Articles

Hard Knocks atau Firman Tuhan?


Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Hard Knocks atau Firman Tuhan?

Pernah dengar istilah School of Hard Knocks? Artinya sekolah kehidupan yang penuh benturan, di mana seseorang baru sadar setelah dihajar masalah. Banyak orang hidup seperti itu. Sudah diingatkan, tetap jalan sendiri. Akhirnya jatuh, sakit, bangkrut, baru menoleh kepada Tuhan.

Padahal itu *BUKAN* rencana Tuhan.
Alkitab jelas mengatakan bahwa “upah dosa adalah maut” (Roma 6:23). Hidup jauh dari Tuhan itu berbahaya karena kita berjalan tanpa arah. Seperti anak bungsu dalam perumpamaan Yesus (Lukas 15:11–24), yang lari dari rumah, menghamburkan harta, dan berakhir di kandang babi. Baru setelah lapar, miskin, ditinggalkan teman-temannya, Alkitab berkata: “Ia sadar akan dirinya.” (Lukas 15:17).

Perhatikan, bukan Tuhan yang bikin dia sengsara. Pilihannya sendiri yang menjerumuskannya.

“Perbuatanmu sendiri mendatangkan malapetaka bagimu” (Yeremia 2:19).

Inilah hukum kehidupan. Kalau kita salah memilih, kita menuai akibatnya (Galatia 6:7).

Namun di balik kesulitan itu, ada satu hal yang bisa jadi titik balik: penderitaan seringkali membuka mata. Seperti anak bungsu itu, penderitaan membangunkan dia. Saat sadar, ia ingat rumah bapanya yang penuh kasih. Ia pulang, dan dipeluk.

Sayangnya, tidak semua orang pulang. Ada yang malah pahit, menyalahkan Tuhan.

Di sinilah pentingnya kita memahami: malapetaka bukan dari Tuhan. Tuhan itu Bapa yang baik (Yakobus 1:17).

Tetapi kalau kita mengabaikan firman-Nya, hidup ini seperti mobil yang dipacu di jalan tanpa rem. Ketika menabrak tembok, sakitnya luar biasa.

Firman Tuhan itu seperti rambu lalu lintas. Kalau kita mau belajar, mendengar dan menuruti-Nya, kita bisa menghindari tabrakan.

“Seluruh Kitab Suci diilhamkan Allah dan memang bermanfaat untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan dan mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian setiap orang diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.” (2 Timotius 3:16–17).

Belajar dari firman itu jauh lebih ringan daripada harus belajar dari penderitaan. Tapi kalau keras kepala, hidup akan mengajar dengan cara yang keras.

Mana yang kita pilih? School of Hard Knocks atau sekolah Firman Tuhan?

Kalau kita jujur, semua orang pernah mengalami benturan. Namun orang bijak tidak berhenti di situ. Kita belajar, bangkit, dan memperbaiki hidup. Kesulitan itu menjadi guru, tetapi guru yang mahal. Mengapa harus menunggu sampai masalah menghancurkan kita baru mau dengar suara Tuhan?

Hidup kita ini berharga. Jangan tunggu sampai di kandang babi baru sadar. Lebih baik buka hati dari sekarang.
Baca firman setiap hari. Dengarkan suara Tuhan. Praktikkan. Hidup akan jauh lebih tenang karena kita dituntun.

Setiap kali membaca kisah anak bungsu, hati saya tergetar. Bagaimana seorang bapak dengan sabar menunggu, tidak menyeret anaknya pulang paksa. Tapi ketika anak itu pulang, sang bapak berlari menyambutnya, memeluk, memulihkan, dan mengadakan pesta. Itulah hati Bapa kita di surga.

Bagi yang sedang di tengah badai hidup, jangan salahkan Tuhan. Arahkan hati kepada-Nya. Gunakan badai ini sebagai alarm untuk kembali. Dan bagi kita yang masih ada kesempatan, belajarlah dari firman, bukan dari pukulan hidup.

Karena sekolah kehidupan memang ada, tetapi sekolah firman jauh lebih murah biayanya. Pilih mana?

“You can learn from God’s Word or from painful experience. Experience is always the most expensive teacher” – Rick Warren.

“Kita bisa belajar dengan mendengar firman Tuhan, atau dengan pengalaman pahit. Tapi pengalaman selalu jadi guru yang mahal.” – Rick Warren.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Apa Arti Kekayaan Yang Sejati?
Bagaimana Saya Bisa Sembuh Dari AutoImun? (Healing Part 4)
Are You Still Alive?