Monthly Archives: Dec 2022

Articles

Basic CEO Training

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Basic CEO Training

Everything God is doing in you and through you right now is perfect preparation for the future that only He can see.

Segala sesuatu yang Tuhan lakukan di dalam Anda dan melalui Anda pada saat ini adalah persiapan yang sempurna untuk masa depan Anda, yang hanya dapat dilihat oleh-Nya.

Quotes ini benar-benar mengingatkan, menempelak dan mengubah cara saya menyikapi kehidupan.

Bertahun-tahun lalu, saya menganggap, dalam hidup sayalah yang harus merancang masa depan dan kesuksesan saya dan keluarga.
Kalau bukan saya yang menciptakannya, lalu siapa lagi!?
Kalimat retorikanya begitu…

Oleh sebab itu, berburu buku-buku tentang cara menjadi sukses, kaya dan ikut berbagai seminar, merupakan cara untuk merealisasikannya.

Apakah saya berdoa dan beribadah?
Tentu saja. Sejak 38 tahun lalu saya sungguh-sungguh mengikuti-Nya. Baca firman itu pasti.
Tetapi semua keputusan, tergantung pemikiran kami sendiri, apa yang terbaik menurut logika kami.
Saat ada masalah, bertanya kepada orang-orang yang sudah berpengalaman dan meniru cara mereka dalam menyelesaikan masalah.
Hidup kami ya tidak jauh berbeda dengan hidup orang-orang di sekeliling kami.

Lalu apa peran Tuhan?
Saya meminta-Nya memberkati rencana-rencana saya.
Ketika berbeban berat, saya mencomot Janji-janji-Nya yang pas dengan situasi yang saya alami, saya hafalkan, deklarasikan dan dijadikan seperti mantra.

Meski pun cara saya gak benar, Tuhan tahu hati saya mengasihi-Nya.
God is good, all the time.
Allah menemui setiap kita di level iman yang kita miliki.

Sempat terpikir sebetulnya, mengapa sedikit sekali realisasi Janji-janji-Nya yang saya alami? Ada gap…. Koq tidak banyak perubahan hidup yang terjadi, tidak semanis yang dijanjikan Tuhan. Why?
Tetapi kebanyakan teman-teman saya juga seperti itu, jadi saya anggap itu wajar.
Ya memang begitulah kehidupan. Cari Tuhan supaya ada jaminan saat mati masuk surga.

Sampai saya sekolah di Charis.
Tertarik sekali dengan pelajaran-pelajarannya… Bak memperoleh harta karun. Ternyata kehendak Tuhan, surga sudah jaminan bagi yang sudah lahir baru, masih ada lagi tambahannya: hidup di bumi seperti di surga. Damai di hati.

Tetapi beneran gak mudah mengubah mindset… Di charis diajari agar Firman itu dihidupi. Dipraktikkan.
Bukan saya yang merancang masa depan, melainkan Allah yang merancangnya. Klo Tuhan diam, artinya saya harus mempersiapkan diri, rela dibentuk, hingga Tuhan memberikan perintah yang baru. Dengan cara Tuhan pula…

Kadang beneran gak sabar. Kapan Tuhan?

Harus belajar rendah hati, alias sepakat dengan perkataan Tuhan. Sikap hati kita yang terpenting… Mengutamakan Tuhan sungguh-sungguh dan hidup sesuai keteladanan-Nya.

Logika dijungkir-balikkan.
Dicurangi, dikhianati, ketemu orang yang tidak tahu terima kasih koq disuru mengampuni, memintakan berkat untuknya…
“Gak maen blas…”, kata orang Surabaya.

Meski ujian tertulis sudah lulus dengan nilai cukup bagus, ternyata saya butuh waktu sekolah hampir 6 tahun (maklum kami sekolahnya part time jadi 1 level @2 tahun), baru mulai bisa mempraktekkannya.
Baru sekarang saya bisa tenang, karena beneran yakin, sumber berkat saya adalah Tuhan. Tidak ada seorang pun yang bisa mencuri berkat Tuhan untuk saya.
Bahkan jika ada yang merampoknya, Tuhan akan bukakan pintu kesempatan lain yang lebih dahsyat, lebih berlimpah.

Bagaimana saya bisa menerima terobosan ini?
Saya terinspirasi guru-guru seperti Andrew Wommack, Barry Bennett dll yang kerap bercerita puluhan jam mereka menggali Firman Tuhan.
Biasa saya nonton 1 video pelajaran Charis setiap hari. Lalu saya mencoba nonton video berturut-turut bisa 4 video sehari. Ternyata lebih utuh pemahamannya. Semakin fokus, Tuhan kerap mengingatkan dan mendorong untuk baca lagi buku tertentu, ternyata Tuhan hendak mengajarkan sesuatu.
Tanpa disadari, hubungan dengan Tuhan makin intim. Iman pun makin utuh. Pokoknya, percaya saja pada Tuhan.
Dan cara pandang terhadap kehidupan pun berubah makin selaras dengan cara pandang Allah.

Ada masalah yang masih menggantung, saya juga gak tau solusinya. Dulu hal seperti itu mengganggu sekali. Pokoknya harus selesai segera. Tanya sana sini, cari cara untuk menyelesaikannya.
Sekarang tidak.

Saya paham. Apa pun yang terjadi, Tuhan tidak pernah meninggalkan dan membiarkan saya.
Biarkan Dia menjadi Allah saya yang sesungguhnya.
Klo Tuhan bilang saya diam, maka saya diam. Klo Tuhan bilang maju, meski takut ya… maju.
Banyak hal yang saya gak bisa membayangkan endingnya, tetapi Tuhan melihatnya.

Akhir-akhir ini, Tuhan mengajar tentang Yusuf.
Hanya karena menceritakan mimpinya menjadi pemimpin besar, di mana saudara-saudara dan orangtuanya menyembahnya, Yusuf dijual sebagai budak. Sudah bekerja dengan excellent, difitnah, justru karena Yusuf menolak berzinah. Lalu dijebloskan ke penjara. Budak yang jadi narapidana.

Adilkah? Sama sekali tidak!
Tetapi tanpa menjadi budak dan narapidana, Yusuf tidak akan sampai ke Mesir.
Menjadi budak dan narapidana, merupakan pelatihan Yusuf agar bisa menjadi pemimpin besar. Di sana dia dibentuk menjadi pribadi yang mampu berkuasa di Mesir. Dan respon Yusuf, taat serta tetap teguh memegang visi Tuhan.

Saya pun paham. Mungkin saya gak tau tujuan pengalaman yang harus saya lewati. Tetapi Tuhan tahu. Dan itu pasti untuk kebaikan saya dan keluarga. Tuhan tengah membentuk kami karena masa depan kami adalah masa depan yang penuh damai sejahtera sesuai Janji-janji-Nya. Kami adalah kepala, bukan ekor. Tetap naik dan bukan turun.

Ungkapan guru saya, Dr. Dean Radtke sangat meneguhkan. Tuhan memakai semua pengalaman Dr. Radtke, bahkan pengalamannya sebelum dia mengenal Tuhan, hingga beliau mengenal Tuhan, – dari pengalaman di dunia militer, menjadi asisten pribadi admiral John Mc Cain yang terkenal hingga di 2 perusahaan multi million dollars yang mendunia, – dan hidupnya dituntun-Nya, agar semua pengalaman itu bisa dipakai Tuhan untuk memberkati bangsa-bangsa dan menggenapi tujuan hidupnya.

Pengalamannya baik di dunia sekuler, mau pun di bidang rohani, – dari kesalahan, kegagalan, jatuh bangunnya, hingga kesuksesan dan pencapaiannya,- semua pengalaman ini dipadukannya menjadi pelajaran yang dalam, sangat bermanfaat tetapi disampaikan dengan cara yang mudah dimengerti dan praktis. Basic CEO Training. Applicable sekali.

Bersyukur sekali di level 3 ini, kami diberi pengajaran tentang Leadership. Bagaimana menjadi pemimpin yang menghidupi Firman-Nya!
Ternyata firman itu wajib menjadi fondasi dalam setiap aspek kehidupan kita, termasuk dalam bisnis.
Bisnis kita juga merupakan ladang pelayanan, di mana kita menjadi berkat bagi sesama dan mendemonstrasikan kasih Allah
. Saya paham sekarang….

Hhhm… Klo kita berpartner dengan Allah, apa sich yang mustahil?
Dia Allah Yang Mahatahu… Mana jalan yang benar-benar lurus dan mana yang ujungnya menuju maut.
Wow…. Dahsyat ya… Sekolah yuk!

