Articles, Christianity, Relationship, Self Motivation

Melihat Yang Tak Kelihatan…

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Melihat Yang Tak Kelihatan…

Ibrani 11:1 TB Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Iman adalah “bukti dari segala sesuatu yang tidak terlihat.” Apa artinya ini?
Dimana buktinya?
Mengapa kita tidak dapat melihatnya (atau merasakannya)?

Kita mempunyai mata rohani dan mata alami. Kita jarang menggunakan mata rohani kita, dan sering kali kita membiarkan kekhawatiran dunia ini mencekik Firman. Tetapi hati kita BISA melihat dunia spiritual.

. . . 2 Korintus 4:18 (TB) Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

Hal-hal yang bersifat sementara mencakup segala sesuatu di dunia yang telah jatuh ini. Kita bahkan dapat memasukkan sumber daya dan kesehatan kita. Hubungan bersifat sementara, begitu pula pekerjaan, rekening bank, suasana politik, dll.
Jadi, bagaimana kita dapat hidup dengan iman dalam lingkungan yang “sementara” seperti itu?

Iman dimulai dengan persekutuan dengan Bapa. Tidak ada sumber lain. Kita harus mengenal Dia melalui pewahyuan yang kita miliki melalui Firman.
Yesus dengan sempurna menyingkapkan Bapa, dan Paulus menyingkapkan identitas baru kita di dalam Dia. Sampai kita mendapatkan pewahyuan tentang sifat-Nya dan posisi kita di dalam Dia, kita akan selalu bergumul dengan iman.

Iman dapat diartikan sebagai visi pemenuhan janji Tuhan.

Ingatlah, iman melihat hal yang tidak terlihat.
Apakah kita melihat diri kita disembuhkan?
Apakah kita melihat keluarga kita diberkati?
Apakah kita melihat diri kita sebagai pemberi, tidak hanya sebatas itu, tetapi sebagai pemberi berkat yang dengan penuh sukacita berbagi kepada mereka yang membutuhkan bantuan?

Iman adalah bukti dari segala sesuatu yang tidak terlihat. Sampai kita bisa melihat di dalam hati bahwa janji itu digenapi, kita belum berada dalam iman/persekutuan.

Petani yang menabur benih dapat “melihat” panen yang akan datang. Dia punya hak untuk melihatnya. Itu dimulai dari hatinya. Diikuti dengan menabur menuju visi. Di dalam hatinya terdapat bukti “segala sesuatu yang tidak terlihat” dengan mata jasmani.

Kita akan menabur sesuai dengan visi kita dan hasil panen yang Tuhan tanamkan ke dalam hati kita. Iman timbul dari persekutuan dengan Bapa. Persekutuan melahirkan visi. Begitulah cara kita mengetahui apakah kita benar-benar beriman.

Sumber: Barry Bennett.

*****
Kejadian 22:11-14 (TB) Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: “Abraham, Abraham.” Sahutnya: “Ya, Tuhan.”
Lalu Ia berfirman: “Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.”
Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.
Dan Abraham menamai tempat itu: “TUHAN menyediakan“; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: “Di atas gunung TUHAN, akan disediakan.”

Abraham diperintahkan Tuhan untuk mempersembahkan Ishak, anak tunggalnya. Masalah besar!
Tetapi Abraham taat.

Saat menghadapi masalah besar, kerap begitu fokusnya kita pada masalah, sehingga kita tidak dapat melihat solusinya. Padahal Tuhan sudah menyediakannya, bahkan ada di depan mata.

“What we know is a drop; what we don’t know is an ocean – Yang kita tahu hanyalah setetes air; yang tidak kita ketahui seluas samudra”, ujar orang bijak.

“UmatKu binasa karena kurang pengetahuan (Hosea 4:6)”.
Sesungguhnya domba ada di dekat Abraham, tetapi dia tidak bisa melihatnya, hingga malaikat itu memberitahu dia.

Itulah sebabnya kerap kita begitu stress, berharap memperoleh solusi, karena memikirkan dengan kekuatan sendiri jalan keluarnya.

Belajar dari kisah Abraham, solusi terbaik adalah bertanya kepada Tuhan, agar bimbingan-Nya membuat kita bisa MELIHAT apa, bagaimana dan di mana solusinya, serta mentaatinya. Melihat domba yang tanduknya tersangkut di sana.

Siap praktik?

How you see You will determine how the enemy sees you – Gregory Dickow

Bagaimana Anda melihat diri Anda sendiri, akan menentukan bagaimana musuh melihat Anda – Gregory Dickow

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

 

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
“Apakah Anda sedang memikirkan diri Anda sendiri sampai mati?”
Selalu Luar Biasa Bagi Yang Pantang Menyerah
Jangan lupakan: Mendengar/Membaca Firman Tuhan.