Monthly Archives: Jan 2024

Articles, Relationship, Self Motivation

Enjoying God

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Enjoying God

Nyaris semua orang, apalagi di Indonesia, mengaku mengenal Tuhan. Setidaknya pernah berdoa. Tetapi jika diamati, kebanyakan datang kepada Tuhan dengan tujuan tertentu, sebagian besar karena ingin mendapatkan sesuatu.

Berdoa sich… tapi bawa list permintaan panjang. Curhat, klo perlu sedetil-detilnya jangan sampai Tuhan kelewatan, belum tahu…. selesai curhat, langsung amin dan pergi. Lupa jika Allah itu Maha-tahu.

Yang sakit, berdoa minta disembuhkan.
Yang kesulitan ekonomi, minta terobosan, mujizat agar masalahnya bisa menemukan solusi.
Konon masalah manusia hanya ada 2 saja: Keuangan dan Kesehatan.
Berakar dari masalah ini, kemudian melebar ke berbagai masalah lainnya.

Kebiasaan seperti ini kerap diberi istilah: mencari tangan Tuhan. Yang dikejar berkatnya, pertolongannya, apa pun yang bisa didapatkan dari Tuhan, tetapi jarang sekali yang mencari Tuhan karena menginginkan Dia, Sang Allah karena pribadi-Nya.

Bahkan tidak sedikit yang berdoa puasa dengan tujuan ‘memaksa’ Tuhan agar mempercepat jawaban atau bahkan ‘twist His Arm’ – memiting tangan Tuhan, istilah Andrew Wommack, pokoknya Tuhan dipaksain ‘harus’ menuruti kemauan si pendoa, klo perlu sesuai ‘caranya’ si pendoa pula.
Lho …yang Tuhan itu siapa coba?
Guuubbbrrraaaakkkkk………

******
Lalu maunya Tuhan, hubungan kita dengan Dia itu seperti apa sich?
Enjoying Him!

Menikmati Tuhan berarti mengenal Tuhan secara pribadi, mengagumi Tuhan dalam kebesaran & keagungan-Nya, bersukacita dari dalam hati , dan mengabdikan diri kepada-Nya; intinya, menikmati, mengagumi dan mengasihi Tuhan sepenuh hati dan memuji Tuhan atas-Nya.

Allah menggambarkan diri-Nya seperti pokok pohon anggur dan manusia itu ranting-rantingnya. Jika ranting itu menempel pada Pokok Anggurnya, tentu berbuah banyak. Karena ranting itu bisa berbuah karena memperoleh sari-sari makanan yang dibawa oleh Pokok Anggur.

Buah inilah jawaban doa kita, apa pun yang kita butuhkan, apa pun yang kita hasilkan, bukan hanya untuk diri kita sendiri tetapi juga supaya bisa dinikmati oleh orang-orang lain.

Jikalau kita tinggal di dalam Allah dan firman-Nya tinggal di dalam kita, mintalah apa saja yang kita kehendaki, dan kita akan menerimanya, ini prinsipnya.

“Karena itu sebelum kita meminta kepada Allah, “Allah akan tinggal di dalam kita dan kita tinggal di dalam Allah”…Ini harus keduanya, bukan salah satu.
Kalau “Tuhan tinggal di dalam aku” saja, maka pribadi dan kapasitas Tuhan hanya sebatas kita saja sebagai wadahnya… Tetapi kalau juga “aku tinggal di dalam Tuhan”, maka kita akan tenggelam di dalam kapasitasnya Tuhan.
Keduanya itu harus terjadi, sebab apa yang ada di dalam kita dan apa yang di luar kita yang tidak bisa kita kendalikan, harus ada Tuhan di sana, sebab ini adalah bentuk relasi yang saling terkait antara kita dengan Tuhan,” ujar sahabat saya, Andreas Hartanto, yang konsisten mengomentari Seruput Kopi Cantik sehingga makin berbobot. Thanks bro!

Wuiih… apiik. Allah itu Maha-Kaya, apa pun yang kita butuhkan itu sangat mudah untuk dipenuhi.
Tetapi yang Tuhan inginkan, agar kita tinggal di dalam Dia dan Dia di dalam kita.
Apa artinya?
Nikmati Dia – Enjoying God, sebagai Pribadi yang kita kasihi, kita inginkan, yang sungguh-sungguh membuat hati kita berkobar-kobar ingin mengenal-Nya, bersama Dia, kita menggali firman-Nya sebagai cara untuk berkomunikasi, bercakap-cakap, memahami-Nya….. Because I Want Him. Only Him!

Bukan berdoa dan membaca firman karena terpaksa, kewajiban, demi doa dan kebutuhan terpenuhi serta terjawab… Bukan itu….

Kita menggali firman-Nya karena ingin mengenal-Nya lebih dalam lagi, karena kita mengasihi, mencintai Dia sepenuh hati. Perkataan-Nya kita tinggikan, hargai, dengan antusias kita lakukan because I love Him….. karena kita mengasihi-Nya….
Sepenuh hati kita mengagungkan Dia, mengaguminya dan bersyukur atas segala anugerah-Nya yang sesungguhnya tidak layak kita terima.

