Monthly Archives: Jul 2025

Articles

In Christ Part 3: Stop Berusaha Membuktikan Diri – Anugerah Itu Gratis!


Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

In Christ Part 3: Stop Berusaha Membuktikan Diri – Anugerah Itu Gratis!

“Apa yang harus saya lakukan supaya doa saya dijawab Tuhan? Saya sudah berdoa, baca Alkitab, rajin ke gereja, bahkan setia bayar persepuluhan! Saya sudah melakukan semua yang Alkitab perintahkan.”

Itu kalimat yang sering kita dengar. Bahkan mungkin kita sendiri pernah berkata begitu. Tapi tahukah kita, justru itu alasan utama mengapa doa kita tidak dijawab?

Seperti yang Andrew Wommack katakan:
“Saat seseorang berkata begitu, dia tanpa sadar sudah menjelaskan mengapa dia tidak menerima jawaban doa—karena dia berpikir bahwa ketaatannya, usahanya, dan kebaikannya bisa membuat Tuhan menjawab.”

Kita sedang mengandalkan performa diri, bukan anugerah Tuhan.

Kasih Karunia Itu Gratis, Bukan Imbalan.

Kasih karunia (grace) artinya pemberian cuma-cuma dari Tuhan. Tidak bisa dibeli, tidak bisa ditukar dengan perbuatan baik kita, dan tidak perlu dibuktikan bahwa kita layak. Kasih karunia itu datang dari hati Tuhan yang mengasihi, bahkan jauh sebelum kita lahir.

Tapi sering kali, tanpa sadar, kita menganggap Tuhan seperti bos yang menilai kinerja. Kita berpikir: kalau sudah cukup rajin dan taat, baru pantas diberkati. Kalau hidup kita belum benar, rasanya tidak mungkin Tuhan menjawab doa.

Ini adalah jebakan berpikir yang berbahaya. Karena tanpa sadar, kita sedang memindahkan dasar iman kita dari Yesus kepada usaha kita sendiri.

Iman: Tanggapan Positif atas Anugerah.

Kebenarannya adalah ini: Grace – Anugerah adalah bagian Tuhan. Faith – Iman adalah bagian kita.
Anugerah (kasih karunia) sudah Tuhan sediakan—semua berkat, kesembuhan, damai sejahtera, jawaban doa—sudah tersedia di dalam Kristus. Tugas kita adalah menanggapi dengan iman.

Iman bukan berarti kita memaksa Tuhan melakukan sesuatu.
Iman hanya berkata, “Ya Tuhan, aku percaya. Aku terima yang sudah Engkau sediakan.”

Sama seperti seseorang memberikan kita hadiah. Kita tidak perlu kerja dulu untuk dapat hadiah itu. Kita cukup menerima. Kalau menolak karena merasa belum layak, berarti kita menolak kemurahan si pemberi.

Begitu juga dengan Tuhan.

*Mengapa Banyak Doa Tidak Dijawab?*

Mungkin ini jawabannya. Kita sudah terlalu sibuk melakukan “performa rohani,” padahal kita lupa satu hal: Tuhan tidak menjawab doa karena kita sudah cukup baik. Tuhan menjawab doa karena Yesus sudah sempurna menggantikan kita.

1 Yohanes 5:4 berkata:
“Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.”

Bukan kekuatan, bukan amal, bukan kerajinan. Tapi iman!

Iman yang percaya bahwa segala sesuatu yang kita butuhkan sudah selesai dikerjakan Yesus di kayu salib. Kita tinggal menerima dengan ucapan syukur, bukan dengan usaha mati-matian.

Mari kita berhenti bersusah payah secara rohani. Tuhan tidak minta kita bekerja untuk menerima kasih-Nya. Dia minta kita percaya bahwa Dia sudah bekerja untuk kita—dan pekerjaan itu sudah selesai!

Ketika kita berhenti berusaha, dan mulai percaya bahwa kasih karunia itu cukup, maka damai mulai mengalir. Doa pun jadi ringan dan penuh keyakinan. Kita tidak lagi datang sebagai pengemis yang merayu, tapi sebagai anak yang yakin dikasihi.

Dan anak yang tahu bahwa dia dikasihi, akan lebih mudah menerima warisan dari Bapanya.

Intinya,

– Anugerah/Kasih karunia adalah bagian Tuhan—sudah selesai.
– Iman adalah bagian kita—merespons dengan percaya.
– Jangan mengandalkan perbuatan baik untuk menerima jawaban doa.
– Percayalah pada kasih Tuhan dan karya salib Yesus.
– Iman yang percaya kepada anugerah/kasih karunia itulah yang membawa kemenangan.

Jadi… yuk, kita belajar untuk percaya lebih dari berusaha. Tuhan lebih tertarik pada hati yang percaya penuh daripada daftar panjang aktivitas rohani kita.

Itulah kehidupan yang penuh anugerah. Dan di situlah doa-doa mulai dijawab.

“Christianity does not begin with a big DO, but with a big DONE.” – Watchman Nee.

“Kekristenan tidak dimulai dengan kata LAKUKAN, tapi dengan kata SUDAH SELESAI.” – Watchman Nee.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

In Christ Part 2: Passover – Saat Semua Disembuhkan Seketika!

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

In Christ Part 2: Passover – Saat Semua Disembuhkan Seketika!

Mujizat besar yang sering terlupakan…
Bayangkan jutaan orang Israel keluar dari Mesir dalam satu malam. Usia mereka beragam — ada anak-anak, orang tua, bahkan yang dulunya diperbudak dan disiksa bertahun-tahun. Tapi Alkitab mencatat:
“Dituntun-Nya mereka keluar membawa perak dan emas, dan di antara suku-suku mereka tidak ada yang tergelincir.”
(Mazmur 105:37)

Tidak ada yang sakit. Tidak ada yang pincang. Tidak ada yang tertinggal!

Semuanya sembuh… instan.
Kapan itu terjadi?
Saat mereka merayakan Passover — Paskah pertama, menyembelih anak domba dan makan dagingnya.

Paskah itu bayangan dari yang akan datang… Yesus!
Peristiwa Paskah di Mesir adalah gambaran dari pengorbanan Yesus, Anak Domba Allah.

“Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.”
(1 Korintus 5:7)

Ketika kita mengambil Perjamuan Kudus, kita mengenang dan mengaktifkan kuasa pengorbanan Yesus yang sudah selesai di kayu salib.

“Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.”
(1 Korintus 11:26)

Yesus sudah mati menggantikan kita, menanggung dosa, sakit penyakit, kutuk, dan kemiskinan.
Jadi sekarang tugas kita adalah percaya, mengingat, dan menerima yang sudah disediakan.

Dari Taman Eden ke Perjanjian Baru: Rencana Allah Tidak Pernah Berubah

“Berfirmanlah Allah: Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita… beranak cuculah dan bertambah banyaklah, penuhilah bumi dan taklukkanlah itu…” (Kejadian 1:26–28)

Sejak awal, Tuhan menciptakan manusia dengan tujuan: menjadi wakil-Nya di bumi.
Bukan hidup tertindas. Bukan hidup sakit-sakitan.

Kita diciptakan menurut gambar dan rupa-Nya.
Kita ditetapkan untuk berkuasa, menaklukkan, dan memenuhi bumi dengan kemuliaan-Nya.

Tapi ketika dosa masuk lewat Adam, semua rusak.

“Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang… demikianlah maut menjalar kepada semua orang.” (Roma 5:12)

Namun kabar baiknya: Yesus datang sebagai Adam yang kedua.
Untuk memulihkan segalanya. Termasuk otoritas, kesehatan, dan hidup berkelimpahan yang hilang.

Tuhan Masih Menyembuhkan — Karena Itu Karakter-Nya!

“Sebab Aku Tuhan, yang menyembuhkan engkau.” (Keluaran 15:26)

Tuhan tidak berubah. Dia tetap penyembuh.
Bahkan saat bangsa Israel belum sempurna, Tuhan tetap memberi mereka tiang awan, tiang api, roti dari langit, burung puyuh, air dari gunung batu… dan tidak ada yang sakit!(Mazmur 105:39–41)

Kenapa? Karena Tuhan mengingat janji-Nya kepada Abraham.
Bukan karena bangsa Israel sempurna. Tapi karena Tuhan setia.

Bagaimana dengan kita hari ini?

Kita hidup di bawah Perjanjian Baru, bukan lagi berdasarkan hukum Taurat, tapi berdasarkan anugerah dan karya salib yang sudah selesai.

“Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan jangan lupakan segala kebaikan-Nya. Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu.” (Mazmur 103:2–3)

Jangan mau dibohongi oleh iblis.
Kalau dosa sudah diampuni, sakit pun sudah disembuhkan!

Jangan duduk sebagai korban. Kita adalah anak Raja.
Wakil Kristus di bumi ini.

Jadi… bagaimana kita mengisi bumi dan menaklukkannya?

Dengan mengenali siapa kita di dalam Kristus,
Dengan hidup dari posisi sebagai orang yang sudah ditebus, disembuhkan, dan diberi otoritas.
Kita bukan meminta-minta berkat.
Kita hanya mengambil kembali apa yang sudah Yesus beli untuk kita.

Perjamuan Kudus bukan ritual, tapi pengingat kuat:
Yesus sudah mati. Kutuk sudah dihancurkan. Kesembuhan sudah disediakan.

Mari hidup layaknya anak Raja,
Yang berkuasa, yang sehat, yang bersinar memuliakan Bapa.
Karena itulah kita diciptakan.

Siap? Yuk……

Jesus didn’t just die for your sins. He died for your sicknesses, your poverty, and your defeat. If you’re still carrying those, you’re carrying what Jesus already took.” – Andrew Wommack.

“Yesus tidak hanya mati untuk dosamu. la juga mati untuk sakit-penyakitmu, kemiskinanmu, dan kekalahanmu. Kalau kamu masih memikul itu semua, berarti kamu sedang memikul apa yang sudah Yesus tanggung” – Andrew Wommack.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

In Christ Part 1: Sudah Punya, Ngapain Minta Lagi?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

In Christ Part 1: Sudah Punya, Ngapain Minta Lagi?

“Tahukah kita, dalam Perjanjian Baru tidak ada pelajaran tentang menerima kesembuhan?”, ujar Ps. Daniel Amstutz.

Oh, sungguh mengejutkan!

Why?
“Karena saat lahir baru, kita sudah memiliki kesembuhan itu di dalam roh kita…,” lanjutnya.

Sungguh ini pewahyuan yang mengguncang cara berpikir lama saya!
Kalau memang sudah punya, ngapain minta lagi?

Yes!
Kita tidak perlu meminta sesuatu yang SUDAH kita miliki.
Kan sudah punya… buat apa didoakan untuk menerima lagi?
Makes sense!

Hidup dalam Kristus itu seperti kita duduk di dalam pesawat.
Yesus adalah pesawatnya.
Kita bisa terbang tinggi, bukan karena kita bisa mengepakkan tangan atau tahu cara menaklukkan angin, tapi karena kita ada di dalam pesawat.

Begitu juga, kita tidak bisa menyelamatkan, menyembuhkan, atau memberkati diri sendiri dengan kekuatan manusia.
Tapi karena kita ada di dalam Kristus, maka semua itu sudah otomatis jadi milik kita.

Keselamatan? Sudah punya.
Pengampunan? Sudah punya.
Kesembuhan? Sudah ditaruh di dalam roh kita.
Berkat, damai, sukacita, otoritas? Sudah semua!

Masalahnya: Kita sering lupa kalau kita sedang duduk di pesawat!
Kita malah panik, bingung, minta turun, minta didoakan ulang, dan bahkan kadang curiga:
“Tuhan, kenapa belum jawab doaku?”

Padahal Tuhan mungkin sedang tersenyum dan berkata,
“Nak, kamu sedang di dalam pesawat-Ku. Duduk saja yang manis. Tetap percaya. Segala sesuatunya sedang berjalan sesuai rencana.”

Saya teringat saat naik pesawat ke luar negeri.
Begitu duduk, semua fasilitas sudah disediakan.
Makanan, hiburan, bantal, selimut…
Saya tidak perlu buka pintu darurat dan beli makan sendiri di bawah.
Itu justru berbahaya!

Kesembuhan, damai, dan kelimpahan adalah ‘fasilitas kelas utama’ dari Kristus. Kalau sudah di dalam pesawat, kita tinggal menunggu pramugari datang bawa makanan.
Mengapa saya harus keluar untuk mencari?

Begitu juga dalam hidup kekristenan.
Kita in Christ.
Sudah ada di dalam Kristus!

Firman Tuhan berkata:
“Sebab di dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan, dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia…” (Kolose 2:9-10)

Dipenuhi. Bukan akan dipenuhi. Sudah.

Itu sebabnya, kita perlu berubah cara berpikirnya.
Bukan lagi minta-minta dari luar.
Tapi belajar menyadari siapa kita di dalam Kristus, dan mulai berjalan dalam iman atas apa yang sudah kita miliki.

Pesawat itu membawa kita terbang tinggi di atas awan. Kita bisa melihat dunia dari perspektif berbeda.

“Allah telah membangkitkan kita bersama-sama dengan Dia dan mendudukkan kita bersama-sama dengan Dia di sorga dalam Kristus Yesus.” (Efesus 2:6)

Inilah realita rohani kita. Kita duduk in Christ — di atas segala kuasa jahat, penyakit, kemiskinan, ketakutan. Kita duduk bersama Yesus dalam posisi menang, lalu melihat semua itu dari atas, bukan dari bawah.

Jadi, bagaimana kalau tubuh terasa tidak sehat?
Kita bisa berkata:
“Tunggu dulu… Aku in Christ. Di dalam Kristus. Kesembuhan sudah ditaruh dalam rohku. Sekarang aku tinggal menerima dan bertindak sesuai kebenaran ini.”

Tidak panik.
Tidak bingung.
Tidak kejar-kejaran doa.
Tapi percaya dan tetap duduk manis di dalam pesawat-Nya.

Pesawat ini tidak pernah gagal membawa penumpangnya sampai ke tujuan.
Yesus-lah Jaminan Kita.

Dan karena kita ada di dalam Dia,
maka segala berkat rohani di surga adalah milik kita sekarang juga — bukan nanti, bukan besok, tapi sekarang, saat ini juga. (Efesus 1:3)

Jangan minta lagi yang sudah dikaruniakan.
Tinggal terima dan hidupi, karena kita in Christ!

God does not ask us to do anything for Him. He only asks us to be in Christ.” – Watchman Nee.

“Allah tidak meminta kita melakukan sesuatu untuk-Nya. Dia hanya meminta kita untuk tinggal di dalam Kristus.” – Watchman Nee.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Yang Pahit Bisa Jadi Manis di Tangan Tuhan.


Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Yang Pahit Bisa Jadi Manis di Tangan Tuhan.

Ada masa lalu yang indah dan manis dikenang. Tapi ada juga yang pedih, pahit, bahkan meninggalkan luka yang dalam. Dikhianati orang terdekat, gagal dalam usaha, mengalami pelecehan, kehilangan orang yang dikasihi, dihina, dianggap tak berguna, atau diperlakukan semena-mena… semua itu meninggalkan bekas.

Namun satu hal yang perlu kita pegang teguh:
Masa lalu bisa membentuk kita, bahkan mungkin pernah menghancurkan sebagian dari diri kita… tetapi masa lalu bukan penentu akhir kisah hidup kita.

Tuhan tidak pernah memandang seseorang berdasarkan masa lalunya. Lihat perempuan Samaria—menikah lima kali dan kini tinggal dengan pria yang bukan suaminya. Tapi justru dialah yang dipilih Tuhan untuk menerima pewahyuan bahwa Dia adalah Mesias pertama kalinya. Bukankah itu luar biasa?

Luka di tangan Tuhan bisa jadi senjata.
Reruntuhan hidup bisa jadi batu pijakan menuju masa depan yang lebih baik.

Yang jadi masalah justru sering kali… kita sendiri.

Kita terjebak di masa lalu. Kita merasa tidak layak, malu, takut dihakimi. Kita hidup dalam bayang-bayang kesalahan, trauma, dan kegagalan. Kita biarkan suara masa lalu memvonis masa depan kita.
Padahal, Tuhan tidak pernah menulis akhir cerita hidup kita di tengah babak yang kacau.