You can have heaven on earth.

Anda dapat memiliki surga di bumi

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Ambisi duniawi

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Ambisi duniawi

Ambisi bisa menjadi motivasi positif jika sikap hati kita benar, namun yang seringkali terjadi, ambisi lebih terfokus pada diri sendiri. Visi yang diberikan Tuhan, selalu tentang orang lain. Ambisi duniawi tidak. Secara alami, seringkali ambisi tentang mengungguli orang lain, memastikan kita dikenal, mencari penghargaan, dan melakukan apa pun untuk mencapai tujuan yang kita inginkan. Ambisi dan kecemburuan ada di hati Lucifer.

Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu:
Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!
Yesaya 14:13?-?14 TB

Sentimen ini dapat diubah kata-katanya untuk menggambarkan betapa banyaknya orang yang mementingkan diri sendiri, dan tidak berfokus untuk menjadi berkat.

“Aku akan naik”,
“Aku akan meninggikan diriku”,
“Kekuatan dan otoritasku akan bertumbuh makin ke atas”,

“Aku akan terkenal”.

Paulus menyadari hal ini, tampak pada para penatua di Efesus, saat Paulus mengucapkan selamat tinggal, dia menasihati mereka.

Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka.
Kisah Para Rasul 20:30 TB

Bahkan dalam pelayanan, kita menemukan orang-orang yang hatinya tidak benar dan mereka ingin menarik orang percaya untuk mengikuti mereka. Ambisi, keinginan untuk dikenal, dan keinginan untuk memiliki kekuasaan, telah menghancurkan banyak pelayanan dan para pelayannya juga.

Jalan Tuhan adalah jalan kerendahan hati. Pelayanan yang sejati bukan tentang pelayannya, tetapi tentang mereka yang perlu dilayani. Melayani orang lain adalah jalan Tuhan.

“Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani.”
Markus 10:45 TB

Jika kita ingin menjadi berkat di tempat kerja, gereja, atau pelayanan, pilihlah jalan kerendahan hati dan melayani. Biarkan Tuhan yang membuka pintu, mempromosi kita.

”Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”
1 Petrus 5:5 TB

  • Barry Bennett –

Suatu ketika John Hagee ditanya oleh seorang pastor muda, bagaimana caranya dan apa rahasianya sehingga John bisa membangun pelayanan yang besar dan sukses?

“Simple saja, Nak… Saya mengikuti rencana Tuhan, dan saya juga mengerjakannya sesuai dengan cara yang dikehendaki-Nya,” John Hagee menerangkan.

Kembali kuncinya, cara kita atau cara Allah?
Kalau itu cara Allah, maka Allah yang menyediakan segala yang diperlukan, Allah yang berperang bagi kita, meluruskan jalan kita, mengarahkan kita dan membuatnya menjadi berhasil.

Ketika menggunakan cara kita sendiri, kita yang mesti jungkir balik mencari jalan, buka jalan, meluruskan jalan dengan mengerahkan sepenuh tenaga, dan hasilnya belum tentu sebaik yang kita harapkan.

Suatu ketika Thurman Scrivner sadar, tempat pertemuan dimana dia diundang menjadi pembicara, masih jauh. Tempatnya di bukit dan butuh waktu setidaknya 1 jam supaya tiba di sana. Pertemuan dimulai 45 menit lagi.
Oh….

Scrivner berdoa minta Roh Kudus memimpin.
Dia pun mengendarai mobilnya. Sebelum masuk ke toll, Roh kudus menarik perhatiannya pada jalan kecil, dari tanah belum diaspal, beberapa ratus meter sebelum masuk pintu toll.
Scrivner merasakan dorongan kuat untuk mengarah ke sana.

Ternyata jalan itu hanya 1 jalur dan sepi. Dia membawa mobilnya melalui jalan itu. Belok kanan, kiri dan seterusnya.
Hingga tiba pada tanah yang agak lapang, ada jalan yang bercabang. Mana yang harus dipilih?

Scrivner pun bertanya pada seorang pria yang berdiri di persimpangan. Setelah membaca alamat yang dicari, pria itu menunjuk sedikit ke atas. Ternyata gereja yang mengundangnya, tinggal belok sedikit dan naik ke atas, disitu letaknya.
Wow…. Dahsyat. Scrivner tiba 20 menit sebelum acara dimulai….

Tuhan tahu jalan tercepat, terdekat, terbaik, tetapi bersediakah kita menanggalkan logika kita sejenak, sepakat dengan-Nya, merendahkan hati kita untuk mentaati-Nya?
Tuhan tidak pernah memaksa, kita punya free will, kehendak bebas.
Pilihan ada di tangan kita!

But the Helper, the Holy Spirit, whom the Father will send in My name, He will teach you all things, and bring to your remembrance all things that I said to you.
John 14:26 NKJV

Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu, dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Rahasia Kelimpahan Tercipta… Mau?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Rahasia Kelimpahan Tercipta… Mau?

Pagi ini kami doa pagi bersama. Rutin senin sd jumat.
Nach saat P. Dolfi yang memimpin berbicara, terdengar suaranya timbul tenggelam alias putus-putus.
Sesungguhnya signal internetnya ada, dan terus menerus memancar, tetapi hp P. Dolfi kurang bisa menerimanya dengan maksimal. Akibatnya, suaranya terdengar terus-putus-putus diterima oleh peserta lainnya.

Dengan cara serupa, demikan pula yang terjadi dengan doa kita.
Saat lahir baru, menerima Allah sebagai Tuhan dan Juruselamat kita secara pribadi, Roh Allah berdiam di dalam roh kita dengan segala kekayaannya.
Kemakmuran dan kekayaan ada di sana.
Kesehatan Ilahi dan kesembuhan ada di sana.
Hikmat, yang menuntun kita memilih dan mengambil keputusan yang benar, ada di sana.
Kepandaian, kecerdasan untuk mencari solusi bagi permasalahan yang kita hadapi, ada juga di sana.
Pokoknya, apa pun yang kita butuhkan dalam kehidupan ini sudah tersedia lengkap, tersimpan di dalam roh kita dan sudah menjadi milik kita.

“Mengapa saya belum juga sembuh dan kaya, B. Yenny?”, tanya seorang teman.

Karena salurannya mampet!
Biar gak mampet, selaraskan pikiran kita dengan firman-Nya!
Allah SUDAH memberikannya lengkap. Gak usah minta-minta lagi. Yang penting, bagaimana caranya salurannya lancar, bersih sehingga semua yang kita butuhkan, yang sudah tersimpan di dalam roh kita, bisa mengalir lancar termanifestasi ke alam natural.

Sama seperti signal internet P. Dolfi. Selalu ON dan menyala. Tetapi seberapa bagus suaranya tergantung, seberapa baik HP P. Dolfi bisa menerimanya dan P. Dolfi wajib berada di tempat yang tepat, di mana lokasinya memang bagus untuk menerima signal internet.


Tahukah kita, bahwa logam lebih baik untuk menyalurkan aliran listrik daripada kayu?
Itulah sebabnya kabel listrik menggunakan serat logam.
Aliran listrik yang sama, saat dialirkan melalui logam, maka listrik mengalir dengan kuatnya.
Tetapi saat dialirkan melalui kayu, gak bisa mengalir…
Padahal sumber listriknya sama.

Demikian juga dalam berhubungan dengan Tuhan, kalau jawaban doa tidak kita terima, kesalahan bukan di pihak. Tuhan ( sumber listrik) tetapi ditentukan oleh kita ini logam atau kayu? kayu penghambat aliran listrik.

Bagaimana caranya agar kita menjadi logam?

  1. Muliakan Tuhan.

Ketika kita memuliakan Tuhan, meninggikan Dia, menghargai Dia, menghormati Dia dan mengagumi Allah maka hati kita penuh semangat, gairah dan menyadari betapa Allah jauh lebih besar daripada permasalahan kita.
Namun yang terpenting sebagai fondasinya, adalah keputusan kita untuk menjadikan Allah yang terpenting dalam hidup kita.
Hargai dan beri nilai tertinggi segala yang Allah kerjakan dalam hidup kita.

  1. Bersyukur.

Tahukah kita bahwa tidak bersyukur alias mengeluh itu dosa?
Banyak orang yang menjadikan keluhan, omelan, perasaan tidak puas menjadi ‘default’ hidupnya. Pokoknya otomatis saja, kalimat negatif senantiasa meluncur dari mulutnya. Dan itu diperhitungkan Allah sebagai dosa!

Jaman ini banyak orang yang jago menuntut, hanya memikirkan haknya tetapi lupa kewajibannya.

Ketika melatih diri senantiasa bersyukur, kita memandang dunia ini dengan cara berbeda. Sadar betapa banyaknya privilege yang kita terima.
Dari oksigen gratis, sehat, bisa makan dengan enak tidak peduli apa lauknya, tidur nyenyak… Semua itu anugerah.

Apalagi jika kita menoleh ke belakang, betapa banyaknya pertolongan Tuhan di masa lalu.
Inventarisasi dan hitung baik-baik… Betapa berlimpah!
Jadikan setiap pertolongan Tuhan menjadi ‘batu’ untuk membangun menara peringatan.
Sesering mungkin kita kunjungi. Inilah cara sederhana melawan lupa!

Apakah saya masih memiliki masalah?
Tentu saja. Hanya orang mati yang tidak punya masalah.
Tetapi saya belajar untuk melihatnya dengan kacamata Allah.

Ada masalah yang sama sekali tidak elok, dan saya masih menantikan solusinya. Saya tidak tau cara bijak untuk menyelesaikannya. Saya tidak sepandai itu.
Tetapi saya punya Allah yang Mahabesar, Mahakreatif… Dia tau solusinya.

Perintah Tuhan:
Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

Andreas Hartanto, sahabat saya mengingatkan, tidak hanya menyerahkan kekuatiran saya kepada Allah, jangan lupa syaratnya: rendahkan diri di bawah tangan Tuhan yang kuat..
Artinya, nurut, tunduk, taat… Biarkan Tuhan yang membereskan, saya gak usah sok tau, sok pintar dll.

Ijinkan Allah benar-benar menjadi Allah kita.

Iblis itu berjalan berkeliling, berusaha mencari orang yang buka celah agar dapat diporakporandakan hidupnya.
Nach lho…
Makanya, saya pilih nurut Tuhan saja.

Andrew Wommack berkata, kalau kita stres, galau… Itu artinya kita sombong!
Lho…. Koq bisa?
Wong Tuhan sudah bilang supaya kita menyerahkan segala kekuatiranmu kepada-Nya koq masih dipikiri, dibikin stres berarti kita menganggap Allah gak mampu, sampai kita yang bantuin mikirin….

Gubraaaaaakkkkkk……

Kalau kita beneran percaya dan beriman, sesudah diserahkan, cukup percaya, bersyukur, memuliakan serta meninggikan Dia.

“Tuhan, aku beneran gak bisa mikir bagaimana cara Tuhan akan menolong saya, otak saya yang sebesar kacang gak ‘ngeh’, gak paham tapi Engkau Allahku yang Mahadahsyat, tiada yang mustahil bagi-Mu. Terimakasih Tuhan…
Yeaaayyyy aku bangga punya Allah yang selalu bisa diandalkan. Saya tahu jawaban doa on the way…. Pokoknya aku sabar Tuhan menanti waktu-Mu yang sempurna.”
Hati pun berbunga-bunga penuh sukacita…

  1. Imajinasi.

Banyak orang yang berpikir bahwa peperangan rohani ada di luar sana. Padahal Peperangan Rohani itu ada Di Kepala kita, diantara dua telinga.

Dibutuhkan usaha untuk melihat dengan cara pandang Allah dan bisa berjalan dalam kemenangan.
Yang rohani terjadi dulu, baru tercipta secara jasmani.

Nach banyak orang yang berdoa minta kelimpahan, tetapi melihat dirinya tetap miskin. Berdoa minta kesembuhan, tetapi melihat dirinya tetap duduk di kursi roda.

Bukannya menyangkali fakta, tetapi kita sepakat dengan perkataan Tuhan bahwa kita SUDAH sembuh.
Meski fakta masih pusing, kaki masih lemas namun saat kita sepakat dengan Tuhan dan terus mengakui firman-Nya bahwa kita TELAH sembuh maka kesembuhan pun tercipta. Tidak semua kesembuhan itu instan, kadang ada yang perlu proses.

Kita Menghargai Firman di Atas Situasi yang dialami.

Fokuskan pikiran kepada Allah dan firman-Nya. Pilihlah teman-teman yang mendukung agar iman kita kuat.
Ingat ga wejangan Raja Daud agar kita sukses dan berkemenangan?

