Articles

Apa yang kita katakan tentang diri kita sendiri? Itu yang menentukan!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Apa yang kita katakan tentang diri kita sendiri? Itu yang menentukan!

Seorang ibu minta didoakan untuk anaknya yang mengalami trauma karena kerap di bully pada masa lalu.
Nyaris setiap orang pernah mengalami dengan kadar yang berbeda-beda. Tidak hanya bully, tetapi penolakan, dibanding-bandingkan, dianggap tidak layak dsb itu menimbulkan luka dan kerap membuat orang merasa rendah diri.

Hal semacam ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan berdoa, namun yang lebih penting lagi adalah mengubah pikiran lama, kenangan pahit itu, menggantinya dengan Kebenaran Firman Tuhan.

Ketika Terang itu Datang, Kegelapan Sirna dengan sendirinya.

Itulah sebabnya Tuhan mengajarkan, Jangan berpikir serupa dengan dunia ini, tetapi ubahlah pikiranmu, mindsetmu, nilai-nilai hidupmu dengan Kebenaran Firman Tuhan sehingga kita dapat membedakan manakah kehendak Allah, apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Dunia menilai kesuksesan seseorang dengan banyaknya uang yang dihasilkan, entah caranya baik atau tidak, itu tidak penting.
Dunia beranggapan pemenang hanya 1 saja, itulah sebabnya demì memenangkan perlombaan, orang dunia rela menginjak orang lain asalkan menang, menjadi juara meski dengan cara kotor.

Tuhan menilai kesuksesan dengan cara yang berbeda.
Orang yang sukses, orang yang menggenapi rencana-Nya, menjadi berkat bagi sesama.
Ketika mendapatkan uang, fasilitas, kesempatan, tidak dihabiskannya untuk kepentingan diri sendiri saja. Prinsipnya kaya itu memiliki cukup plus extra. Cukup untuk diri sendiri, dan extranya dibagikan kepada orang lain. Diberkati untuk menjadi berkat bagi sesama.

Ketika kita mengetahui Kebenaran, maka Kebenaran itulah yang akan membebaskan kita.

*****
Pernahkah kita merenungkan, bahwa sesungguhnya apa yang dikatakan atau dilakukan orang lain, berpengaruh terhadap diri kita atau tidak, semua kita sendiri yang menentukannya?

Diberi label ‘bodoh’ misalnya.
Jika kita yakin, kita tidak bodoh, meski orang memaki kita bodoh, itu tidak akan mempengaruhi kita.

Mengapa kita tersinggung?
Karena kita ‘sepakat’ dengan orang yang memaki kita bodoh, dan kita gak suka, tetapi kita ‘menghargai’ perkataan orang itu, maka kita tersinggung.

Coba klo kita menganggap orang yang memaki bodoh itu, bukan siapa-siapa, bukan level kita…. kita gak akan tersinggung.
“Maklum orang itu memang belum levelnya, pantas gak ngerti…. “, begitu kita berpikir.

Segala sesuatu tidak punya arti, sampai kita sendiri yang memberikan arti, prinsip yang diajarkan P. Prasetya M Brata, guru saya.

Oleh karena itu, Tuhan mengajar agar kita paham betul, siapa jati diri kita di dalam Tuhan.
Supaya kita tidak terombang-ambing oleh pendapat dunia yang selalu berbubah, namun berpegang pada Kebenaran Sejati Allah yang tidak pernah berubah: dahulu, sekarang dan selamanya.

Setiap kita diciptakan Tuhan, unik, satu-satunya di dunia ini, limited edition, gak akan pernah ada orang yang sama persis dengan kita.
Sebelum kita lahir, Tuhan sudah memiliki rancangan besar bagi setiap kita, yang tak tergantikan. Tercapai or tidak, bukan tergantung Tuhan lagi melainkan tergantung kita, apakah kita mau sepakat dengan Tuhan, lalu menggenapinya dengan berjalan sesuai jalan-jalan-Nya, atau tidak?

Setan, si musuh, itu sengaja mengirimkan berbagai tipuan dan kebohongan, agar kita percaya bahwa kita tidak cukup baik, sehingga kita tidak mungkin mencapai hal-hal besar yang sudah Tuhan rancangkan bagi masa depan kita.

Nach tergantung kita percaya yang mana?

Jika kita sepakat dengan Tuhan, bahwa kita diciptakan Tuhan untuk mencapai hal-hal besar sesuai rancangan-Nya dan menjadi terang dan garam dunia maka jalan-jalan pun akan terbuka.
Karena ini bukan tentang kehebatan kita, melainkan tentang kita mau melakukan the best, yang terbaik yang kita bisa, lalu Tuhan yang mengerjakan yang kita tidak bisa secara supernatural. Sehingga pencapaian kita nantinya, bukan lagi seukuran kita, melainkan seukuran Allah.
It’s all about God, not us!
Semua tentang Tuhan dan bukan tentang kita.
Sehingga kita pun sadar, ini Tuhan, bukan kita. Jadi gak bisa menyombongkan diri…

Sebaliknya, jika kita membiarkan diri menjadi victim, korban, mengasihani diri sendiri koq ada yang tega-teganya membully, menyia-nyiakan dsb. maka hidup kita akan terpuruk di sana, mandeg dan hidup jadi gak berarti. Si musuh bersorak-sorai.

Kesimpulannya, tidak penting apa yang orang lain katakan tentang kita.
Yang terpenting, Apa yang kita katakan tentang diri kita sendiri?

Apakah kita melihat diri kita seperti Tuhan melihat kita: sebagai pemenang, pribadi yang memiliki pikiran Allah, memiliki perasaan Allah, hidup dipimpin oleh Allah?
Tuhan sudah berjanji, akan memberikan masa depan yang penuh harapan, menjadi kepala dan bukan ekor, tetap naik dan bukan turun. Diberkati saat kita masuk dan diberkati saat kita keluar. Bersatu jalan musuh menyerang kita, tetapi bertujuh jalan mereka lari dari hadapan kita. Kita memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi kita tidak meminta pinjaman. Berkat senantiasa mengejar ke mana pun kita pergi. Kita dipertemukan dengan orang-orang baik yang betlomba-lomba berbuat baik kepada kita.

Atau seperti si musuh melihat kita: pecundang, patut dikasihani, hidup penuh trauma, selalu sial, kalah dan gagal?

Terserah kita memilih sepakat dengan siapa?
Pilihan ada di tangan kita sendiri!

*The pessimist complains about the wind. The optimist expect it to change. The leader adjust the sails. – William Arthur Ward.*

*Orang pesimis mengeluh tentang angin. Orang yang optimis berharap angin itu akan berubah. Pemimpin menyesuaikan arah layar. – William Arthur Ward.*

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
“Kebenarannya Siapa?”
Tanggung Jawab Orangtua
Penebusan Bagian 2 – Perlukah Mengakui Dosa? – Bagaimana Hidup Di Perjanjian Baru?