Setiap pengalaman, baik maupun buruk, menyimpan pelajaran.
Pengalaman buruk dirancang iblis untuk menjatuhkan, tetapi
Tuhan bisa memakai semuanya untuk membentuk kita menjadi pribadi yang lebih dewasa, lebih kuat, lebih bijak, dan lebih serupa dengan-Nya.

Kuncinya: Jangan biarkan masa lalu mengucapkan kata terakhir.

Pemulihan dimulai ketika kita berhenti menyandarkan identitas kita pada masa lalu.
Bahkan, luka dan air mata bisa menjadi jembatan menuju pengharapan, kalau kita mau menyerahkannya ke tangan Tuhan.
Iblis kecewa….
Yang dipikir iblis untuk menghancurkan kita, tetapi bersama Tuhan, kita justru keluar sebagai pemenang yang membuat dunia terpukau!

“Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia.”
Bukan hanya dalam hal baik—segala sesuatu! Termasuk kesalahan dan kegagalan kita.

Kita tidak ditentukan oleh apa yang pernah terjadi, tetapi oleh apa yang kita pilih hari ini.
Kita bisa memilih untuk sembuh. Kita bisa memilih untuk bangkit. Kita bisa memilih untuk maju.
Tidak mudah, tapi mungkin. Karena Tuhan berjalan bersama kita.

Mungkin hari ini kita masih menyusun kepingan yang berserakan. Tapi percayalah, Tuhan itu Ahli dalam merangkai mozaik indah dari pecahan-pecahan hidup kita.
Tidak ada yang sia-sia ketika kita menyerahkan semuanya pada-Nya.

Lepaskan masa lalu.
Terima kasih atas pelajarannya—tapi itu bukan tempat tinggal kita.
Kita bukan korban dari masa lalu, kita adalah penulis masa depan bersama Tuhan.

Mari kita bangun hari ini dengan harapan.
Kita tidak harus sempurna untuk punya masa depan yang luar biasa.
Cukup bersedia percaya, berjalan bersama Tuhan, dan mengizinkan-Nya memakai seluruh hidup kita—termasuk bagian yang rusak—untuk menyatakan kemuliaan-Nya.

“Luka masa lalu adalah pintu masuk bagi kasih Tuhan untuk menyembuhkan, jika kita berhenti mengasihani diri sendiri dan mulai percaya bahwa Dia sanggup menebus segalanya.”

Jangan takut melangkah.
Hari esok bisa jadi indah… asal kita tidak menyeret masa lalu terus-menerus bersamanya.
Karena masa depan yang Tuhan siapkan bukan sekadar kelanjutan dari masa lalu—itu adalah sesuatu yang baru.

Selamat menulis babak baru dalam hidup, bersama Tuhan yang memulihkan.

“Your past mistakes are meant to guide you, not define you.”- Ziad K. Abdelnour

“Kesalahan di masa lalu dimaksudkan untuk menjadi penuntun, bukan penentu siapa dirimu.” – Ziad K. Abdelnour.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN


#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Read More
Articles

Tuhan Melampaui Segala Ekspektasi Kita.

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Tuhan Melampaui Segala Ekspektasi Kita.

Sering kali kita menunggu sesuatu terjadi dulu, baru memuji Tuhan. Kita berkata dalam hati, “Nanti kalau sudah nyata, saya akan bersyukur.” Tapi Tuhan berkata, “Dari kelimpahan hati, mulut berbicara.” Kalau benar-benar percaya, pujian itu akan keluar sebelum kita melihatnya.

Saya tersenyum saat mendengar kisah masa kecil Jerry Savelle. Ayahnya janji akan mengajaknya ke arena balap. Malam itu, Jerry kecil tidur dengan pakaian yang akan ia pakai esok hari—saking percayanya!
Begitu yakin, begitu antusias, begitu bersemangat… karena ia percaya pada kata-kata ayahnya.

Dan Tuhan kita lebih bisa dipercaya daripada siapa pun.