Hitung berkat-berkat, pertolongan-pertolongan-Nya, siapa kita sebelum mengenal-Nya…. saat mengingatnya, terlebih lagi meluap rasa syukur yang tulus dari dalam hati kita.
*Kita pun hidup dalam damai, sukacita, aman, yakin segala kebutuhan kita tercukupi tepat pada waktunya bahkan berkelimpahan, dan sebagian memang masih on the way – dalam perjalanan, tetapi PASTI terpenuhi. Pikiran kita senantiasa tertuju kepada-Nya.*
Wow…. luar biasa bukan?

“Siapakah aku ini Tuhan, Jadi biji Mata-Mu…. dengan apakah kubalas Tuhan? Selain puji dan sembah Kau….”, ujar Raja Daud.

Saat kita mengasihi Allah seperti itu, apa sich yang tidak Dia berikan untuk kita? Bahkan yang tidak terpikirkan pun Tuhan anugerahkan melampaui pemikiran kita.

Ketika kita berada di dalam Dia & Dia di dalam kita, tentu saja buah kita manis, masak, lebat dan memberkati banyak orang. Melayani orang lain bukan dengan kemampuan serta kehebatan kita, melainkan dengan mengalirkan kelimpahan karena hubungan pribadi kita dengan Allah yang sedemikian intens dan dalam. Kelimpahan dari Allah inilah, yang menjadi jawaban bagi dunia di sekeliling kita.
Inilah artinya menjadi bejana yang mengalirkan Dia.

Mau? Yuk…..

Delight yourself also in the Lord, and He will give you the desires and secret petitions of your heart.

Bergembiralah juga karena Tuhan, dan Dia akan mengabulkan keinginan dan permohonan rahasia yang tersimpan dalam hatimu.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles, Relationship, Self Motivation

Right Thinking VS Wrong Thinking.

 

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Right Thinking VS Wrong Thinking.

My son, give attention to my words; let your ear be turned to my sayings.
Let them not go from your eyes; keep them deep in your heart.
For they are life to him who gets them, and strength to all his flesh.
And keep watch over your heart with all care; so you will have life.

Hai anakku, perhatikanlah perkataanku, arahkanlah telingamu kepada ucapanku;
janganlah semuanya itu menjauh dari matamu, simpanlah itu di lubuk hatimu.
Karena itulah yang menjadi kehidupan bagi mereka yang mendapatkannya dan kesembuhan bagi seluruh tubuh mereka.
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

Inilah nasehat dari Raja Salomo (Sulaiman), yang terkenal sebagai manusia paling kaya dan paling bijak yang pernah ada di muka bumi ini.

Mengapa Salomo wanti-wanti agar kita memperhatikan kata-katanya; biarkan telingamu tertuju pada perkataannya?
Karena sesungguhnya, setiap hari kita mendengarkan bermacam-macam suara. Entah dengan sengaja mau pun tidak.
Suara yang kita dengarkan, tinggikan, hargai, akan menentukan ending kita di mana.

Dunia sekarang begitu uniknya, sehingga para tokoh, para pakar, ilmuwan alias scientist pun, kesulitan menentukan benar dan salah.
Mereka bingung menentukan antara pria dan wanita…
Padahal sebagian besar dari mereka juga orang-orang yang mengaku percaya Tuhan, tokoh agama yang dihormati di kalangan international, tetapi lupa untuk kembali kepada apa yang Tuhan ajarkan.
Itulah sebabnya jadi bingung & galau.

Firman Tuhanlah kebenaran yang Hakiki, tidak pernah berubah: tetap sama dahulu, sekarang dan selama-lamanya.

Ada seorang pria yang ‘merasa‘ dirinya adalah wanita.
Lalu dengan pertimbangan perasaan itu, akhirnya dokter bersedia melakukan operasi menjadikannya wanita tiruan. Tetap tidak bisa menstruasi atau pun punya anak.

Jika kembali kepada kebenaran Allah, pria dan wanita itu sudah berbeda dari saat dia diciptakan.
Pria memiliki kromosom XY sedangkan wanita memiliki kromosom XX.
Sudah beda dari sononya.
Klo ada pria yang merasa dirinya wanita, mudah sekali…. check saja Kromosomnya: XX or XY, langsung terlihat bedanya.
Klo kromosomnya XY, biar pun perasaannya merasa wanita, ya tetap putuskan dia itu pria.
Sekarang ubah pikirannya yang melenceng, otomatis perasaannya pun berubah: sadar dia pria.
Tetapi anehnya, begitu banyak orang-orang pintar yang BLUR melihatnya….

Your thoughts have Power. You can’t control what you feel, but you can influence your feelings through your thoughts. – Gregory Dickow.

Pikiran Anda memiliki Kekuatan. Anda tidak dapat mengontrol apa yang Anda rasakan, namun Anda dapat memengaruhi perasaan Anda melalui pikiran Anda. -Gregory Dickow.

Perasaan itu Selalu Berubah, tergantung apa yang Dipikirkan.
Jika pikirannya salah (Wrong Thinking), maka perasaannya pun salah.
As simple as that….
Betulkan pikirannya (Right Thinking), maka perasaannya juga benar.

Itulah sebabnya Salomo mengingatkan, perhatikan apa yang kamu dengar, itu akan menentukan kehidupan bagi siapa yang menerimanya, dan kekuatan bagi seluruh tubuhnya atau sebaliknya membawa kematian dan kelemahan bagi tubuhnya.

******
Pernahkah kita merenungkan, mengapa Adam & Hawa bisa jatuh ke dalam dosa?
Mereka hidup di Taman Eden yang luar biasa baiknya. Semua tercukupi, tanpa ada penyakit, kriminal dll.
Sangat… sangat… baik….
Koq bisa terpikat oleh tipuan si ular alias si musuh & si iblis.

Awalnya si ular menyampaikan kata-kata salah… Hawa mendengarkannya sekali, dua kali, tiga kali….
Lalu Hawa mulai memikirkannya….
Lama-lama koq kelihatannya masuk akal juga ya….
Hawa mulai curiga, Allah belum memberikan yang terbaik untuk mereka dan mereka belum seperti Allah.
Padahal sesungguhnya, mereka SUDAH diciptakan serupa & segambar dengan Allah.
Makin dipikir, makin tergoda….
Itulah proses terjadinya Wrong Thinking (pikiran yang salah).

Sesuatu yang salah, ketika terus menerus didengar, lama-lama hal yang salah itu diterima sebagai ‘kebenaran’, lalu diterima.

Merenungkan Wrong Thinking- pikiran yang salah, menyebabkan pula perasaan yang salah, akhirnya mengambil keputusan yang salah pula…

Wrong Thinking = Unrenewed Mind. Pikiran yang belum diperbaharui selaras dengan firman Tuhan.

That’s why berhati-hatilah, siapa yang kita dengarkan, siapa yang kita mintai nasehat, buku apa yang kita baca, post siapa yang kita renungkan dst…dst…
Semua itu akan menentukan, hidup kita berkemenangan atau justru kalah.

Banyak orang-orang yang mengaku percaya kepada Tuhan, setiap hari berdoa dan tekun beribadah, tetapi meniru-niru dunia. Why?
Karena mereka tidak memperoleh pewahyuan dari Tuhan.
Mereka kesulitan menentukan dan memilih yang benar dan yang salah.
Itulah sebabnya mereka lari mencari hikmat dunia.

I have been there….
Dahulu saya pun begitu….
Sampai saya sekolah dan digembleng 6 tahun, ada sesuatu yang berbeda.
Entah bagaimana, sekarang hidup bagaikan Hitam & Putih. Nampak jelas perbedaannya…
Saat belajar topik ini, saya sadar, mengapa demikian?
Karena setiap hari digembleng untuk fokus firman, berbagai tugas terutama saat mengajar, mau tidak mau harus menyiapkan, memikirkan, merenungkan dan memperkatakan kebenaran firman Tuhan.
Dikelilingi oleh teman-teman yang mengejar Tuhan dan menghidupinya.

Ternyata inilah kunci agar hidup kita memiliki fondasi kebenaran, dan hidup kita bisa mengalami hidup di bumi seperti di surga.
Tidak ada rumus dahsyatnya, hanya fokus kepada Tuhan dalam keseharian kita serta memilih untuk meninggikan Dia, taat serta sadar akan kehadirannya.
Istilah ringkasnya: Living in God’s Way….

Dunia butuh tuntunan dari kita, orang-orang yang mengenal Tuhan secara pribadi. Biarkan hidup kita menjadi demonstrasi kebaikan-kebaikan Tuhan.
Jagalah hati kita dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

JadIlah orang yg memiliki pewahyuan teratas dan beranilah mengatakan kebenaran Tuhan, sehingga kita dapat memberi terang kepada orang lain.
Namun pastikan integritas dan karakter kita mendukung, sehingga tidak menghalangi pengaruh & kepemimpinan kita kepada orang lain.
Nama Tuhan dipermuliakan melalui kita.

Siap praktik? yuk…..

People don’t see the light of the stars when there are clouds in the sky. That doesn’t mean they’re not shinning. And when the clouds dissapear, The Star will brighten the whole world with the light that they carry.”

“Orang tidak melihat cahaya bintang ketika ada awan di langit. Itu tidak berarti bintang-bintang itu tidak bersinar. Ketika awan menghilang, Sang Bintang akan menerangi seluruh dunia dengan cahaya yang dibawanya .”

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles, Christianity, Relationship, Self Motivation

Oleh-Oleh dari Ps John Donnelly – Susan & P. Dolfi – B. Nini.

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Oleh-Oleh dari Ps John Donnelly – Susan & P. Dolfi – B. Nini.

P. Dolfi & B. Nini dengan berapi-api sharing perjumpaannya dengan Pastor John Donnely & Susan, istrinya. Beliau datang ke Indonesia tahun lalu dan sungguh memukau, pernah membangkitkan worship leader yang meninggal di Vietnam.
Kedekatannya dengan Tuhan, terpancar melalui kuasa dan firman demi firman yang meluncur dari bibirnya.
Seperti khasnya tokoh-tokoh Charis lainnya, Ps. John & Susan sangat sangat rendah hati.
Bahkan beliau berdua berkenan untuk menjadi mentor P. Dolfi & B. Nini…. wow….
Mengapa istimewa?
Karena Ps. John itu mementori semua direktur Charis dunia, termasuk CEO Charis Bible College (CBC): Billy Epperhart.
Demikian P. Dolfi dan B. Nini menceritakannya.

Ps. John mengingatkan, karena Petrus fokus memandang kepada Yesus, maka bayangannya mampu menyembuhkan orang-orang yang sakit. (Kis 5:15).
Yang menarik, tidak ada usaha atau niatan dari Petrus supaya bayangannya menyembuhkan orang sakit.
Petrus hanya fokus memandang kepada Yesus, dan sesuatu yang tidak terpikirkan dan belum pernah terjadi sebelumnya, di sepanjang sejarah pun, terjadi: bayangan Petrus menyembuhkan orang sakit.
Yesus pun belum pernah melakukannya, bayangannya menyembuhkan orang sakit.

Dengan cara yang sama: saat kita fokus memandang Tuhan, Dia pun akan memakai kita, untuk mengerjakan rencana besar-Nya, yang tidak terpikirkan oleh kita. Bahkan yang belum pernah ada, di sepanjang sejarah.

“Lho itu kan Petrus, murid Yesus, Bu Yenny?”

Yohanes 14:12 (TB) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;

Disambung dengan janji lainnya:
Yohanes 14:13-14 (TB) “dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.
Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.”

Pilihannya ada di tangan kita:
Mau gak bayar harga fokus pada Tuhan?
– Bersediakah kita menjadi bejana yang berkenan dipakai-Nya?

*****
Ps. John berpesan, “Jangan meniru siapa pun! Bahkan jangan meniru Andrew Wommack! Cukup ada 1 Andrew Wommack. Jadilah dirimu sendiri yang unik dan tak tergantikan.”

Hahaha… saat Ps John ke Indonesia, juga mendoakan saya tentang ini. Karena begitu sering saya merasa “bukan siapa-siapa dan saat membandingkan diri dengan orang lain, duh.. koq saya gak sehebat si A, B, C, D….. ya?”

Padahal waktu itu saya berpikir, koq nubuatan Ps. John untuk teman-teman dahsyat sekali, buat saya koq justru tentang percaya diri saja?
Malu saya…. ternyata itu memang yang paling pas buat saya.
Masalah terbesar saya….

Nach, Petrus luar biasa kuncinya hanya PANDANG TUHAN, FOKUS! ini saya bisa copy, tiru, teladani….
Dan kita semua bisa kan?
(Tapi klo yang hebat-hebat dan rumit, saya ga bisa….)

Selebihnya, biar Tuhan yang berkarya.
Saya hanya menyediakan diri, Bersedia Menjadi Bejana yang Mengalirkan Tuhan.
It’s all about God NOT me……

Ternyata B. Nini juga idem dengan saya, suka merasa keccciiiilll….

Ps John memberi ayat:
Mikha 5:2 (TB) (5-1) Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.

Betlehem itu terkecil, tetapi disanalah Yesus, Sang Juruselamat dunia itu lahir….
Yeaaaaayyyyy…….

Pesannya: Jangan merasa kecil lagi karena Kristus ada di dalam kita.
Kitalah Alkitab yang terbuka, surat terbuka yang dibaca oleh banyak orang….
Dunia membutuhkan bukti bahwa kehidupan orang-orang yang mengandalkan Tuhan itu berbeda….
Kitalah percontohan, Duta Allah di dunia ini.

Hati pun ikut excited dan thrill- berkobar-kobar mendengarnya. Konon tanda Tuhan sedang menjamah…
Jika gembala saya mendapat sesuatu, berarti jemaatnya juga kebagian. Seberapa yang kita dapat, bukan tergantung Tuhan, tetapi berapa banyak kita bersedia mengambilnya…

Mungkin ada yang protes, “Kan itu untuk P. Dolfi & B. Nini?”
Tahukah kita bahwa nubuatan untuk mendirikan sekolah di Indonesia, sesungguhnya bukan diberikan kepada P. Irwan & B. Angeline, tetapi diberikan kepada orang Indonesia lainnya.
Tetapi orang itu tidak melakukan apa-apa dan tidak tergerak untuk merealisasikannya.
Justru P. Irwan & B. Angeline yang berada di dekatnya, yang meraih, menerima dan termotivasi karenanya.
Akhirnya, merekalah yang merealisasikannya dan Tuhan menuntun setiap langkah mereka.
Dengan cara pikir yang sama, mengapa kita tidak ikut termotivasi dan ‘grab‘ – meraih nubuatan besar yang Tuhan berikan?.

