Monthly Archives: Feb 2022

Articles

Pintu Tertutup? MengapaTuhan? Tidak Adil!

Seruput Kopi Cantik

Yenny Indra

Pintu Tertutup? MengapaTuhan? Tidak Adil!

Seorang pengusaha hotel berpengalaman, langsung melihat strategisnya tanah yang menghadap Central Park, New York City yang terkenal. Insting bisnisnya mendorongnya untuk segera mendirikan hotel cantik di sana.

Dia sudah membayangkan tentu sangat menguntungkan hotel baru ini, dan tentu saja biayanya sangat besar sehingga dia perlu menggandeng investor lain, sekaligus mengajukan pembiayaan dari Bank.

Perijinan tidak mudah. Menyiapkan design, rancangan, proposal dan sebagainya membutuhkan waktu lama. Sempat Bank yang satu membatalkan kreditnya, jadi harus mencari lagi pembiayaan dari Bank lain.

Uh… Sungguh tidak mudah. Proyek besar, memang tidak mudah.

Tanpa terasa 2 tahun telah berlalu. Persis menjelang proyek hendak direalisasikan, tiba-tiba rekan investornya mundur!

Sungguh tidak masuk akal!
Sangat mengecewakan!
Why Lord?
Tuhan sungguh Tidak Adil!

Tiga bulan berlalu, wabah Virus Covid-19 merajalela di mana-mana. Dan New York City yang terkena dampak paling parah.

Pengusaha ini sekarang bersyukur kepada Tuhan untuk Pintu yang Tertutup.
Tuhan menyelamatkannya!
Seandainya proyek itu tetap berjalan, maka dia akan kesulitan keuangan bahkan bisa  mengakibatkan dia kehilangan aset-asetnya yang lain.

Kisah yang diceritakan oleh Joel Osteen sungguh sangat menyentuh dan membukakan pikiran saya.

Ada doa yang tak kunjung terjawab.
Haruskah kecewa?
Tidak!

Kisah ini mengajarkan saya untuk tetap percaya, Tuhan tahu yang terbaik!
God’s timming is perfect.
Waktu Tuhan itu sempurna.
Dia mengasihi saya, melebihi saya mengasihi diri saya sendiri.

Ada hal-hal yang tidak kita mengerti terjadi dalam hidup ini. Serahkan hidup kita kepada-Nya. Biarkan diri kita dipimpin dan bersedia dibentuk oleh-Nya. Seperti kalau kita ikut tour, guide akan mengarahkan rute perjalanan dan pengaturan waktu secara efisien. Dia sudah tahu terlebih dahulu mana rute yang terbaik.

Tuhan adalah Guide hidup kita. Jika kita mengikuti arahan-Nya, maka hidup kita akan efisien, sampai tujuan sesuai dengan rencana. Namun jika kita menolak mengikuti-Nya , mau jalan sesuai selera kita sendiri maka tidak salah, hidup jadi kacau balau.

Kesimpulannya:

Mari kita hidup taat mengikuti arahan Tuhan.

God  designed you for SUCCESS. He made you to be a WINNER! – Andrew Wommack

Tuhan mendesain Anda untuk SUKSES. Dia membuat Anda menjadi PEMENANG! – Andrew Wommack

YennyIndra

TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC

MPOIN PLUS & PIPAKU

PRODUK TERBAIK

PEDULI KESEHATAN

https://www.instagram.com/p/CGCOH83n8Iy/?igshid=88i3bvhpbezd

KLIK https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik #InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Menghadapi Badai? Ini Cara Cerdas Mengatasinya!

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Menghadapi Badai? Ini Cara Cerdas Mengatasinya!

Beberapa minggu yang lalu, gempa melanda Banten. Tengah asyik menulis di ruang keluarga, ketika terasa koq goyang ya… Apakah saya pusing? Sekilas terlihat, lampu gantung bergoyang-goyang pula.

“Cepetan keluar! Kalau gempa jangan di dalam rumah,” P. Indra berteriak.

Sama seperti gempa yang datang tanpa diundang, tiba-tiba pula, demikian badai kehidupan kerap datang.
Berita tidak menyenangkan disampaikan.
Karakter lama mengintip. Muncul perasaan kecewa, marah, yang siap dimuntahkan.

Nanti dulu…
Roh Kudus mengingatkan, “tenanglah.”
Oke, saya berusaha mendengarkan tanpa banyak komentar. Telpon ditutup, saya memilih masuk ke kamar.

