Articles, Christianity, Relationship, Self Motivation

Hubungan BUKAN Metode….

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Hubungan BUKAN Metode….

Kesembuhan Bu Mien dari Kobe, Jepang setelah mendengarkan doa Bu Silvy yang direkam saat di ICU, lalu mujizat kesembuhan terjadi itu sungguh luar biasa.
Saya baru pertama kali mendengar ada doa yang direkam dari Bandung, diperdengarkan di ICU Kobe dan hasilnya Bu Mien menerima mujizat kesembuhan.

Setelah kisah ini saya tulis, ternyata banyak pembaca yang Salah Paham.
Japri berdatangan, minta dikirim rekaman doa seperti Bu Mien, atau titip didoakan untuk dirinya, anaknya, saudaranya or temannya yang sakit….. tetapi tidak mau ikut doa, tidak mau belajar firman Tuhan. Hanya mau kesembuhannya.

Alamak…. ini bukan Mantra, klenik dll.
Gubbbrrraaakkkkk………

Ibarat petani tidak mau menanam benih, tidak mau merawat tanamannya tetapi mau panen.
Bisa gak?
Tentu saja tidak bisa. Pakai logika umum pun kita sudah tahu, itu mustahil.

Karenanya saya sengaja menuliskan lagi, penekanannya BUKAN pada kisah mujizatnya yang memukau, tetapi pada PRINSIP KESEMBUHANNYA.

Merekam doa itu Hanya Salah Satu metode yang dipakai Tuhan.
Tidak berarti semua orang yang meniru lalu bisa sembuh.
Jangan Pernah Meniru Kesaksian Orang Lain.

Kunci kesembuhan Bu Mien karena baik Bu Mien mau pun teman-teman yang mendoakannya, memiliki Relationship/Hubungan Pribadi dengan Tuhan.

Awalnya Bu Mien didoakan di doa pagi BBL. Kami semua fondasi mau pun fokusnya pada Firman Tuhan.
Firman Tuhan yang kita Pahami, lalu Dihidupi itulah yang Memerdekakan kita.
Sekedar mendengar Firman, itu tidak menyembuhkan.
Do The Word, melakukan Firman Tuhan yang memerdekakan.

Nach mengapa Bu Mien bisa sembuh?
Bu Wenny Yap yang sejak lama mendoakan Bu Mien secara konsisten, ‘MENDENGAR’ dari Tuhan…. Knowing, tahu di dalam rohnya, agar Bu Silvy merekam doanya, untuk dikirimkan ke Bu Mien.
Bu Silvy taat.
Maka mujizat pun terjadi.

Rahasia kesembuhan Bu Mien BUKAN pada rekaman doanya, melainkan karena ada Rhema – Suara Tuhan, yang mengarahkan Bu Wenny & Bu Silvy untuk melakukan cara Tuhan pada saat itu, dan mereka taat.
Kesembuhan terjadi.

Yang penting diperhatikan, meski pun penyakitnya sama, tetapi Cara Tuhan Menyembuhkan selalu berbeda.

– Yesus menyembuhkan orang yang terlahir buta.

Yohanes 9:6-7 (TB) Setelah Ia mengatakan semuanya itu, Ia meludah ke tanah, dan mengaduk ludah-Nya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi
dan berkata kepadanya: “Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam.” Siloam artinya: “Yang diutus.” Maka pergilah orang itu, ia membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah melek.

– Yesus menyembuhkan orang buta di Betsaida.

Markus 8:23-25 (TB) Yesus memegang tangan orang buta itu dan membawa dia ke luar kampung. Lalu Ia meludahi mata orang itu dan meletakkan tangan-Nya atasnya, dan bertanya: “Sudahkah kaulihat sesuatu?”
Orang itu memandang ke depan, lalu berkata: “Aku melihat orang, sebab melihat mereka berjalan-jalan, tetapi tampaknya seperti pohon-pohon.”
Yesus meletakkan lagi tangan-Nya pada mata orang itu, maka orang itu sungguh-sungguh melihat dan telah sembuh, sehingga ia dapat melihat segala sesuatu dengan jelas.

