Christianity, Relationship, Self Motivation

Perlukah Doa Diulang-Ulang?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Perlukah Doa Diulang-Ulang?

Ketika manifestasi jawaban doa belum terjadi, kerap orang-orang minta didoakan dan didoakan lagi untuk hal yang sama.

Sesuatu yang tidak disadari, sesungguhnya jawaban doa di alam roh sudah 75%….. on the way, dalam perjalanan untuk termanifestasi. Tinggal 25 % lagi, termanifestasi.
Tetapi karena orang ini tidak sabar, minta didoakan lagi.
Nach itu seperti di re-start ulang, akibatnya mulai dari NOL lagi. Justru tambah lama…. gak sampai-sampai … bolak balik begitu.

Berdoa itu cukup sekali saja, setelah itu bangun hubungan yang erat dan berkualitas dengan Tuhan.
Ibarat tanaman, jika pohon itu fokus untuk mengambil sari-sari makanan dan nutrisi dari dalam tanah, gak usah minta atau berdoa, pada waktunya, buahnya pasti muncul dan lebat pula.
Demikian juga dengan kita, tidak usah sibuk fokus pada apa yang kita butuhkan: berkat, dagangan laris, sembuh dll. Hingga tiap hari seperti rekaman, permintaan diulang-ulang terus.
Fokus saja membangun hubungan dengan Tuhan, dengan cara menggali firman dan berdoa, Tuhan akan mengarahkan, apa yang perlu didoakan, siapa yang perlu dikuatkan dan dimotivasi, apa yang harus kita lakukan dsb sehingga hubungan dengan Tuhan menjadi sesuatu yang dinamis, menyenangkan serta hidup.
Kita bisa menceritakan mimpi, harapan dan kesulitan kita, Tuhan pun bisa mengarahkan melalui firman-Nya yang dihidupkan bagi kita. Itulah suara Tuhan.

Jika yang kita tabur adalah kebenaran, maka tuaiannya juga kebenaran. Memberikan damai sejahtera, bukan hanya untuk kebutuhan egois kita, namun berguna bagi orang-orang di sekeliling kita pula
Diberkati untuk memberkati.

Imajinasikan jawaban doa kita.
Karena ketika kita berharap, sesungguhnya kita sedang menciptakan gambaran mental tentang apa yang ingin kita lihat terjadi.
Nach klo ingin sembuh, ya jangan mengimajinasikan berjalan dengan tongkat. Lihat diri kita sedang berlari atau mendaki gunung dan menang…

Jika ingin mendapat terobosan ekonomi, lihatlah diri kita berkelimpahan. Bisnis laris manis, hal-hal baik mengejar kita.
Kita bisa berbagi dan menjadi berkat bagi sesama. Dengan demikian hati kita berkobar-kobar bersemangat untuk meraih prestasi besar di masa depan.

Dengarkan pula kata-kata kita.
Jangan membicarakan penyakit, kekurangan atau hal-hal yang menyiratkan kelemaham atau putus asa.

Jika ingin sembuh, ceritakan tentang apa yang inginkan dengan kesembuhan itu. Kesembuhan seperti apa? Sekedar ingin bisa berjalan atau ingin mendaki Mount Everest?
Itu menciptakan goal & visi.

Jika ingin mengalami terobosan ekonomi, jangan bicarakan kekurangan dan halangan. Fokus bicarakan kelimpahan.
Burung gagak bisa mengirim roti untuk Elia, maka dari yang paling mustahil pun menurut logika, Tuhan bisa kirim penyediaan.
Jangan batasi Allah!

Bukannya tidak mau mengakui tua, tetapi kata tua itu konotasinya lemah, tidak bersemangat, waktu yang terbatas, serba gaptek dan tidak mampu, tidak dibutuhkan lagi dsb.
That’s why saya tidak pernah menganggap diri saya tua… gak peduli berapa umur saya.

Iman adalah inti dari imajinasi positif, bukti dari segala sesuatu yang tidak terlihat.
Tuhan selalu berkata, “Terjadilah menurut imanmu.”
Iman mewujudkan hal-hal yang kita bayangkan secara positif. Imajinasi seperti rahim rohani kita. Ia akan memahami apa yang Firman Tuhan katakan, dan kemudian iman melahirkan hal-hal yang telah kita bayangkan.

Semakin saya melekat kepada Tuhan, semakin yakin bahwa segala yang baik, senantiasa mengejar hidup saya.
Apakah masalah ada? Ada.
Apakah ada yang mengkhianati? Ada juga. Si musuh memakai orang-orang yang membuka celah, dipakainya untuk merugikan dan mengganggu orang-orang yang mengasihi Tuhan.

Tetapi gak perlu galau…
Sumber Berkat kita yang sejati adalah Tuhan, bukan bisnis atau pekerjaan kita.
Dengan curang, orang jahat itu berusaha mencelakai, tetapi Tuhan yang berperang bagi kita. Tuhan bisa melimpahkan berkat dan pertolongannya dengan cara lain.
Orang-orang yang percaya kepada-Nya, tidak akan pernah dipermalukan.

Tugas kita, setia saja dengan apa yang Tuhan perintahkan dan taati. Abide in Him.
Berkata, berpikir, merasa, mengimajinasikan dan hidup selaras dengan kebenaran Tuhan.
Pastikan itu semua yang kita tabur setiap hari, maka buahnya pun pastilah kebenaran, kelimpahan, damai sejahtera dan HOKI senantiasa….

Tuhan memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.
Lengkap! Bahkan musuh yang mencuri dari kita, wajib mengembalikan 7 kali lipat dari apa yang dicurinya, jika kita bersedia hidup mengikuti cara Tuhan, God’s Way.

Nach keuntungan sekolah, saya bergaul dengan teman-teman berbagai rentang usia. Topik pembicaraannya itu berbeda dengan orang-orang di luar sana.
Hidup penuh harapan dan kemungkinan-kemungkinan baik yang siap diraih dan direalisasikan.
Bergaul dengan anak-anak muda, senantiasa ada transfer spirit, yang membuat bersemangat untuk menciptakan hal-hal besar dan dahsyat.
The Best is Yet To Come!
Hidup cuma sekali, klo tidak sekarang, kapan lagi?

Sekolah membawa kita bergaul dengan orang-orang tertentu: pembelajar!
Selama seseorang masih belajar, dia tidak pernah tua….
Yeaaaayyyyy……

Hidup adalah pilihan.
Siap praktik?

Living for God’s glory is the greatest achievement, we can accomplish with our lives. – Rick Warren.

Hidup untuk kemuliaan Tuhan adalah pencapaian terbesar yang bisa kita capai dengan kehidupan kita. -Rick Warren.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

 

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
SEPAKAT BARU BERTEMAN?
Tetapi Allah….
Percaya kepada Tuhan & Lakukanlah Firman-Nya!