Firman yang tidak dicampur dengan iman, tidak akan membawa manfaat.
Jadi bukan cuma mendengar dan kagum. Tapi percaya dan menerima.
Itu sebabnya setiap kali Jerry mendengar pengajaran, ia langsung berkata, “Aku percaya dan aku terima!”

“Tuhan bukan pilih kasih, tapi Dia menghormati iman.”
Dia tidak melanggar prinsip-Nya. Dia tidak memberkati tanpa iman.
Kalau kita percaya dan mengharapkan, kita membuka jalan bagi Tuhan untuk bekerja.

Jerry membagikan satu momen lucu. Dalam perjalanan ke Tanzania, ia membaca artikel di USA Today yang mengatakan bahwa sebagian besar lembaga nonprofit sedang krisis keuangan. Ia spontan berkata keras, “Aku tidak menerima itu!”
Orang di sebelahnya kaget! Tapi Jerry menjelaskan, “Saya juga pimpin organisasi nonprofit. Tapi saya punya perjanjian dengan Tuhan—saya diberkati saat masuk dan saat keluar, di kota maupun di ladang.”

Dan benar saja, beberapa hari kemudian, timnya mengabarkan:
“Kami menerima salah satu cek donasi terbesar minggu ini.”

Wow! Tuhan meneguhkan perkataannya.
Tuhan menanggapi orang yang hidup dalam ekspektasi positif.

Kadang kita berpikir, “Mengapa Tuhan tidak pernah melakukannya dalam hidupku?”
Pertanyaannya:
Apakah kita mendengarkan dengan iman?
Apakah kita mengharapkan terjadinya janji Tuhan dalam hidup kita?

“Jadilah kepadamu menurut imanmu.”
Artinya, kita akan menerima sesuai dengan apa yang kita harapkan dan percayai.

Jerry berkisah tentang keinginannya sejak kecil untuk nonton balap mobil Indy500.
Ayahnya dulu tidak berhasil mengajaknya, tapi bertahun-tahun kemudian, Tuhan bukakan jalan yang lebih dari sekadar jadi penonton.
Dia diundang jadi tamu kehormatan, masuk ke garasi pembalap idolanya—AJ Foyt, bahkan sampai isi bensin mobil balap itu sendiri!
Tidak cukup sampai di situ, tahun berikutnya, dia diarak di mobil klasik pemenang Indy bersama Jay Leno!

Semua itu dia simpulkan begini:
“Tuhan benar-benar melakukan jauh lebih dari yang saya pikirkan.”

“Hanya kepada Allah saja aku menanti dengan diam, sebab daripada-Nyalah harapanku.”
Harapan kita tidak berdiri di atas mimpi kosong, tapi di atas janji yang tertulis dalam Firman.

Kalau Tuhan tidak ingin kita mengharapkannya, mengapa Dia menuliskan janji-janji-Nya?

Satu kisah penutup:
Yesus menyuruh Petrus untuk menebarkan jala-jala (plural). Tapi Petrus menjawab, “Aku akan menebarkan jala (singular).”
Dia tidak sungguh-sungguh berharap banyak.
Tapi Tuhan tetap berlimpah—ikan begitu banyak sampai jalanya robek, kapal nyaris tenggelam, hingga butuh bantuan kapal lain.

Itulah Tuhan kita. Ia tetap melimpah, bahkan saat ekspektasi kita kecil.
Dan betapa lebih lagi, kalau kita percaya dengan penuh!

Tahun ini, mari kita tulis hal-hal yang kita imani akan break loose—meledak, terbuka, terlepas, dalam nama Yesus!
Tuliskan. Doakan. Percayai.
Dan tandai saat terjadi.
Tuhan pasti melampaui ekspektasimu!

“Aku percaya. Aku terima. Dan aku mengharapkannya.”

“I never ask God for the same thing twice. If I’ve asked once and don’t see the answer, I begin to praise Him for the answer. – Smith Wigglesworth.

“Aku tidak pernah meminta Tuhan dua kali. Jika aku sudah meminta-Nya sekali, dan tidak melihat jawaban, aku mulai memuji-Nya untuk jawabannya.” – Smith Wigglesworth.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 2 3 4