Mark 11:24 (KJV) Therefore I say unto you, What things soever ye desire, when ye pray, believe that ye RECEIVE them, and ye shall have them.

Markus 11:24 (TB) Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.

Kata Receive itu dalam Bahasa Yunani Lambano, mempunyai arti ‘To Take’ artinya Mengambil.

Anugerah Tuhan untuk setiap orang sama rata & sama rata, seperti air terjun yg mengalir siang & malam… tergantung masing-masing kita mau menerima seberapa banyak?
Semua itu tergantung kapasitas setiap kita untuk menampung Anugerah Tuhan.

Kalau kapasitas kita hanya segelas, diberi segalon juga tumpah….
Tugas kita adl memperbesar kapasitas.
Caranya?
Nempel Gusti Allah, melalui doa & menggali firman-Nya, lalu bertindaklah menghidupinya.

******
Di Doa Pagi Berbahasa Lidah (BBL) sekarang ada pelajaran 15 menit sebelum berdoa.
Kerinduan kami agar pelajaran 15 menit ini bisa direkam.

Yang tidak terduga, P. Henry dari Bandung join doa BBL. Konon dulunya Batman, malam kerja, pagi tidur. Yang dahsyat, sejak ikut BBL jadi normal.
Bahkan tanpa diminta, dengan antusias P. Henry merekam tidak hanya pelajaran 15 menit saja, tetapi sejak pagi saat zoom dibuka, sudah mulai direkam.  Obrolan kita semua direkam…. P. Henry berjanji, setiap minggu pelajaran 15 menit akan dijadikan satu. Wow…. ini melebihi apa yang kami impikan & harapkan.

Hari ini saya mengulang mendengarkan obrolan pagi ini, bagaimana P. Dolfi & B. Nini sharing tentang Ps. John dan….. saya sangat, sangat, sangat diberkati. Ternyata berbeda dengan dunia, yang diomongin semua tentang firman, that’s why hidup kami berubah…
Thanks P. Hendry!

Saya belajar dan membuktikan, ketika kita menjalankan visi Tuhan, provision tersedia. Tuhan yang mencukupkan apa pun yang kita butuhkan.
Sungguh mengagumkan….

Yuk ikut Doa BBL dan jadi Duta Allah, demonstrasi kebaikan Allah bagi dunia ini….

God will use you as a VESSEL for His Glory. As you continue to fix your eyes on Jesus, HIS GRACE will be evident in every area of your life.

Tuhan akan menggunakan Anda sebagai BEJANA untuk Kemuliaan-Nya. Saat Anda terus memusatkan perhatian pada Yesus, ANUGERAHNYA nyata dalam setiap aspek kehidupan Anda.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles, Relationship, Self Motivation

Sudahkah Menginventarisasi Berkat-Berkat Kita?

Seruput Kopi Cantik

Yenny Indra

Sudahkah Menginventarisasi Berkat-Berkat Kita?

P. Dolfi & B. Nini ke England & Scotland.
Mereka kirim foto dengan gaya yang sama, di tempat yang sama: The Kelpies, saat P. Indra & saya ke Scotland dengan note:
“Ikutin Gaya Senior…” 
Kami ke sana Oktober 2016 & mereka Januari 2024.
“Thanks Ci Yen/P. Indra sudah recommended tempat ini.”

Saya selalu cinta Eropa karena di tempat-tempat wisatanya, banyak kisah-kisah yang menarik untuk ditulis. Bukan sekedar cantik.

The Falkirk Wheel, contoh paling menarik dari teknik abad ke-21 di Skotlandia. The Falkirk Wheel merupakan satu-satunya perahu pengangkat berputar di dunia – perahu pengangkat setinggi 115 kaki yang menghubungkan Kanal Forth dan Clyde dengan Union Canal.

Nach di samping Kanal Clyde dan Forth serta di dekat Sungai terdapat patung kepala kuda setinggi 30 meter yang disebut  The Kelpies Dibangun pada tahun 2013, Kelpies mewakili mitos kuda air dan mewakili peran kuda dalam industri, pertanian, dan kuda derek untuk kanal. Orang-orang Scotland mirip orang Asia, percaya yang mistik-mistik.

Archimedes Falkirk wheel & Kelpies di waktu malam dengan lampu menyala. Naik boat d Falkirk Wheel lalu boat diangkat ke atas, memasuki castle wow… sungguh menarik, penerapan Hukum Archimedes.
Unik ya?

Wuih jadi kangen…ke England, Scotland & Ireland.
United Kingdom (UK) punya kesan khusus di hati saya.

GIFT dari Tuhan, 2X saya menang undian Danamon Manchester United (Danamon MU).
Konon saya satu-satunya nasabah yang menang 2X, plus pada kedua kesempatan itu, bisa bertemu dan berfoto dengan Full Team Pemain Manchester United : 2013 dan 2016 dapat tanda tangan mereka pula. Lengkap!

