Articles

Kereta Api & Tuhan, Apa Korelasinya?


Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Kereta Api & Tuhan, Apa Korelasinya?

Ketika hendak bepergian jauh, ke kota yang tidak ada penerbangan ke kota tersebut, saya prefer menggunakan kereta api daripada mobil.
Why?
Kereta api itu senantiasa tepat waktu. Apalagi di Jepang atau di beberapa negara Eropa, tidak meleset semenit pun.

Apa yang kerap membuat kita galau dan tidak nyaman?
Ketidakpastian.
Dengan mobil, jam berapa kita tiba di tujuan, serba tidak pasti. Tergantung kemacetan di jalan.

Pernahkah kita menyadari, bahwa janji Tuhan itu seperti kereta api?
Pasti dan bisa diandalkan.
Tetapi banyak orang yang sekedar percaya bahwa Janji-Nya bisa diandalkan namun tidak melangkah dengan iman.

Agar bisa sampai tujuan, pertama-tama kita harus mencari tahu kereta yang mana yang sesuai tujuan kita.
Apakah kita perlu kesembuhan Ilahi, terobosan ekonomi atau pemulihan hubungan atau yang lain lagi?
Setiap kereta ada jam, platform di stasiun yang berbeda-beda. Di kota besar, stasiunnya ada beberapa.
Kita harus mempelajarinya. Agar tidak salah kereta. Semua ada jadwal dan caranya. Tidak bisa semau kita sendiri.

Di mana kita mempelajarinya?
Di dalam firman-Nya. Cara memperoleh kesembuhan, bisa jadi berbeda dengan cara memperoleh terobosan ekonomi.
Setelah tahu caranya, ada tindak lanjut yang harus diambil pula.

Membeli tiket, pergi ke stasiun tepat waktu, menunggu di platform yang sesuai, duduk di kursi yang ditentukan dan turun di tujuan yang dituju.

Ada orang-orang yang sesudah berdoa, lalu tidak melakulan apa-apa. Menanti hingga jawaban doa menghampiri atau jatuh di pangkuannya.
Tidak ada yang otomatis.

Tidak semua jawaban doa itu instan. Jika kita sudah melakukan yang terbaik yang kita bisa, serahkan yang tidak bisa kepada-Nya, Tuhan akan mengerjakan secara supernatural apa yang kita tidak mampu.

Kerap saat menanti jawaban doa, musuh meneror….
“Gak mungkin terjawab. Tuh tetangga sebelah meninggal. Sakitnya sama lho dengan kamu…”

“Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu,” demikian Raja Daud bermazmur

Artinya, baik yang seribu mau pun sepuluh ribu itu dekat sekali dengan kita, tetapi itu tidak menimpa kita.
Why?
Karena kita percaya dan beriman kepada-Nya.
Perlindungan Allah sempurna.
Tuhan sudah berjanji, kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya.

Apa yang menimpa orang lain itu bukan bagian kita. Jangan menyamakan diri dengannya. Itu tipuan iblis.
Jika respon kita berbeda dengan tetangga, hadilnya pun akan berbeda. Percayalah!

Apa yang kita pilih untuk dipikirkan dan dikatakan saat menanti jawaban doa, menentukan apakah doa kita termanifestasi atau tidak?

Jika yang dipikirkan dan didengarkan, hal-hal yang berlawanan dengan kesembuhan yang didoakan, tinggal tunggu waktu, mulut pun akan mengucapkan kata-kata yang senada dengan apa yang tersimpan di hatinya. Itu yang menghapus doa kita sendiri.

As a man thinks in his heart so is he.
Seperti orang berpikir di dalam dirinya, demikianlah dia.

Lalu solusi bagaimana?
Saat pikiran meneror, gantikan dengan sepakat dengan Tuhan.
Perkatakan janji kesembuhan-Nya.
Jangan di diamkan.
Jawab dengan firman Tuhan. Maka pikiran negatif pun pergi.

Kita yang menentukan, kesembuhan atau terobosan ekonomi tercipta atau justru gagal. Melalui perkataan dan iman kita.
Karena itu program baik-baik apa yang kita inginkan, deklarasikan firman-Nya, dengarkan firman-Nya, renungkan siang dan malam. Jangan lupa, bergaul dengan orang-orang yang percaya kesembuhan Ilahi, orang yang percaya mujizat, lebih baik lagi bergaul dekat dengan orang-orang yang sudah mengalaminya..
Mereka menjadi teladan dan peta jalan, prinsip-prinsip kebenaran Tuhan.

Siap praktik? Yuk….

“When in need, we should seek God’s direction for something to set our hands to and then trust Him to bless it and multiply thevresults of our work. But one hundred times zero is zero. Many people have missed their miracle because they never took that first step of faith and used what they had.” – Andrew Wommack.

“Ketika membutuhkan, kita harus mencari petunjuk Tuhan untuk sesuatu yang dapat kita tangani dan kemudian percaya kepada-Nya untuk memberkatinya dan melipatgandakan hasil pekerjaan kita. Namun seratus kali nol adalah nol. Banyak orang yang melewatkan mukjizatnya karena mereka tidak pernah mengambil langkah pertama dengan iman serta menggunakan apa yang mereka miliki.” -Andrew Wommack.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Bagaimana Mengetahui Apakah Kita Berjalan Di Dalam Roh?
“Orang-orang percaya, ‘yang tidak percaya’.”
“Like A Mighty Wind”