. Kita bisa gagal tanpa hancur. Kita bisa menepati janji pada diri sendiri bahkan ketika tak ada yang melihat. Itulah latihan batin yang membentuk rasa percaya diri sejati: disiplin, ketekunan, dan rasa hormat pada diri sendiri — karena kita tahu siapa yang tinggal di dalam kita (1 Yohanes 4:4).
Selama bertahun-tahun, banyak orang — termasuk saya dulu — mengira bahwa nilai diri datang dari pencapaian: prestasi, kontrol, atau penampilan sempurna. Tapi ternyata, “kinerja tanpa kedamaian” hanyalah ketakutan yang disamarkan sebagai kedisiplinan. Kita tampak kuat, tapi sebenarnya sedang melarikan diri dari rasa tidak cukup yang belum disembuhkan.
Proses pemulihan mengajarkan hal yang sederhana tapi mengubah hidup: kita tidak perlu menghasilkan kelayakan. Kita hanya perlu menghidupinya. Dengan integritas, keselarasan, dan konsistensi. Saat kita memilih berkata, “Aku cukup,” bukan karena semuanya sudah sempurna, tapi karena kita hadir dan setia menjalani prosesnya — di situlah keajaiban mulai terjadi.
Saya belajar satu hal indah: kita ini hanyalah pena di tangan Tuhan. Kita memang menulis dengan kesungguhan, menjalani bagian kita dengan iman dan tanggung jawab. Tapi sesungguhnya, Tuhanlah Sang Penulis Agung yang menulis kisah hidup kita (Mazmur 139:16).
Keyakinan sejati muncul ketika kita berhenti mencoba mengontrol segalanya, dan mulai percaya bahwa Dia sedang menulis sesuatu yang indah, bahkan dari kesalahan kita sekalipun. Tugas kita adalah taat dan percaya. Saat kita menulis dengan tangan iman, Tuhan mengisi halaman demi halaman dengan anugerah dan mujizat-Nya (Roma 8:28).
Dan inilah rahasianya: percaya diri sejati selalu berhubungan dengan panggilan hidup yang Tuhan beri. Kita tidak akan pernah benar-benar percaya diri kalau kita hidup di luar tujuan-Nya. Sebab keyakinan terbesar muncul saat kita tahu — “Aku sedang melakukan apa yang Tuhan panggil aku lakukan. Untuk itulah aku ada di dunia ini.”
Seperti yang sering diingatkan:
“God won’t judge us by what we did on earth, but by whether we did what we were called to do.” – John Bevere.
“Tuhan tidak akan menilai kita berdasarkan apa yang kita lakukan di bumi, tetapi berdasarkan apakah kita melakukan apa yang Tuhan panggil untuk kita lakukan.”- John Bevere
Ingat kisah orang kerasukan di Gerasa (Markus 4:35–5:20)? Saat Yesus dan murid-murid-Nya menyeberang danau menuju daerah itu, tiba-tiba badai besar menghadang perahu mereka.
Why?
Karena musuh tahu Yesus akan membebaskan seseorang yang sangat berpotensi. Orang itu dikuasai ribuan roh jahat — namun begitu Yesus menyembuhkannya, hidupnya berubah total. Ia menjadi murid pertama Yesus di Dekapolis, yang terdiri dari sepuluh kota besar, bahkan menjadi penginjil pertama di daerah non-Yahudi. Musuh tahu masa depan orang ini penting, karena itu ia mencoba menggagalkan perjalanan Yesus dengan badai. Tapi gagal!
Begitu juga kita — jika badai datang, bisa jadi karena ada tujuan besar Tuhan yang sedang menanti di seberang.
Percaya diri sejati lahir dari kesadaran itu: aku melakukan bagian kecilku, tapi Tuhanlah yang mengarahkan seluruh kisah. Itu sebabnya kita bisa tenang, bahkan di tengah ketidakpastian. Kita percaya diri bukan karena semua sudah jelas, tapi karena kita mengenal Pribadi yang menulis cerita ini — dan Dia tidak pernah gagal.
Kita tidak perlu “menemukan diri sendiri,” karena sebenarnya diri sejati kita sudah ada di dalam Kristus. Yang kita butuhkan adalah menghormati diri kita sendiri melalui tindakan-tindakan kecil yang benar — kebiasaan yang sejalan dengan Firman, keputusan yang menunjukkan bahwa kita dapat dipercaya oleh Tuhan dan diri kita sendiri.
Percaya diri sejati tidak lahir karena hidup menjadi mudah. Itu tumbuh ketika kita belajar melewati hal sulit dengan kasih karunia. Ketika kita berhenti berusaha lebih keras dan mulai menjadi lebih utuh. Karena kita tahu: kita menulis, tetapi Tuhanlah yang menentukan akhir ceritanya.
“When you speak God’s Word, you remind your soul who you really are.”
— Andrew Wommack
Saat kamu mengucapkan Firman Tuhan, kamu mengingatkan jiwamu siapa dirimu sebenarnya.”— Andrew Wommack
YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN
#seruputkopifirmanTuhan
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