Apa yang saya lakukan?
Lapor kepada Sang Boss dan menyamakan persepsi dengan-Nya.

“Siapa sumber berkatmu?” Tuhan.
“Siapa yang bisa mengubah situasi ini?” Tuhan.
“Adakah yang mustahil bagi-Nya?” Gak ada.
“Pernah kamu mengalami yang lebih buruk & bagaimana endingnya?” Semua beres, Tuhan kirim mujizat pertolongan-Nya, dan endingnya kemenangan.

Saya sadar. Setelah melihat permasalahan dari persepsi Tuhan, tidak perlu cemas, galau atau bete.
Kalau dulu saya ditolong, sekarang juga!
Setuju?


Uniknya, setiap saya mengalami suatu masalah, koq ya pas dengan apa yang saya pelajari di sekolah.
Greg Mohr membahas dengan detil, bagaimana kita bersikap saat menghadapi badai.
Saya sharing ya…

Dalam Markus 4:35 – 40, dengan jelas Yesus memerintahkan murid-murid ke seberang. Apa yang terjadi? Taufan yang sangat dahsyat mengamuk.

Ternyata, meski tengah menggenapi kehendak Tuhan, tepat di tengah-tengah rencana-Nya, tidak berarti steril dari masalah.

“Anda mengalami badai?”, tanya Greg Mohr,
“Yesus ada di perahu Anda. Yesus tahu perahu sudah penuh air, tetapi tidak tenggelam. Itu mujizat. Jika Yesus ada di perahu Anda, Anda akan tiba di seberang.”

Melalui peristiwa ini, Yesus mendemonstrasikan bagaimana Ia menghentikan badai. Dia melakukan dari kondisi hati yang penuh damai sejahtera, – bukan kegalauan-, memerintahkan badai itu tenang.

Kita pun bisa melakukan hal yang sama, karena kita memiliki kuasa dan otoritas yang sama dengan Yesus, ketika kita lahir baru. Kita harus melakukannya dengan kondisi hati yang penuh damai sejahtera, sesuai dengan firman:
Yang hatinya teguh (percaya kepada Tuhan) Kau jagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mu-lah ia percaya.
Yesus merespon iman.
Ketika dengan otoritas & iman, kita menghardik badai kehidupan kita, maka badai itu pun tenang.

Saya paham prinsipnya sekarang.

Apa yang terjadi saat di seberang?
Di seberang danau, di Gerasa, Yesus melepaskan seorang pria yang kerasukan ribuan roh jahat, yang disebut legion.

Alasan badai terjadi karena musuh sangat ketakutan dan berusaha menghalangi agar jangan sampai mereka tiba di seberang.
Badai yang menimpa kita pun sama. Si musuh tahu betapa besar potensi kita, jika kita meresponi badai dengan caranya Tuhan.
Maka si musuh berusaha menggoda kita agar mengatasinya dengan kekuatan sendiri, emosi dan endingnya kacau balau.

Hhhmmm… Sekarang saya mendapat pewahyuan baru.

“Anda tidak akan mati di tengah jalan. Anda tidak akan menyerah di tengah badai. Anda seperti Allah, biarkan Allah membawa damai sejahtera kepada jiwamu. Dan dari posisi sejahtera, berbicaralah kepada badaimu, maka Anda akan tiba di seberang. Lihatlah mujizat besar yang menanti di seberang,” Greg Mohr menjelaskan.

“Di balik badai besar, tersedia berkat yang besar”, kata TD. Jakes

Begitu kita mampu mengatasi badai, kita pun naik kelas. Makin dewasa rohani.
Semakin dewasa, kita dipercaya mengelola hal-hal yang lebih besar dan spektakuler.

Mau?
Praktik yuk!

Gratitude produces deep abiding joy because we know that GOD is working in us, even through difficulties. – Charles Stanley.

Ucapan syukur menghasilkan sukacita yang mendalam, karena kita tahu, TUHAN bekerja di dalam kita, meski pun harus melewati kesukaran – Charles Stanley.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

KLIMAKS Artikel “Sudahkah Hidup Kita Berdampak?”

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

KLIMAKS Artikel “Sudahkah Hidup Kita Berdampak?”

Ternyata kisahnya masih berlanjut lagi dan mencapai klimaksnya.

Hari ini saya post: “Kisah Unik Di Balik Artikel “Sudahkah Hidup Kita Berdampak?”
https://yennyindra.com/2022/02/kisah-unik-di-balik-artikel-sudahkah-hidup-kita-berdampak/

Dan B. Liana forward chat dari seseorang,
“Tolong sampaikan bu Yenny Indra. Ya benar, malaikatnya tergerak setelah baca tulisan seruput kopi cantik yang aku kirim.”

Rupanya artikel Seruput Kopi Cantik “Sudahkah Hidup Kita Berdampak?”, di share oleh teman B. Liana, hingga sampai ke tangan sang ‘malaikat penolong’.

Dan teman ini berbaik hati meyakinkan saya, menjawab pertanyaan saya selama ini, bahwa yang membangunkan saya di tengah malam serta mendorong saya mencantumkan no hp B. Liana, itu benar-benar Tuhan.
Thank you sis…. Luv u.

Ini sesuatu sekali bagi saya. Sangat berarti untuk pertumbuhan rohani saya di masa depan. Makin mengenal mana yang tuntunan Tuhan dan yang bukan.
Mata saya langsung berkaca-kaca membacanya….
Antara senang, terharu bercampur-aduk.

“Siapa aku ini Tuhan, sehingga Engkau berkenan melawatnya?”

“Aku ngak mau telpon..pasti nangis bombay,” chat B. Liana.

“Aku juga … Terharu banget…”, jawab saya.

Speechless!
Terpukau menyaksikan dan mengalami karya Tuhan yang dahsyat!
Solusi-Nya benar-benar beyond our thinking and imagination.
Thank you My Lord!

*******

Saat pelajaran Teaching Lab, sohib saya, Yuliadi, mendorong agar setiap kita sharing hal-hal baik apa saja.
Yuliadi bercerita, suatu ketika dia share artikel tentang kesehatan. Otak itu mempengaruhi neurotransmitter dan biochemical dalam tubuh. Orang yang merasakan kesedihan berlarut-larut akan mengalami ketidakseimbangan kimiawi dalam darah, dan menimbulkan gejala yang aneh-aneh, contohnya, otot berkedut-kedut, di grup keluarganya.

Tanpa dinyana, sekitar sebulan kemudian saudaranya berterima kasih.
Ternyata dia mengalami otot berkedut-kedut. Sudah sangat cemas, karena baca di google, itu ciri penyakit yang tak tersembuhkan.

Artikel itu menolong sekali. Oh ternyata karena ketidakseimbangan kimiawi saja. Dia pun sembuh karena tidak khawatir lagi.

Yuliadi teman yang rajin post di grup WA sekolah. Saya pun banyak diberkati dan dari bahan-bahannya, Seruput Kopi Cantik jadi lebih kaya.
Sebaliknya, saat saya berbagi melalui Seruput Kopi Cantik, Yuliadi pun mendapatkan resources baru.
Kami saling berbagi, membangun, satu dengan yang lainnya.
Inilah persahabatan yang dikehendaki Allah.

Prinsipnya, Tidak Ada Orang Yang Bisa Naik Ke Atas Sendirian.

P. Ronie, teman sekelas di Charis yang sama-sama arek Suroboyo, mengingatkan, jangan bosan-bosan membagikan apa yang kami pelajari di Charis.
Karena kami sekolah, berulang kali dengar dari guru-guru mau pun teman-teman.
Bagi kami, biasa sekali dan tidak ada istimewanya.

Tetapi tidak demikian bagi teman-teman di luar sekolah. Kerap yang biasa bagi kami, ketika diceritakan pada teman-teman di luar sekolah, menjadi pewahyuan yang menolong dia dalam mengatasi masalahnya.

Terbukti pula, karena teman B. Liana bersedia share artikel “Sudahkah Hidup Kita Berdampak?”, tanpa disangka ada seseorang yang tergerak, menjadi ‘malaikat’ penolong, sehingga murid-murid Pelita Permai bisa sekolah tatap muka di gedung milik sendiri.
Tidak perlu kuatir harus pindah-pindah lagi.

B. Liana – Monica & team, saya, teman B. Liana, sang ‘malaikat’ penolong serta murid-murid Pelita Permai, memiliki tempat dan perannya masing-masing di dalam puzzlenya Tuhan.
Kita hanya perlu taat.
Dan menjadi saksi karya Tuhan yang spektakuler.

******

Kita sering merasa, duh… aku gak punya apa-apa untuk dibagikan.
Padahal setiap orang punya kelebihan yang tidak dimiliki orang lain, sekecil apa pun itu.
Tukang kebun saya, lebih jagoan soal tanaman daripada saya.

Bahkan sekedar sharing artikel pun, berperan penting sehinga bisa tercipta Divine Connection, Koneksi Ilahi, bagi terciptanya solusi.

So… Tidak ada alasan, kita tidak bisa apa-apa. Semua bisa, hanya mau atau tidak?

Daud mengalahkan Goliat dengan umban, yang sama sekali tidak keren.
Dia menolak ketika ditawari Saul menggunakan pedang.
Percaya diri dengan apa yang ada di tangan kita.
Berita baiknya, Tuhan bisa memberikan kita kemenangan dengan apa yang ada di tangan kita.

Yang membuat tidak efektif, karena kita sibuk membandingkan diri dengan orang lain dan ingin menjadi seperti orang lain. Merasa tidak sehebat orang lain, lalu memilih stop. Berdiam diri. Pasif.

Mari kita menjadikan diri kita yang terbaik, sesuai versi kita sendiri. Setiap kita memiliki peran penting yang tidak tergantikan.
Kita ini unik, limited edition, satu-satunya di dunia ini.
Ada orang-orang yang menanti kita membagikan apa yang kita miliki, karena itulah jawaban bagi doa mereka.

Siap????

The miracle is this: The more we share the more we have.”— Leonard Nimoy.

Keajaibannya adalah: Semakin banyak kita berbagi, semakin banyak yang kita miliki.”— Leonard Nimoy

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC

MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Lho… Apa Hubungan Investasi Dengan Tuhan & Agama?

https://www.instagram.com/p/CGE-btnHF5_/?igshid=9eirlbzk3lwb

Seruput Kopi Cantik

Yenny Indra

Lho… Apa Hubungan Investasi Dengan Tuhan & Agama?

“Bu Yenny, saya memilih gak usah beribadah tetapi jaga hidup yang baik saja. Jaman sekarang agama dijadikan sarana untuk ‘membujuk atau menipu’ orang lain,” ujar seorang teman.

Saya paham sekali dan mengalaminya juga. Investasi bodong, pemimpinnya memanfaatkan tokoh-tokoh agama dan bahkan dia sendiri menunjukkan bahwa dia seorang yang sangat ‘rohani’ tetapi berakhir dengan menilap uang ribuan orang.

Beberapa teman membujuk, “Itu lho rohaniwan besar itu saja ikut berinvestasi. Pasti dia sudah tanya Tuhan dulu. Kita ini jemaat, lihat saja dan mengikuti tokoh yang sudah top dan tinggi rohaninya.”

Akibat salah investasi, ketika rugi, kita cenderung ‘menyalahkan’ Tuhan. Menyamakan tokoh agama itu dengan Tuhan, lalu kecewa meninggalkan Dia.

Saya pun pernah begitu.

Padahal gak ada ayat yang bilang begitu. Tuhan TIDAK PERNAH memerintahkan kita membabi-buta meniru dan mengikuti tokoh ‘hebat’, meski pun dengan dalih surga & agama.

“Cari dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu,” demikian perintah Tuhan.

Terlanjur kecewa. Koq Tuhan tidak melindungi sich?

Ketika saya menjauh dari-Nya, hati saya semakin galau. Hidup terlalu berat untuk dijalani sendirian.

Saya merenung.

Sejak awal menikah dan berbisnis, hidup saya tidak lepas dari pertolongan Tuhan yang satu, kepada pertolongan Tuhan yang lain. Begitu banyak hal-hal mustahil terjadi. Dan saya sadar, Tuhanlah yang mencurahkan berkat-Nya.

Hidup tidak lepas dari masalah. Badai kadang datang tanpa diundang dan tanpa permisi pula. Dulu kerap stres, ga bisa tidur, akibatnya bad-mood. Betapa beratnya hidup.

Tetapi semakin saya mengenal-Nya, badai tetap ada namun saya bisa tidur nyenyak karena Tuhan menopangku.

Apakah saya akan meninggalkan-Nya karena ‘tertipu’ berinvestasi pada sesuatu yang dikelola orang yang menyalahgunakan nama Tuhan?

“Tidak,” saya memutuskan dalam hati, “Saya tidak mampu menjalani hidup ini sendirian.”

Ketika saya merenungkan hal ini lebih dalam, saya mendapatkan pemahaman baru. Sebetulnya, kesalahan ada di pihak saya. Tuhan sudah beri rambu-rambu, sekaligus saya diberi kebebasan memilih. Kalau saya sengaja memilih melanggar rambu-rambunya, lalu menerima konsekuensinya, itu bukan salah Tuhan. 100% salah saya!

“Bu Yenny sering sekali membahas tentang benih ya? Saya sampai hafal,” ujar teman lain.

“Iya pak, di sekolah saya belajar bahwa prinsip benih itulah prinsip dasarnya kehidupan. Kalau kita paham prinsip itu, segalanya jadi mudah dipahami, kata guru saya.”

Saya beberapa kali berinvestasi dan rugi. Mengapa?
Karena kerapkali saya terpukau dengan keuntungan besar.

Benihnya ‘keserakahan dan ingin cepat kaya’.
Padahal Raja Salomo / Sulaiman berkata,
Berkat dalam hidup menyertai orang yang jujur dan setia, tapi hukuman menghujani orang yang tamak dan tidak jujur.

Ada juga karena RM di Bank, yang saya anggap lebih jago, menyarankan investasi di produk tertentu. Ternyata bermasalah. Karena itu milik pemerintah, konon akan dibayar bertahap. Tapi sampai sekarang belum cair juga.

Dengan mulutnya orang fasik membinasakan sesama manusia,
tetapi orang benar diselamatkan oleh pengetahuan., tercatat di kitab amsal.

Salah memilih karena kurang pengetahuan.

Suatu ketika salah berinvestasi properti di negara tetangga. Kami semua berangkat sekitar 10 keluarga, ada yang dengan pasangan, sendiri dan dengan pasangan serta anak juga.

Kami berada di sana 3 hari 2 malam. Dikumpulkan bersama-sama. Keesokan harinya melihat properti, mempelajari penawaran, dan seingat saya hanya 1 orang yang tidak membeli. Nyaris semua teman membeli, jadi ada rasa kebersamaan, merasa pasti ini pilihan yang baik.

“Saat itu gengsi kita digelitik, masa yang lain beli dan kita tidak?,” ujar seorang teman setelah kami menyadari salah mengambil keputusan.

Kesimpulannya:
Alasan kami saat mengambil keputusan tidak bijak. Gengsi! Takut ditolak.

“Karena TUHANlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian. Supaya engkau terlepas dari jalan yang jahat, dari orang yang mengucapkan tipu muslihat.,” demikian ungkapan Raja Sulaiman/Salomo.

Setiap orang berjualan, apalagi properti tentu yang ditonjolkan keunggulannya.

“Nanti di seberangnya, pemerintah akan membangun fasilitas bla.. bla… Bla…”
Di mana-mana begitu. Perkara beneran fasilitasnya dibangun atau tidak, urusan belakangan. Pokoknya properti sudah terjual.
Beli apartemen, viewnya dahsyat. Sudah serah terima, ternyata di depannya dibangun tower baru, viewnya ganti dinding tower baru.
Itu sudah rahasia umum.

Kesalahannya, kami tidak mencari Tuhan terlebih dahulu. Tuhan tahu apa yang akan terjadi di masa depan.

Kami tidak mengumpulkan data yang valid pula, hanya modal percaya. Yang mengajari berinvestasi tokoh kaya dan punya nama besar. Masa bisa salah sich?
Padahal itu persepsi saya sendiri…

Orang yang tak berpengalaman percaya kepada setiap perkataan, tetapi orang yang bijak memperhatikan langkahnya.

Istilah lainnya, perhatikan buahnya!, buah senantiasa menunjukkan jenis benih yang ditanam. Kalau buahnya mangga, yang ditanam pasti benih mangga. Gak mungkin durian.

Ketika memutuskan, juga tidak minta petunjuk Tuhan. Saya sempat extend, dalam hati sempat curiga, koq apartemen yang dibeli mahal sekali. Tapi kan sudah bayar DP. Kartu kredit sudah digesek.

“Ah, gak mungkinlah… Wong kita diajari berinvestasi. Belajar sama orang yang lebih sukses dan kaya daripada kita, menurut teori itu sudah jalur yang benar.” saya menghibur diri.

Tapi saat mengalami kerugian, cenderung menyalahkan Tuhan.

Saya belum sekolah waktu itu, gak paham juga hingga sedetil itu. Ternyata Tuhan benar-benar menghendaki, hidup kita betul-betul mengikuti arahan-Nya langkah demi langkah.
I did it God’s way, istilah kerennya.
Sejujurnya ini lebih mudah dikatakan daripada dipraktekkan. 

Andrew Wommack memberi contoh, kalau belum dapat jawaban Tuhan, ya tunggu. Sampai berbulan-bulan. Yakin, baru bertindak.
Bahkan Andrew saat sedang membangun sekolah, kehabisan dana, dia menunggu … Hingga 3 bulan kemudian dana terkumpul, lanjut lagi. Andrew ‘kekeuh’ tidak mau pakai kredit bank, meski bank sudah menawarkan, karena Tuhan mau Sekolah Charis dibangun tanpa hutang bank.

Pertanyaannya:
Beranikah saya bersikap seperti Andrew? Meski pun sekarang saya sudah sekolah dan tahu teorinya?

Ditanya seantero dunia, mengapa proyek mandeg? Malu kan? Kasi alasan apa dong?
Tentu teman-teman baik akan menawarkan bantuan dan solusi logis ala dunia.
Kalau saya bersikukuh bilang tunggu Tuhan, tentu saya dianggap gak waras. Gak logis.
Beranikah saya?

‘I did it God’s way’ butuh keberanian untuk taat. Melawan arus.

Saya pun sadar sekali ….
Seharusnya saya mengamati segala sesuatu dengan prinsip benih.

Meski yang berbicara, membujuk, itu tokoh besar, terkenal, pejabat top, memukau bahkan rohaniwan, kalau saya benar-benar menilainya dari buahnya, seharusnya tidak mungkin tertipu dan salah langkah.

Sebenarnya Tuhan sudah memberikan banyak sekali rambu-rambunya…. Saya juga sudah belajar dan membacanya bertahun-tahun, tetapi saat praktek, koq bisa lupa…

Saya pun menepuk jidat….
Yenny … Oh yenny…
Belajarlah lebih cerdik…. !

Fear and intimidation is a trap that holds you back. But when you place your confidence in the Lord, you will be seated in the high place.

Ketakutan dan intimidasi adalah jebakan yang membuat kita jatuh. Tetapi ketika  menaruh kepercayaan kepada Tuhan, kita akan didudukkan di tempat yang tinggi (dilindungi).

YennyIndra

TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC

MPOIN PLUS & PIPAKU

PRODUK TERBAIK

PEDULI KESEHATAN

KLIK:
https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Sungai Kasih Karunia.”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Sungai Kasih Karunia.”

“Kasih karunia: supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.
kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati…”
2 Korintus 9:8, 11 (TB).

Injil kasih karunia adalah pewahyuan dari penyediaan Allah yang berlimpah agar Anda memiliki semuanya dengan kecukupan dalam segala hal (roh, jiwa dan tubuh), supaya Anda berlimpah dalam pekerjaan baik, sehingga Anda akan diperkaya dalam segala hal untuk semua kemurahan hati. 

Kita bisa menyamakan kasih karunia dengan Air Terjun Niagara yang berlimpah dengan kasih, kekuatan, penyediaan, pengampunan, penerimaan, pembebasan, kedamaian dan sukacita. Semua mengalir terus menerus.
Selalu ‘ya’ dan ‘amin!’

“Barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.”
Yohanes 4:14 (TB).

Kasih karunia mereproduksi dirinya sendiri! 
Saat Anda meminum anugerah Tuhan (air hidup), itu menjadi sumur air di dalam diri Anda! 
Yesus melanjutkan dengan mengatakan,
“Jika seseorang haus, biarkan dia datang kepada-Ku dan minum.  Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan Kitab Suci, ‘Dari batinnya akan mengalir sungai-sungai air hidup.’”
(Yohanes 7:37-38).

Rasa haus Anda tidak hanya terpuaskan, Anda menjadi sumber air hidup bagi orang lain! 
Itulah kasih karunia.

Kasih karunia adalah kasih Allah yang tak terbatas untuk ciptaan-Nya yang mengalir kepada Anda, muncul dalam diri Anda, dan memancar dari Anda kepada orang lain. 
Selalu tersedia lebih dari cukup!

“Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya.”
Kisah Para Rasul 20:32 (TB).

[Repost ; “The River of Grace”, – Barry Bennett, Penerjemah Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
*MPOIN PLUS & PIPAKU*
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

#gospeltruth’scakes
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 2 3 4 5 6