Robin Van Persie yang ganteng, Rooney, Pogba pemain termahal di dunia saat itu dsb.
Tidak semua pemenang bisa bertemu full team lho… klo mereka sedang bertanding keluar, ya cuma bisa lihat lapangannya saja. Kami tour hingga ke tempat latihan mereka di Carrington Training Ground, dilanjut ke Old Trafford Stadium yang terkenal.

Kami berkesempatan pula mengunjungi The Old Course @ St. Andrews, yang dijuluki The Old Lady, lapangan golf tertua di Scotland, yang terkenal sebagai the Home of Golf (Rumah Golf) karena suatu alasan. Lekukan, punuk, dan tonjolan yang ditemukan di Old Course hampir semuanya alami. Domba bersarang di lereng bukit di sekitar bunker. Angin yang berhembus selama berabad-abad menggeser daratan dan membentuk cekungan dengan kemiringan khusus yang ditemukan di fairways.

“Hole ke-17 adalah lubang tersulit di dunia,” Sorley menegaskan. “Bahkan pemain terbaik pun tahu bahwa ada kemungkinan mereka akan gagal di sana. Jaraknya 495 yard, dan melawan angin, permainannya seperti par 5. Ada begitu banyak bahaya di hole itu.”

Hole ke18 terkenal dalam sejarah St. Andrews, ada beban tambahan yang bagi banyak orang, mencapai hole ke-18 The Old Course, yang menandai terpenuhinya impian seumur hidup mereka. Sedemikian uniknya lapangan Golf yang dibangun pada abad ke 14 ini.

P. Indra & Christian, putra saya, suka golf. Karenanya, mengunjungi Old Course St. Andrews menjadi sangat berkesan.
Golf itu satu-satunya olahraga, yang lapangannya tidak ada yang sama di seluruh dunia. Itu yang membuat Golf menarik. Dan kunci kemenangannya adalah menaklukkan diri sendiri.

********
Mengenang perjalanan travelling itu membuat hati saya berkobar-kobar… Hepi banget! Kami sudah mengunjungi lebih dari 60 negara di dunia.
Hhhmmm…. mungkin dari sononya, cita-cita saya memang ingin keliling dunia.

Sadar sekali, ini Anugerah Tuhan. Kami dapat privilege karena anugerah-Nya semata. Setiap kita punya kerinduan yang berbeda, di situlah Tuhan menempatkan masing-masing kita untuk menggenapi tugas yang berbeda pula.
Salah satu yang saya sukai saat travelling jalan sendiri tanpa tour, kami lebih bergantung kepada Tuhan. Pertolongan dan penyertaan Tuhan begitu nyata melalui berbagai mujizat. Hingga pernah nyaris mati di Western Australia, saat mobil kami selip dan semalaman tinggal di mobil di padang belantara.

Bukankah begitu banyak ‘kebetulan-kebetulan’ serta pertolongan Tuhan yang kita alami dalam hidup ini?
Orang bijak berkata, itu cara Tuhan agar tetap anonim.
Pertanyaannya:
Sudahkah kita menghitung berkat-berkat Tuhan dalam kehidupan kita?

Tuhan mengajarkan agar kita mendirikan Menara Peringatan untuk mencatat berbagai kebaikan Tuhan dalam kehidupan kita.
Saya memilih menulisnya di Seruput Kopi Cantik dan posting di sosial media, agar dapat berbagi kebahagiaan dengan teman-teman serta menjadikannya Warisan yang Abadi.
Tulisan tetap bisa dibaca, meski penulisnya sudah tiada.
Konon manusia tetap hidup, selama namanya masih disebut orang.

P. Joachim Huang memberi saya pepatah kuno:
“Seburam-buramnya tinta, masih lebih baik daripada ingatan.”
Artinya, jika tidak ditulis, direview ulang, ingatan manusia begitu pendeknya. Kerap lupa pada kebaikan dan pertolongan Tuhan. Karena itu, tulislah!

Tidak sedikit pula, yang merasa, jika orang lain berbuat baik dan menolongnya, itu sudah sewajarnya.
Fokusnya kurang teruuuusss….perhatiannya pada hal-hal yang negatif dan tidak pernah merasa cukup.

Padahal Prinsip Kehidupan tidaklah demikian.
Semakin kita bersyukur, semakin banyak hal-hal yang bisa kita syukuri.
Syukur itu pula cara kita berterimakasih kepada Tuhan dan merupakan ungkapan kasih kita kepada-Nya.

Hidup tidak selalu mudah. Musuh kerap menghadang, menjegal, berusaha menjauhkan kita dari Tuhan.
Saat terbiasa bersyukur, mencatat kebaikan-kebaikan Tuhan, meski situasi yang kita hadapi seolah tanpa harapan, badai nampak begitu menggelora, namun kita diingatkan hal yang sederhana:
“kalau dulu aku ditolong Tuhan meski situasi begitu mustahil dan jalan buntu, sekarang aku pasti ditolong juga….”