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik (orang yang tidak mentaati Tuhan),
yang tidak berdiri di jalan orang berdosa,
dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
tetapi yang kesukaannya ialah Firman Tuhan,
dan yang merenungkan Firman itu siang dan malam.
Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air,
yang menghasilkan buahnya pada musimnya,
dan yang tidak layu daunnya;
Apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Mau berhasil? Praktik yuk….

God is looking for believers who will BELIEVE!

Tuhan sedang mencari orang-orang percaya yang benar-benar PERCAYA!

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Kekuatan Pengaruh Sebuah Keraguan

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Kekuatan Pengaruh Sebuah Keraguan

Mungkin halangan terbesar untuk menerima semua yang Tuhan sediakan bagi kita adalah keraguan. Jika kita memahami sumber keraguannya, akan jauh lebih mudah untuk menjaga hati Anda tetap beriman.

Keraguan bukanlah hal yang rohani, itu bersifat duniawi. Keraguan berhubungan erat dengan panca indra, logika alamiah, dan ingatan pada pengalaman masa lalu.

Iman kepada Tuhan itu, bersifat rohani. Melampaui emosi dan perasaan kita. Ketika kita bergumul dengan iman, sebenarnya kita sedang bergumul dengan apa yang ditangkap oleh panca indra serta perasaan kita. Iman bukanlah dari level jiwa. Iman dengan cepat menjadi padam, ketika indera kita yang berkuasa.

Ketika Yesus memanggil Petrus berjalan di atas air, di tengah badai pula, pada awalnya Petrus beriman pada perkataan Yesus. Seandainya dia tetap fokus pada perkataan itu, tidak akan ada masalah. Tetapi kemudian, Petrus menjadi sangat sadar pada keadaan disekelilingnya. Dia menjadi fokus pada air, tiupan angin yang menderu dsb. Akibatnya, kemampuan rohaninya menghilang, ketika fokusnya pada perkataan Yesus menghilang. Panca Indranya memperoleh kuasa maka iman pun menghilang.

Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: ”Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?”
Matius 14:31 TB

Kita telah dipanggil supaya hidup di dalam Roh, dan di dalam Roh segala sesuatu menjadi mungkin bagi mereka yang percaya.
Namun, sebagian besar orang tidak hidup dalam Roh. Sebagian besar hidupnya justru sangat sadar pada keadaan di sekitarnya, dikuasai oleh perasaan, dan logika mereka. Banyak diantara mereka yang mengira, bahwa mereka mempercayai Tuhan padahal kenyataannya mereka hanya sekedar “berharap”, agar hal-hal yang berhubungan dengan iman ini bisa bekerja dan berhasil. Sebagian besar mereka, hatinya dipenuhi dengan keraguan.

Apa solusinya? Apa masalah sebenarnya?

“…. sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!
Yakobus 4:8 TB

Selama kita hidup dengan pancaindra/jiwa kita, terus memberi makan perasaan kita, merenungkan hal-hal alamiah, dan membiarkan logika kita menafsirkan Firman Tuhan, maka hati kita akan tetap dipenuhi oleh keraguan. Berkat Tuhan akan terhalang.

Di dalam Hati terletak sumber iman atau keraguan. Hati yang memilih, percaya kepada Tuhan atau percaya kepada keadaan, dibumbui dengan kemungkinan-kemungkinan buruknya.

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Amsal 4:23 TB

Putuskan untuk “memberi makan” roh kita setiap hari dan membiarkan perasaan serta pancaindra menjadi kelaparan terhadap hal-hal negatif serta ketidakpercayaan yang marak di mana-mana. Sepatah kata dari Tuhan sudah cukup untuk memindahkan ‘gunung’ masalah kita tetapi saat fokus pada keadaan sekitar, bisa berakibat fatal, membatalkannya.

Hidup adalah keputusan!
Tuhan sudah menunjukkan berkat dan kutuk di hadapan kita.
Selamat memilih!

“Today I have given you the choice between life and death, between blessings and curses. Now I call on heaven and earth to witness the choice you make. Oh, that you would choose life, so that you and your descendants might live!
Deuteronomy 30:19

Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu,
Ulangan 30:19 TB

Sumber: Barry Bennett

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 4 5 6