Alkitab Dan Ilmu Pengetahuan Itu Selaras. Ini Buktinya!
Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra
Alkitab Dan Ilmu Pengetahuan Itu Selaras. Ini Buktinya!
Dalam salah satu episode acara *Sid Roth – It’s Supernatural!*, saya belajar banyak dari seorang ilmuwan otak Kristen, Dr. Caroline Leaf. Beliau bukan hanya seorang ahli dalam bidang neuroplastisitas, tetapi juga seorang yang sungguh-sungguh mengandalkan firman Tuhan dalam setiap penelitiannya. Mendengarnya menjelaskan bagaimana iman dan ilmu pengetahuan bekerja selaras membuat saya terkagum-kagum. Ada begitu banyak hal yang sebelumnya kita anggap rohani semata, ternyata bisa dijelaskan secara ilmiah. Dan sebaliknya, hal-hal ilmiah pun justru menunjukkan betapa hebatnya kebenaran Firman Tuhan.
Dr. Caroline menjelaskan bahwa manusia memang didesain oleh Tuhan untuk “wired for love.”
Otak kita secara alami dirancang untuk hal-hal positif—kasih, sukacita, damai, kebenaran, antusiasme, gairah, pengharapan. Semua itu menghasilkan reaksi kimia di otak kita yang sehat, membangun, dan memperkuat pikiran yang benar. Tapi sayangnya, kita hidup di dunia yang rusak, penuh trauma dan ketakutan. Saat kita mengalami sesuatu yang menyakitkan atau mempercayai kebohongan, maka otak kita pun membentuk “pohon-pohon hitam” – memori beracun yang disimpan dalam bentuk struktur yang nyata di dalam otak.
Yang menarik, dalam 24–48 jam sejak pikiran negatif itu muncul, kita sebenarnya diberi waktu oleh Tuhan untuk mengambil keputusan. Apakah kita akan membiarkannya tumbuh dan memperkuat diri? Atau kita mau mengubahnya, dengan menggunakan bagian otak depan kita – frontal lobe – untuk berkata, “Ini tidak baik. Aku memilih percaya kepada Tuhan. Aku memilih kebenaran-Nya.”
Firman Tuhan dalam Markus 11:22–23 berkata, “Percayalah kepada Allah… Katakanlah kepada gunung ini…”
Gunung itu, kata Dr. Caroline, adalah pohon-pohon beracun dalam pikiran kita. Kita bisa berbicara kepada mereka – bukan sekadar berpura-pura positif, tapi dengan mengucapkan Firman Tuhan. Saat kita membaca Alkitab, percaya dan mengucapkannya, otak kita menghasilkan bahan kimia seperti dopamin, serotonin, dan oksitosin yang secara ilmiah mampu melelehkan struktur memori beracun itu. Luar biasa, ya?
Dan ternyata, proses ini memakan waktu 21 hari. Dalam 21 hari, kita bisa mulai menghancurkan pohon pikiran beracun dan membangun pohon hijau baru di sebelahnya – pikiran-pikiran sehat yang sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan. Tapi dua pohon ini tidak bisa hidup berdampingan dalam satu tempat. Yang satu harus digantikan oleh yang lain. Kasih yang sempurna mengusir ketakutan, kata 1 Yohanes 4:18. Ternyata, itu bukan cuma janji rohani, tapi juga kenyataan ilmiah.
Dr. Caroline juga bercerita tentang pria 78 tahun yang sudah tidak bisa terbang lagi karena matanya memburuk. Tapi dia memutuskan memulai karier kedua: jadi akuntan. Dengan menerapkan prinsip firman Tuhan dan ilmu otak, dia berhasil lulus di usia 84 dan bekerja sebagai akuntan selama 19 tahun! Bahkan ada juga anak muda yang mengalami cedera otak parah, divonis tak bisa pulih, tapi setelah menerapkan prinsip ini selama 3 bulan, ia bukan hanya pulih, tetapi meraih 4 gelar dan jadi pembicara top di Afrika Selatan.
Jadi, siapa bilang makin tua kita makin lemah dan pikun? Kalau kita setia merenungkan Firman Tuhan, membaca Alkitab, berdoa, memuji dan menyembah-Nya, bagian luar otak kita akan menebal. Secara ilmiah, itu artinya kita makin cerdas! Firman Tuhan bukan hanya menguatkan hati dan jiwa, tapi juga menyehatkan dan memperbarui otak secara fisik.
Kebenaran ini benar-benar menyentuh saya. Firman Tuhan itu bukan sekadar tuntunan hidup, tapi juga sarana pemulihan total – roh, jiwa, dan tubuh. Tak heran Mazmur 1 menyebutkan bahwa orang yang merenungkan firman Tuhan siang dan malam itu seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air—yang tidak layu daunnya dan apa saja yang dibuatnya berhasil. Ternyata, kita pun punya pohon-pohon dalam otak kita. Dan kita bisa memilih: mau tanam pohon hijau atau biarkan pohon beracun merusak hidup?
Seperti kata Dr. Caroline Leaf, “You are not a victim of your biology. You are a product of your choices.”
“Kita bukan korban dari biologi kita. Kita adalah hasil dari pilihan-pilihan kita.”
“Renew your mind with the Word of God. It literally changes your brain.”
“Perbaruilah pikiranmu dengan Firman Tuhan. Itu sungguh-sungguh mengubah otakmu.”
Wow…. praktik yuk….
“Science now proves that we are not victims of our genes. We can change our genes, health, even our destiny… supernaturally!” – Sid Roth
“Ilmu pengetahuan sekarang membuktikan bahwa kita bukan korban gen kita. Kita bisa mengubah gen, kesehatan, bahkan takdir kita… secara supranatural!” – Sid Roth
YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan
