Articles

Keaslian yang Mengalir dari Sumber Kehidupan.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Keaslian yang Mengalir dari Sumber Kehidupan.

Identitas diri itu mahal harganya. Di dunia yang sering kali memuja keseragaman—entah dalam cara berpikir, berpakaian, berbicara, bahkan dalam cara bermedia sosial—menjadi diri sendiri terasa seperti tindakan yang radikal. Kita hidup di tengah tekanan untuk cocok, untuk sesuai, untuk dianggap bagian dari “yang normal.”

Dunia mengajarkan: jangan meniru orang lain, tapi jadilah berbeda. Kedengarannya bagus. Tapi izinkan saya menawarkan sudut pandang yang lebih dalam.

Sebagai anak-anak Tuhan, kita memang seharusnya berbeda. Tetapi bukan sekadar berbeda demi terlihat unik. Bukan hanya demi “menjadi diri sendiri” tanpa arah. Kita berbeda karena hidup kita berpijak pada kebenaran yang kekal. Dunia bisa berubah. Standar moral bisa bergeser. Yang dulunya salah, kini bisa jadi benar hanya karena opini mayoritas. Tapi kebenaran Tuhan tidak pernah berubah: dahulu, sekarang dan selama-lamanya Dan di situlah kita berdiri.

Berani hidup sesuai kebenaran Tuhan bukan perkara gampang. Dunia sering menilai kita aneh. Prinsip hidup yang mengedepankan kasih, pengampunan, kesabaran, kejujuran, dan pengendalian diri seringkali dianggap lemah atau ketinggalan zaman. Bahkan dianggap bodoh!
Tapi justru karena kita mengikuti Tuhan, kita tidak berjalan berdasarkan sorak-sorai dunia. Kita tahu arah kita, karena kita mengikuti Pribadi yang menjadi Sumber Kehidupan itu sendiri.

Kita tidak mengcopy manusia. Kita mengcopy Tuhan.

As He is so are we in this world – Seperti Dia ada begitu juga kita di dunia ini.

Apa yang kita lihat dari Tuhan, itulah yang kita tiru. Ketika Dia menunjukkan kasih tanpa syarat, kita belajar memberi tanpa menghitung untung rugi. Saat Dia bersabar, kita pun memilih menahan diri meskipun mudah untuk membalas.

*Tuhan adalah teladan yang tidak pernah salah. Dan semakin kita mengenal-Nya, semakin kita dibentuk menjadi seperti Dia*. Bukan karena kita hebat, tetapi karena Dia hidup dalam kita dan mengalir melalui kita.
*It’s all about God, not us – Ini semua tentang Tuhan, bukan kita.*

Bayangkan kita seperti bejana tanah liat. Saat kita sendiri biasa saja, bahkan rapuh. Tapi smketika diisi dengan sesuatu yang mulia, bejana itu menjadi saluran yang membawa pengaruh besar. Kita pun seperti itu. Hidup kita bukan untuk dipamerkan, tapi untuk mengalirkan kasih-Nya, hikmat-Nya, kebaikan-Nya, dan kepedulian-Nya bagi orang-orang di sekitar kita.

Ibarat pena di tangan penulis. Pena tidak bisa menulis dengan sendirinya. Tapi ketika Tuhan yang memegang pena hidup kita, maka setiap tindakan, perkataan, dan keputusan kita bisa menjadi sesuatu yang membangun, menginspirasi, dan membawa terang bagi dunia yang gelap. Kata-kata kita bukan untuk menjatuhkan, tapi untuk menguatkan. Kehadiran kita bukan untuk bersaing, tapi untuk menghidupkan. Karena Tuhanlah penulis sejatinya—kita hanya alat-Nya.

Menjadi asli dalam Tuhan bukan soal mempertahankan ego atau karakter lama. Justru sebaliknya. Kita meninggalkan yang lama supaya bisa menjadi ciptaan yang baru. Keaslian kita bukan hasil dari melawan dunia demi pemberontakan. Tapi karena kita berjalan sesuai rancangan-Nya—dan itu membuat kita berbeda secara alami.

Dunia tidak butuh lebih banyak salinan – copyan. Dunia butuh pribadi yang sungguh-sungguh hidup dalam keaslian yang berasal dari Tuhan. Karena hanya dengan begitu, hidup kita punya dampak yang kekal.

Dan ketika orang melihat hidup kita, harapan kita sederhana: semoga mereka tidak melihat kita, tetapi melihat Tuhan yang bekerja melalui kita.

Jadi, jika hari ini kita merasa tertantang karena berbeda, jangan takut. Itu pertanda baik. Jangan buru-buru menyesuaikan diri hanya demi diterima. Tetaplah jadi pena yang menuliskan kebaikan. Tetaplah jadi bejana yang setia mengalirkan kehidupan. Karena saat kita hidup seturut dengan Tuhan, kita tidak hanya menjadi berbeda. Kita menjadi terang…

Siap praktik? Yuuuk….

*”The Believer is like a mirror reflecting the light of God.” – Corrie ten Boom.*

“Orang yang percaya Tuhan itu seperti cermin yang memantulkan terang Tuhan.” – Corrie ten Boom

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Nonna Anna: Barista 100 Tahun & Bukti Bahwa Tua Itu Babak Baru yang Indah.
Anugerah & Iman Yang Seimbang Dalam Kehidupan!
Le Petit Chef Jakarta – Cerita Apa Yang Anda Sampaikan?