– Yesus menyembuhkan orang buta di Yerikho.

Lukas 18:40-42 (TB) Lalu Yesus berhenti dan menyuruh membawa orang itu kepada-Nya. Dan ketika ia telah berada di dekat-Nya, Yesus bertanya kepadanya:
“Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Jawab orang itu: “Tuhan, supaya aku dapat melihat!”
Lalu kata Yesus kepadanya: “Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!”

Perhatikan dalam ke tiga peristiwa di atas, penyakitnya sama-sama buta tetapi Cara Menyembuhkannya Berbeda!
Dengan cara yang sama, agar kita memperoleh kesembuhan, perlu bertanya kepada Tuhan: “Caranya bagaimana Tuhan?”.
Artinya, yang Terpenting adalah Membangun Hubungan yang intim dengan Tuhan, maka tidak hanya kesembuhan, tetapi setiap aspek kehidupan kita akan berkelimpahan.

*****
“Bu Yenny, saat Yesus menyembuhkan, Dia tidak minta persyaratan apa pun bukan?”

Betul. Kita bisa sembuh dengan iman orang yang mendoakan kita. Untuk menerimanya, tidak ada persyaratan apa pun juga. Bahkan orang yang belum bertobat, belum lahir baru pun bisa menerimanya.

Tetapi untuk mempertahankan kesembuhannya, dibutuhkan iman orang itu sendiri. Tidak bisa terus menerus bergantung kepada iman orang lain.
Jika setelah setan pergi, orang itu sembuh, lalu rumahnya kosong (tidak ada firman Tuhan dan otoritas dalam diri orang itu) maka setan akan membawa 7 temannya yang lebih jahat untuk mendiami tubuh orang itu.

Inilah penjelasannya, mengapa orang-orang yang disembuhkan dalam KKR koq sakit lagi? Karena tidak diisi oleh firman Tuhan.

Lukas 11:24-26 (TB) “Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian, dan karena ia tidak mendapatnya, ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu.
Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu bersih tersapu dan rapi teratur.
Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya, dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula.”

*****
Dalam chat di grup Berdoa Berbahasa Lidah, Bu Ie Mien Limpung, (beda orang lho dengan Bu Mien Kobe, Jepang) kakak B. Wenny yang berprofesi sebagai dokter bercerita, dia galau sendirian dan sedang sakit.
Dalam keadaan sedih, Bu Ie Mien bertanya kepada Tuhan, curhat. Pas pada saat itu Bu Wenny Yap telpon.

“Saya tanya ke Wenny , kok bisa pas saya tanya ke Tuhan Wenny telpon?”, ujar Bu Ie Mien.

Kata Wenny : “Saya nda tahu juga… Semua tergantung Tuhan , bukan tergantung saya. Kalo Tuhan tidak membukakan , saya juga nda bisa lihat… Jadi Allah sanggup memakai siapapun untuk menolong kita.
Termasuk tukang kebun RSI di Bandung
Kita harus bergantung penuh pada Kristus Juru Selamat kita. Bagaimana cara Dia menolong kita adalah cara Tuhan.
Jadi kita tidak boleh tergantung pada orang-orang rohani, saudara seiman atau siapa pun .
Tapi kita bertumbuh bersama Orang-orang Rohani, saudara seiman kita, untuk menggenapi rencana Tuhan melalui hidup kita. Demikian Bu Ie Mien menjelaskan.

Wuuiihhh…. apiik ya…
Yuk …kita meneladaninya….

You can never know the HEART of God if you don’t know the WORD of God – Nancy Demoss Wolgemuth.

Anda tidak akan pernah mengetahui & memahami HATI Tuhan jika Anda tidak mengetahui FIRMAN Tuhan – Nancy Demoss Wolgemuth.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

 

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Visi Yang Mencipta Masa Depan.
“Love From A Distance? Kadang Perlu!”
Dua Sisi Penyelesaian Masalah: Rohani & Natural!