Caranya?
Prinsipnya: Apa saja yang kita minta dan doakan, percayalah bahwa kita telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepada kita.

Percaya bahwa kita telah menerimanya, itu bagian kita. Menerima itu dalam hati, dalam roh. Kita yang harus melakukannya.

Maka hal itu akan diberikan kepada kita, itu bagian Tuhan. Dia yang memanifestasikan jawaban doa di alam natural.

Percaya saja. Gak usah mereka-reka bagaimana cara Tuhan menjawab doa kita. Stress nanti, akibatnya justru muncul ketidakpercayaan alias Unbelief, karena mencoba mengukur Allah dengan cara pikir kita yang terbatas.
Dia punya sejuta cara yang melampaui pemikiran kita.
He..he..he… otak kita yang hanya sebesar kacang, ‘Your Peanut Brain’, kata guru-guru Charis, gak bakalan paham.
Jadi cukup Percaya Saja.
Allah selalu bisa diandalkan!

Praktik yuk…..

Count your Blessings, name them one by one. Many Blessings see what God has done. Thank You Lord for Blessings much more than I deserve.

Hitung Berkatmu, sebutkan satu per satu. Banyak Berkat yang menunjukkan apa yang telah Tuhan perbuat. Terima kasih Tuhan atas berkat yang jauh lebih daripada yang layak saya terima.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

 

Read More
Articles, Travelling

LEEDS – UNITED KINGDOM ( Oktober 2016)

 

LEEDS – UNITED KINGDOM ( Oktober 2016)

Leeds kota yang tidak terlalu besar seperti London, kompak antara old town dan new town. Semula sempat ragu, apakah kami akan mengunjungi Leeds dalam perjalanan ke kota tua York, atau tidak. Kopor menjadi problem kami. Untunglah saudari seiman kami, sis Riama Woods yang sudah menjadi warga kota Leeds sejak tahun 2005, meyakinkan bahwa ada tempat penitipan kopor (left luggage service) di stasiun Leeds. Leeds layak untuk dikunjungi, bujuk sis Ria. Harga tergantung lamanya penitipan kopor. Jadilah kami menitipkan kopor dan mengunjungi kota Leeds nan cantik.

“Kita bertemu dekat toko Sainsburry stasiun Leeds,” demikian saran sis Ria, “karena tempat penitipan kopor ada di sebelahnya”. Saat kami sedang mencari-cari tempat yang dimaksud, dari arah samping sis Ria menghambur memeluk dan menyambut dg ciumannya. Ah…senangnya bertemu sahabat di negara orang. Selesai menitipkan kopor, segera kami memulai petualangan menikmati keindahan kota Leeds.

Dari townhall, menyusuri cathedral, fresh market yang menjadi icon penting kota Leeds lalu berbagai tempat cantik lainnya hingga ke Arena-gedung pertemuan Leeds baru nan indah. Sis Ria dengan lincah menceritakan keindahan kota Leeds dan menunjukkan tempat-tempat unik, bahkan tempat cantik di sudut kota yang tidak saya temukan ketika browsing dari Indonesia. Kami pun makan siang di sebuah mall baru yang berada tersembunyi di tengah old town. Wow … ada hiasan kuda cantik di dalamnya. Kami segera mengambil pose dan gambar. “Ini copy pose saya dengan sis Vanessa beberapa waktu lalu,” sis Ria menjelaskan pengalamannya dengan sis Vanessa, sahabat kami dari Belgia, saat kami berpose di depan patung kuda.
Dalam waktu yang singkat, padat dan efisien, kami menikmati keindahan kota Leeds. Semua karena ada pemandu yang mengenal kota Leeds dan sahabat yang mengasihi, sehingga merancang yang terbaik untuk kami. Tentunya hal ini sulit direalisasikan kalau kami jalan sendiri. Harus mencari lokasi tepatnya, meski sudah dibantu oleh GPS. Butuh waktu lebih lama dan harus berpikir lebih berat. Thanks sis Ria!

Bukankah kehidupan juga seperti itu? Kita belum pernah mengunjunginya. Tidak pernah tahu jalan, belokan, rintangan dan masalah apa yang akan kita hadapi di masa depan. Namun ketika kita memiliki “Sang Pemandu”, jalan yang harus ditempuh menjadi cepat, lancar dan efisien. Dia tahu jalan singkat, aman serta terbaik untuk kita.

Sang Pemandu, Tuhan kita, mengarahkan melalui firman yang tertulis dalam kitab suci. Semakin dekat hubungan kita, maka suara-Nya makin nyaring terdengar. Memudahkan memahami petunjuk-petunjuk-Nya, jalan hidup kita semakin lancar karena kita peka saat Dia mengarahkan serta mentaatinya. Perjalanan bisa dinikmati dengan peraaan aman karena ada Pemilik yang mengenal seluk beluk tempat yang kita lewati. Tidak perlu berat berpikir dan mencemaskan perjalanan. Banyak kejutan indah kita temukan, -seperti indahnya mall modern di tengah kota tua, yang tidak pernah saya termukan informasinya- sesuatu yang tidak pernah saya pikirkan sebelumnya, ditunjukkan oleh Sang Pemandu sehingga kita menikmatinya.

Belajar dari pengalaman di atas, mari kita lebih mendekatkan diri pada Sang Pemandu Kehidupan dengan mempelajari dan menghidupi firman-Nya. Hidup akan jauh lebih mudah, indah, menarik, bahagia, utuh, penuh serta memuaskan.
Mengapa harus memilih jalan sendiri yang penuh kesulitan, jika ada Pemandu yang handal?

YennyIndra
Traveller, Family Growth Inspirator,
Co-Founder PIPAKU MPOIN

Leeds kota yang tidak terlalu besar seperti London, kompak antara old town dan new town. Semula sempat ragu, apakah kami akan mengunjungi Leeds dalam perjalanan ke kota tua York, atau tidak. Kopor menjadi problem kami. Untunglah saudari seiman kami, sis Riama Woods yang sudah menjadi warga kota Leeds sejak tahun 2005, meyakinkan bahwa ada tempat penitipan kopor (left luggage service) di stasiun Leeds. Leeds layak untuk dikunjungi, bujuk sis Ria. Harga tergantung lamanya penitipan kopor. Jadilah kami menitipkan kopor dan mengunjungi kota Leeds nan cantik.

“Kita bertemu dekat toko Sainsburry stasiun Leeds,” demikian saran sis Ria, “karena tempat penitipan kopor ada di sebelahnya”. Saat kami sedang mencari-cari tempat yang dimaksud, dari arah samping sis Ria menghambur memeluk dan menyambut dg ciumannya. Ah…senangnya bertemu sahabat di negara orang. Selesai menitipkan kopor, segera kami memulai petualangan menikmati keindahan kota Leeds.

Dari townhall, menyusuri cathedral, fresh market yang menjadi icon penting kota Leeds lalu berbagai tempat cantik lainnya hingga ke Arena-gedung pertemuan Leeds baru nan indah. Sis Ria dengan lincah menceritakan keindahan kota Leeds dan menunjukkan tempat-tempat unik, bahkan tempat cantik di sudut kota yang tidak saya temukan ketika browsing dari Indonesia. Kami pun makan siang di sebuah mall baru yang berada tersembunyi di tengah old town. Wow … ada hiasan kuda cantik di dalamnya. Kami segera mengambil pose dan gambar. “Ini copy pose saya dengan sis Vanessa beberapa waktu lalu,” sis Ria menjelaskan pengalamannya dengan sis Vanessa, sahabat kami dari Belgia, saat kami berpose di depan patung kuda.
Dalam waktu yang singkat, padat dan efisien, kami menikmati keindahan kota Leeds. Semua karena ada pemandu yang mengenal kota Leeds dan sahabat yang mengasihi, sehingga merancang yang terbaik untuk kami. Tentunya hal ini sulit direalisasikan kalau kami jalan sendiri. Harus mencari lokasi tepatnya, meski sudah dibantu oleh GPS. Butuh waktu lebih lama dan harus berpikir lebih berat. Thanks sis Ria!

Bukankah kehidupan juga seperti itu? Kita belum pernah mengunjunginya. Tidak pernah tahu jalan, belokan, rintangan dan masalah apa yang akan kita hadapi di masa depan. Namun ketika kita memiliki “Sang Pemandu”, jalan yang harus ditempuh menjadi cepat, lancar dan efisien. Dia tahu jalan singkat, aman serta terbaik untuk kita.

Sang Pemandu, Tuhan kita, mengarahkan melalui firman yang tertulis dalam kitab suci. Semakin dekat hubungan kita, maka suara-Nya makin nyaring terdengar. Memudahkan memahami petunjuk-petunjuk-Nya, jalan hidup kita semakin lancar karena kita peka saat Dia mengarahkan serta mentaatinya. Perjalanan bisa dinikmati dengan peraaan aman karena ada Pemilik yang mengenal seluk beluk tempat yang kita lewati. Tidak perlu berat berpikir dan mencemaskan perjalanan. Banyak kejutan indah kita temukan, -seperti indahnya mall modern di tengah kota tua, yang tidak pernah saya termukan informasinya- sesuatu yang tidak pernah saya pikirkan sebelumnya, ditunjukkan oleh Sang Pemandu sehingga kita menikmatinya.

Belajar dari pengalaman di atas, mari kita lebih mendekatkan diri pada Sang Pemandu Kehidupan dengan mempelajari dan menghidupi firman-Nya. Hidup akan jauh lebih mudah, indah, menarik, bahagia, utuh, penuh serta memuaskan.
Mengapa harus memilih jalan sendiri yang penuh kesulitan, jika ada Pemandu yang handal?

YennyIndra
Traveller, Family Growth Inspirator,
Co-Founder PIPAKU MPOIN

Read More
1 2 3 4 5