Pelayanan Itu Panggilan, Bukan Sekadar Pilihan…
Seruput Kopi Firman Tuhan
Yenny Indra
Pelayanan Itu Panggilan, Bukan Sekadar Pilihan…
Banyak orang berpikir pelayanan adalah pilihan karier. Seperti memilih profesi lain, selama punya hati yang baik dan motivasi tulus, ya sah-sah saja melayani. Tetapi kebenarannya, pelayanan bukanlah profesi, melainkan panggilan. Bukan sekadar soal niat baik, melainkan mandat ilahi yang diberikan langsung oleh Tuhan.
Paulus tidak pernah mencalonkan diri sebagai rasul. Ia tidak ikut “program pelatihan pelayanan” lalu lulus ujian jadi rasul. Ia dipanggil secara langsung dan supranatural oleh Tuhan. Begitu Allah memanggil, saat itu juga dia menjadi rasul. Bukan nanti, bukan sambil belajar dulu. Panggilan Tuhan bukan trial and error. Begitu Tuhan tetapkan, selesai.
Sama seperti Sostenes, mantan kepala rumah ibadat orang Yahudi di Korintus. Dulu ia menentang Paulus, tapi kemudian bertobat dan justru menjadi rekan sepelayanan Paulus. Tidak ada sekolah teologi mana pun yang bisa mengubah hati seperti itu. Itu murni karya Roh Kudus melalui panggilan Tuhan.
Di dunia, seseorang bisa jadi pemimpin lewat pencapaian atau pemilihan.
Tapi di Kerajaan Allah, seorang pemimpin rohani tidak boleh menetapkan dirinya sendiri. Hanya Tuhan yang berhak memanggil dan menetapkan. Mengapa? Karena hanya panggilan Tuhan yang disertai pengurapan supranatural.
Dan hanya pengurapan itu yang mampu memerdekakan orang dari belenggu dosa, ketakutan, dan kepahitan hidup.
Sering terdengar ungkapan, “Saya sedang belajar jadi pendeta.” Secara Alkitabiah, ini rancu. Kita memang bisa belajar komunikasi, leadership, atau manajemen jemaat supaya pelayanan lebih efektif.
Tapi menjadi hamba Tuhan bukanlah hasil belajar. Itu buah panggilan. Kita bisa menangkap panggilan Tuhan dan meresponsnya, tetapi tidak bisa “menciptakan” panggilan itu lewat ambisi pribadi.
Sayangnya, ada orang-orang dengan niat tulus masuk pelayanan padahal tidak pernah menerima panggilan dari Tuhan. Mereka ingin menolong, ingin mengubah hidup orang lain, ingin jadi terang. Semuanya mulia. Tetapi niat baik saja tidak cukup. Jika tidak dipanggil, pelayanan akan terasa berat, kering, dan penuh frustrasi.
Melayani tanpa panggilan ibarat mencoba menyalakan api tanpa bahan bakar. Mungkin menyala sebentar, tetapi cepat padam. Sebaliknya, ketika seseorang sungguh dipanggil Tuhan, di tengah tekanan, tantangan, bahkan pengkhianatan, ia tetap bertahan. Bukan karena kuatnya pribadi, tetapi karena pengurapan Tuhan yang menopangnya.
Panggilan bukan soal gelar. Banyak orang punya titel rohani, tetapi tidak membawa kuasa. Ada juga orang sederhana, tidak terkenal, tapi ketika bicara, kuasa Tuhan mengalir dan menyentuh hati. Itu bukan karena mereka hebat, melainkan karena mereka benar-benar dipanggil.
Ketika seseorang memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan, saat ia berbicara, mengajar, atau bersaksi, kuasa Tuhan akan mengalir. Kristus memang sudah tinggal dalam roh setiap orang percaya, tetapi seberapa besar kuasa itu bekerja tergantung seberapa intim kita dengan-Nya dan seberapa besar kita memberi ruang bagi Tuhan untuk berkarya melalui hidup kita. Tuhan memberi manusia kehendak bebas, dan Dia menghargainya.
Jadi, pelayanan itu bukan profesi yang bisa dipelajari lalu dipromosikan. Itu urusan panggilan—dan hanya bisa ditangkap lewat hubungan pribadi dengan Tuhan. Kalau Tuhan yang memanggil, Dia juga yang melengkapi, mengurapi, dan menyertai. Kalau bukan Tuhan yang memanggil, sehebat apa pun, hasilnya hanya akan melelahkan dan merusak.
Mari kita doakan dan dukung mereka yang sungguh-sungguh dipanggil Tuhan dalam pelayanan. Dan bagi kita yang sedang mencari panggilan hidup, jangan buru-buru loncat ke mimbar. Duduklah lebih dulu di kaki Tuhan. Dengarkan suara-Nya. Kalau Dia memanggil, tidak ada pintu yang tertutup. Tapi kalau Dia belum memanggil, lebih baik setia dulu di tempat kita sekarang. Kesetiaan di perkara kecil seringkali adalah ujian sebelum panggilan besar datang.
Pelayanan itu panggilan. Dan jika benar dari Tuhan, akan terasa seperti napas—mengalir alami, tidak dibuat-buat, dan membawa dampak nyata.
God does not call the qualified, He qualifies the called.” – Oswald Chambers.
“Tuhan tidak memanggil orang yang sudah layak, tetapi Dia melayakkan orang yang Dia panggil.” – Oswald Chambers.
YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopifirmanTuhan
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan








