Monthly Archives: May 2019

Christianity, Seruput Kopi Cantik

Coklat

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Coklat.

Petugas check-in cantik khas bule, tapi jutek. Saat tiba giliran saya, tiba-tiba dia ingin menimbang hand-carry.

Duh, kami bawa 2 hand-carry dan 2 handbag pribadi. Mestinya tas ransel di gendong P. Indra tapi seperti biasa, malas, jadi ditaruh di atas hand-carry.

Petugas bersikukuh salah satu tas harus di check-in. Padahal 2 tas lain harus di bawa. Barang Fragile. Akhirnya dengan berat hati, 1 tas isi coklat harus di check-in.

Galau. Paling gampang oleh-oleh itu coklat. Tapi KLO masuk bagasi, kena panas bisa meleleh semua. Apalagi tasnya bukan hardcase, kalau hancur bagaimana?
Terburu-buru pula, gak dikasi tanda Fragile! 🙁

Transit Doha. Keluar masuk pesawat lagi. Udara di sana panas. Kalau dibanting, hancurlah! Bagaimana nasib coklat ini?

Dengan sedih saya berdoa,
“Tuhan kirim makaikatmu untuk menjaga coklat ini tetap bagus dan aman.”
Yah… pasrah. Gak mau mikirin lagi.

Tiba di Jakarta, segera saya check coklatnya. Utuh. Dan masih bagus pula. Padat & cantik.
Saya sungguh bersyukur. Allahku peduli. Bahkan untuk coklat saja, Tuhan berkenan untuk menjaganya.

Apalagi untuk hal-hal yang lebih penting dan mendesak.
Allah mengerti, Allah peduli terhadap segala persoalan yang kita hadapi. Dan Dia senantiasa siap menolong, asalkan kita bersedia memintanya.
Dahsyat bukan?

Terima kasih Tuhan.

Worry will paralyze your mind so that you cannot formulate a better idea to solve your problem. Be anxious for nothing, and rely on God’s solution. – John Hagee.

Khawatir akan melumpuhkan pikiran Anda sehingga Anda tidak dapat merumuskan ide yang lebih baik untuk menyelesaikan masalah Anda. Janganlah cemas, bergantunglah pada solusi Tuhan. – John Hagee.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Read More
Self Motivation, Seruput Kopi Cantik

Perpuluhan & Persembahan.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Perpuluhan & Persembahan.

“Sudah aku persembahkan uangku terakhir buat Tuhan. Aku mau lihat apakah janji Tuhan bisa dipercaya,” ujar Teddy.

Uang terakhir yang bisa dipakai untuk mencicil hutangnya yang menumpuk, dia serahkan sebagai ‘persembahan’. Untung-untungan, ibarat berjudi.
Teddy sudah diambang kebangkrutan. Ketika mendengar kotbah bahwa Tuhan melipatgandakan persembahan, semua uang yang tersisa, dimasukkan kotak persembahan.
Dan Teddy tetap bangkrut. Habis-habisan!
Kecewa…. Uangnya tidak berlipat ganda.

Familiar dengan kisah ini?
Wendell Par dengan bijak menjelaskan, bahwa dalam memberikan persembahan, MOTIVASI kita yang lebih penting bagi Tuhan. Berikan yang terbaik. Sebagai bukti kasih, syukur & ketaatan.

Banyak orang yang mengajarkan hal sensitif ini dengan tidak lengkap. Memicu orang yang belum dewasa rohani, memberikan persembahan dengan tujuan yang salah. Memberi persembahan dengan tujuan dapat melipatgandakannya menjadi 30x, 60x bahkan 100x lipat. Orang-orang baru ini, jika tidak segera melihat hasilnya, dia kecewa. Menyalahkan Tuhan.

Allah bukanlah mesin pencetak uang. Tentu janji-Nya Ya dan Amin tapi bukan sekedar persembahan itu yang penting namun motivasi kita, apakah karena kita mengasihi-Nya? Sebagai ucapan syukur? Apakah itu persembahan yang terbaik? Itu yang penting! Bukan sekedar mempersembahkan 100 demi mendapatkan sejuta atau bahkan semilyar.

Persembahan itu ibarat benih. Untuk menghasilkan buah, benih membutuhkan waktu. Jika itu benih tomat, mungkin dalam beberapa minggu sudah nampak pertumbuhannya. Lalu segera berbuah dan bisa dipetik buahnya.

Tetapi jika itu biji pohon durian atau mangga, butuh waktu bertahun-tahun untuk tumbuh, menjadi besar dan berbuah.
Tetapi ketika sudah berbuah, setiap tahun akan terus berbuah hingga berpuluh-puluh
tahun kemudian. Berbeda dengan tanaman tomat yang mati setelah berbuah.

Yang patut diingat pula, dari benih hingga tumbuh dan berbuah, butuh perawatan. Disiram, dipupuk dan disiangi.

Butuh waktu teduh bersama Tuhan, agar kita memahami firman dan jalan-jalan-Nya serta mentaati tuntunan-Nya agar kita dapat membuka pintu berkat yang telah disediakan-Nya.
Bukan sekedar beri persembahan, lalu berlipat ganda dengan sendirinya.

Bagi Allah jauh lebih penting hubungan yang dijalin, kasih & ketaatan kita kepada-Nya, daripada sekedar persembahan. Bukankah dunia dan seisinya adalah Milik Allah? Uang dan harta persembahan kita bukan apa-apa dibandingkan kekayaan Allah.

Perpuluhan & persembahan adalah tindakan iman bahwa kita taat dan mengasihi-Nya. Demikian juga kasih serta pelayanan kita terhadap sesama. Seyogyanya semua itu menjadi buah dari hubungan kita yang akrab dan melekat dengan Allah.
Karena Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya.
Setuju?

But seek first the kingdom of Godl and his righteousness, and all these things will be given to you as well.

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu (apa pun yang kamu butuhkan) akan ditambahkan kepadamu.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Read More
Self Motivation, Seruput Kopi Cantik

Dewasa VS Anak-anak.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Dewasa VS Anak-anak.

Selama ini saya merasa ada janji-janji Tuhan yang jauuuuh untuk diraih.
Di satu sisi paham akan janji yang seharusnya menjadi milik saya, tetapi pada kenyataannya belum bisa terealisasi.
Di mana letak kesalahannya?
Seolah ada jarak antara janji Tuhan dan realita.

Ps. Wendell Par bercerita bahwa ketika baru mengenal Tuhan, apa pun yang didoakan segera terjawab.
Tetapi dengan berjalannya waktu, tidak lagi.

Ibarat bayi yang baru lahir, menangis sedikit, orangtuanya segera menolongnya. Memberi susu, mengganti popok dll.
Tetapi saat makin besar, orangtuanya akan mengajarnya agar bertanggungjawab. Makan sendiri, buang air ke toilet, mengembalikan mainan pada tempatnya dsb.

“Kalau begitu enak jadi bayi dong”, ujar seorang teman.

Tidak juga!
Adik saya yang tertua meninggal dunia. Dia meninggalkan warisan untuk istri dan putrinya, Ivana, yang masih berumur … tahun. Meski Ivana memiliki warisan, namun dia tidak bisa menggunakan haknya.
Mengapa? Karena masih di bawah umur, alias belum dewasa.
Apa yang menjadi hak Ivana, dikelola oleh walinya, yaitu mamanya.

Demikian juga dengan kita. Sebagian janji-janji Tuhan tidak bisa kita terima karena belum dewasa rohani. Tuhan tahu kita tidak mampu mengelola dan bertanggung jawab.

Menjadi dewasa dituntut tanggung jawab yang besar, mampu mandiri, menyelesaikan masalah dan menghadapi tekanan hidup yang kadang seolah tak tertanggungkan. Berat… tetapi memiliki hak dan wewenang lebih besar, yang tidak dimiliki oleh anak yang belum dewasa.
Ingin tetap jadi bayi rohani atau dewasa rohani? Pilih mana?

You become mature when you become authority in your own life- Joseph Campbell.

Anda menjadi dewasa ketika Anda menjadi otoritas (kekuatan atau hak untuk memberi perintah, membuat keputusan, dan menegakkan kepatuhan) dalam hidup Anda sendiri- Joseph Campbell

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Read More
Relationship, Seruput Kopi Cantik

Pelajaran Dari Grup Charis Di Bali.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Pelajaran Dari Grup Charis Di Bali.

Sebagian murid Charis sengaja terbang ke Bali untuk mengikuti seminar guru kami dari USA, Ps. Wendell Par.

B. Jane Ekel berbaik hati mengajak beberapa teman, termasuk saya dan P. Indra, menginap di villanya yang cantik di Goa Gong. Dengan view Bandara Ngurah Rai, laut dan tol laut, sungguh memukau. Terima kasih B. Jane …

Berfoto ria, bercengkerama hingga larut malam, tidak lupa main ke pantai, berburu aneka makanan dan shopping tentunya.
B. Sari yang tidak henti-hentinya menggoda kanan kiri hingga kami tertawa terbahak-bahak. Menyenangkan!

Karena saya murid koresponden, hanya saat di Jakarta ikut pelajaran di kelas. Dan baru kali ini saya berkesempatan menghabiskan waktu panjang bersama mereka.
Di tengah perbincangan banyak kesaksian pengalaman luar biasa dari teman-teman bersama Tuhan.
Jawaban doa dalam berbagai masalah,
dan kesembuhan supranatural nampak begitu mudahnya. Kesempatan bagi saya belajar dari pengalaman mereka.

“Kesembuhan tidak selalu instan, kadang-kadang butuh proses dan waktu. Waktu tulang belakang saya sakit juga begitu. Sembuh sementara waktu, lalu kambuh lagi. Saya usir penyakitnya, meski sakit harus dipaksa untuk bergerak dan beraktivitas. Akhirnya sembuh hingga kini”, ujar Helen.

Monica bercerita tentang radang di tulangnya yang harusnya tidak tersembuhkan, tetapi dengan iman dia mendapatkan kesembuhan supranatural. Dengan kesembuhan bertahap pula.

Saya menyadari kesalahan saya selama ini.
Mengharapkan kesembuhan instan. Ketika saya sudah mengimani bahwa saya sudah sembuh, lalu symptom penyakit datang lagi, saya segera mencari obat. Menganggap bahwa saya belum sembuh. Ternyata memang prosesnya seperti itu. Iblis berusaha mengalahkan dengan mengirimkan symptom, seolah penyakit datang lagi. Namun jika teguh dalam iman dan memegang kebenaran firman Tuhan, kesembuhan itu menjadi permanen.

Tuhan berkata iman sebesar biji sesawi, yang merupakan biji terkecil di dunia, mampu memindahkan gunung ‘masalah’ kita. Kesembuhan adalah bagian paket keselamatan dari Tuhan.

Sharing dengan Puji, mengingatkan poin-poin pelajaran yang kami terima dan sekarang dihidupi. Berdiskusi dengannya, membuat iman kuat dan pemahaman-pemahaman serta ide tulisan baru tercipta.

Pelajarannya:
Ketika bergaul dengan orang-orang berkualitas, maka hidup kita pun ikut naik, lebih berkualitas.
Dengan siapa kita bergaul, menentukan siapa kita dan masa depan kita pula.

Show me your friends and I’ll show you your future.

Tunjukkan pada saya teman-teman Anda dan saya akan menunjukkan masa depan Anda kepada Anda.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Read More
Self Motivation, Seruput Kopi Cantik

Bisingnya Hidup!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Bisingnya Hidup!

Pernahkah kita menyadari bahwa hidup kita sangat bising dan gaduh?
Berita di televisi mengabarkan perang, bencana, keadaan ekonomi yang memburuk. People power.
Duh…. Menakutkan.

Pagi buka HP, berita-berita di internet mau pun WhatsApp bertumpuk-tumpuk. Sebagian besar mengabarkan hal-hal yang mengerikan. Dari kemungkinan perpecahan bangsa hingga berita hoax.
Oh… Betapa melelahkan.

Belum lagi bertemu teman dan rekan kerja, yang mengeluhkan berbagai masalah kehidupan yang dialaminya. Masalah rumahtangga, sakit penyakit hingga berita kematian.
Gosip yang makin menambah ruwetnya kehidupan.

Tidak heran jika hidup bahagia makin nun jauh di sana. Damai sejahtera makin di awang-awang.

Lalu bagaimana solusinya?
Di bandara terutama di kota besar seperti Jakarta, ratusan pesawat mendarat dan terbang setiap harinya.

Bandara memiliki menara pengendali yang mengatur lalu lintas pesawat. Setiap kali sebuah pesawat mendekat ke bandara, dia akan mengirimkan pesan lewat radio menara pengendali, meminta ijin untuk mendarat. Tanpa ijin dari menara pengendali, tidak ada pesawat yang memiliki otoritas untuk mendarat di bandara itu. Bahkan kadang-kadang pesawat kita delay padahal sudah tiba tepat waktu, tetapi tidak bisa mendarat karena menunggu antrian mendarat sesuai perintah dari menara pengendali.

Demikian pula pikiran-pikiran kita itu seperti pesawat. Kita bagaikan menara pengendali, yang memegang kendali penuh.
Ada pesawat yang berisi berkat, sementara itu ada pula pesawat yang berisi limbah beracun!
Nah kita bisa menghalangi bahkan melarang pesawat untuk melakukan kontak dengan menara pengendali pikiran kita, atau justru menginginkan pesawat itu mendarat!

Tuhan mengajarkan agar semua yang baik, yang benar, yang adil, yang suci, yang manis, yang sedap didengar, yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah itu!

Artinya, sebelum kita mengijinkan pesawat landing, check dulu, apakah pesawat ini membawa muatan yang baik? Yang benar? Yang adil? Yang suci? Yang manis didengar? Yang patut dipuji? Yang membawa kebajikan?
Selaraskah dengan firman-Nya?
Kalau Ya, ijinkan mendarat.
Kalau tidak, tolak mentah-mentah!

Pikiran yang menakutkan, mengerikan dan membuat gelisah, itu pasti BUKAN dari Allah. Singkirkan!
Jika pikiran dikendalikan dengan baik, maka emosi kita pun jadi baik. Maka hati selangkah lebih dekat untuk menerima janji-janji Allah!
Menakjubkan bukan?

Ternyata dengan cara sederhana ini, hidup bahagia dan hati yang dipenuhi damai sejahtera itu, mudah ya….

You are what you think. So just think big, believe big, act big, work big, give big, forgive big, laugh big, love big and live big.
-Andrew Carnegie

Anda adalah apa yang Anda pikirkan. Jadi hanya berpikir besar, percaya besar, bertingkah besar, bekerja besar, memberi besar, memaafkan besar, tertawa besar, mencintai besar dan hidup besar.
-Andrew Carnegie

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Read More
1 2 3 4