Belajar Memberi Grace: Melihat Orang Lain dengan Kaca Mata Baru
Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra
Belajar Memberi Grace: Melihat Orang Lain dengan Kaca Mata Baru
Ada satu kalimat yang di post sahabat saya Yuliadi, yang mengubah cara saya melihat orang lain:
When you finally learn that a person’s behavior has more to do with their own internal struggle than it does you, you learn grace.
“Ketika kita akhirnya mengerti bahwa perilaku seseorang lebih banyak berhubungan dengan pergumulan dalam dirinya sendiri daripada tentang kita, saat itulah kita belajar memberi anugerah.”
Selama ini kita sering salah paham.
Ada orang yang bicara ketus, marah tiba-tiba, sinis, atau dingin. Spontan kita tersinggung. Pikiran kita langsung berkata: “Dia kenapa sih sama aku?”
Padahal, seringkali masalahnya bukan di kita sama sekali.
Kita tidak pernah tahu apa yang dia alami: mungkin sedang ada masalah rumah tangga, tekanan keuangan, sakit hati, atau bahkan masa lalu yang berat. Semua itu mempengaruhi sikapnya hari itu. Perkataannya hanyalah luapan badai yang sedang berkecamuk di dalam dirinya.
Ketika saya sadar hal ini, hati seperti terbuka. Ada kelegaan.
Kita tidak lagi menempatkan diri sebagai pusat dunia, seolah semua orang bertindak karena kita. Kebanyakan orang sedang bergumul dengan diri mereka sendiri.
Di titik inilah kita belajar memberi grace.
Apa itu grace? Grace adalah anugerah.
Anugerah itu sesuatu yang kita terima dari Tuhan tanpa syarat, gratis, karena kasih-Nya. Bukan hasil usaha kita.
Kalau kita sudah menerima kasih karunia itu dengan iman, otomatis kita dimampukan untuk juga memberi anugerah kepada orang lain.
Memberi grace artinya memberi ruang, tidak cepat bereaksi, memberi pengertian, karena kita sadar kita pun hidup hanya karena kasih karunia Tuhan.
Grace tidak berarti membenarkan perilaku yang salah. Tapi hati kita tidak mudah tersulut, karena kita tahu masalahnya bukan tentang kita.
Grace itu sikap: hati kita tetap lembut walau orang lain sedang berantakan.
“Kasih itu sabar, kasih itu murah hati, kasih tidak menyimpan kesalahan orang lain.”
Kasih seperti ini bukan teori. Ini latihan setiap hari.
Kita dilatih justru saat orang lain tidak sempurna.
Saya belajar berkata dalam hati,
“Mungkin dia sedang letih. Mungkin hatinya terluka. Saya tidak perlu ikut terbawa arusnya.”
Hidup jadi lebih ringan.
Orang yang sudah matang dan mengerti kasih karunia Tuhan tidak gampang marah. Mereka tahu siapa dirinya di hadapan Tuhan, sehingga tidak terguncang oleh sikap orang lain.
Kita hanya bisa memberi grace kalau hati kita sudah kenyang oleh kasih Tuhan.
Seorang teman pernah berkata,
“Kalau kita bereaksi setiap kali ada orang yang salah kepada kita, hidup kita habis hanya untuk memadamkan api di luar. Lebih baik kita belajar memadamkan api di dalam hati dulu.”
Hidup terlalu singkat untuk dihabiskan marah-marah.
Mari kita belajar melihat orang lain dengan cara berbeda.
Daripada tersinggung, lihatlah mereka dengan belas kasihan.
Kadang orang yang paling menyebalkan adalah orang yang paling butuh kasih.
Apakah ini mudah? Tidak. Tapi setiap kali kita memberi grace, kita sedang bertumbuh.
Pelan-pelan, hati kita makin dewasa dan damai sejahtera kita terjaga.
Mungkin inilah maksud Tuhan ketika berkata: “Belajarlah dari-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati.”
Berhentilah berpikir bahwa semua hal tentang kita.
Karena begitu kita sadar: Perilaku orang lain lebih banyak tentang pergumulan mereka sendiri, bukan tentang kita,
kita pun akan hidup lebih damai… dan belajar memberi grace—anugerah yang sudah kita terima dari Tuhan.
“Hurting people hurt people. They are full of pain, and it comes out in what they do and say.” – Joyce Meyer.
“Orang yang terluka cenderung melukai orang lain. Mereka penuh dengan rasa sakit, dan itu keluar melalui apa yang mereka lakukan dan katakan – – Joyce Meyer.
YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama
