Articles, Relationship, Self Motivation

Serba-Serbi Mendengar Suara Tuhan….

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Serba-Serbi Mendengar Suara Tuhan….

Saya sedang belajar sesuatu yang baru, tentang Damai Sejahtera. Peace.
Uniknya, saat Tuhan sedang mengajari sesuatu, ke mana pun saya melihat, semua tentang Damai Sejahtera. Baca buku, buka youtube, lihat FB, Instagram bahkan buku hadiah dari Mike & Carrie Picket pun tentang damai sejahtera…

Manusia terdiri dari Roh, Jiwa ( pikiran) dan Tubuh.
Ketika kita percaya Tuhan dan menjadikan Dia Allah kita, pada saat itu secara instan Roh Allah tinggal di dalam kita.
Secara instan pula, kita menjadi Ciptaan yang Baru.
Buktinya?
Sebelum kenal Tuhan, berbuat dosa itu biasa saja…. bahkan menikmati.
Tetapi ketika sudah percaya Tuhan, berbuat dosa itu membuat tidak nyaman. Gak doyan.
Sekarang habitatnya berbeda. Suka yang kudus, yang baik, penuh kasih karena pribadi Allah ada di dalam roh kita maka secara natural, karakter-Nya ingin menggantikan karakter manusia kita yang lama.

Bagaimana caranya agar karakter kita menjadi karakter Allah?
Dengan menyelaraskan pikiran kita dengan pikiran Allah. Cetakannya diganti dengan standarnya Allah maka secara bertahap kita akan menyerupai Dia.

Nach dulu saya tidak paham bahwa ada 2 suara yang ada di dalam kita.
Yang satu, suara dari pikiran kita sendiri atau pikiran dari luar yang dimasukkan iblis ke dalam pikiran kita.
Yang kedua, suara dari roh kita/ hati nurani. Itulah suara Tuhan yang selalu selaras dengan firman-Nya.

Suara dari roh pun akan ditransfer ke dalam pikiran kita, sehingga kita mengerti apa yang Tuhan kehendaki, tetapi berbeda dengan suara dari pikiran kita sendiri.

Apa bedanya?
Suara dari pikiran kita itu berkesinambungan. Kemarin sudah memikirkan tentang A, dan hari ini berlanjut lagi dengan ide tentang A, itu suara pikiran kita sendiri.

Pikiran yang disuntikkan si musuh, biasanya membuat galau, meneror, menuduh atau justru kebalikannya, ide bagus kelihatannya, namun roh kita koq merasa tidak damai. Umumnya bertentangan dengan firman Tuhan.
Contohnya, ada ide bagus, tawaran bisnis yang sangat menguntungkan. Pokoknya di atas kertas, oke sekali. Tetapi entah mengapa, koq hati merasa ada yang kurang pas. Jika ditanya alasannya, kita tidak bisa menjelaskannya.

Saat dengan teman-teman beramai-ramai investasi, dibawah bimbingan motivator top, di atas kertas oke sekali janjinya. Diajarin investasi yang menguntungkan, bayar biaya seminarnya mahal pula…. Motivatornya kaya raya pula. Secara akal manusia, gak mungkin salah. Berpengalaman. Kerjasamanya dengan pengusaha-pengusaha top Indonesia yang punya nama besar.
Kami tidak check & recheck, modal percaya saja, akhirnya rugi.
Setelah saya renungkan kembali, saya bahkan tidak bertanya kepada Tuhan, baguskah investasi ini? Dan motivasinya ingin untung besar sesuai janji sang motivator. Alias serakah.

Orang yang setia akan memperoleh banyak berkat, tetapi dia yang tergesa-gesa menjadi kaya tidak akan terlepas dari hukuman alias malapetaka…, kata Raja Salomo.

Sebaliknya, suara Tuhan di dalam roh itu lembut, tidak memaksa. Berupa impresi yang kuat untuk melakukan sesuatu. Muncul begitu saja, sejalur dengan Firman dan kehendak-Nya. Dan ada damai di hati.
Para orang-orang bijak dan pahlawan iman selalu berkata: Knowing, kita tahu saja apa yang Tuhan mau, saat Tuhan berbicara kepada kita. Ada keyakinan yang tak tergoyahkan.
Bisa melalui firman yang seolah-olah hidup, atau melalui sarana lainnya.
Kadang Tuhan meneguhkannya melalui orang lain, tetapi Tuhan pasti sebelumnya sudah berbicara kepada kita.

Apalagi jika kita memang membiasakan diri berdoa dalam roh dan menjadikan Tuhan dan firman-Nya menjadi pusat kehidupan kita. Roh kita menjadi peka akan tuntunan Tuhan. Hikmat, wisdom Tuhan menuntun kita kepada kebenaran-Nya, memberitahukan kita hal-hal yang akan datang, mempertemukan dengan orang-orang baik, membukakan pintu-pintu kesempatan yang tak terpikirkan.
Hidup jadi mudah, bebas stres dan cukup mengikuti-Nya langkah demi langkah.
Lebih sehat, happy dan gak ngoyo… kata Orang Jawa. Gak perlu bersusah payah dan berbeban berat. Segala sesuatu berada di tempat yang seharusnya.

Tuhan itu berbicara spirit to spirit. Roh kepada roh kita. Jadi klo ditelaah dengan pikiran ya kadang gak masuk akal.
Saya belajar taat saat Tuhan mendorong melakukan sesuatu. Tetapi jika roh kita merasa damai, lakukan saja…
Seperti slogan Nike: Just Do It!

Ketaatan senantiasa berbuahkan profit/keuntungan. Apa yang semula tidak ada, menjadi ada.

The manifestation of the Spirit is given to every man to PROFIT withal.
Pernyataan Roh diberikan kepada setiap manusia untuk mendapat manfaat /keuntungannya.

Keberhasilan kita tergantung seberapa baiknya kita mengikuti tuntunan Tuhan dan bertindak mentaatinya.
Saya terpukau….
Ketaatan kecil yang dilakukan, membukakan kesempatan besar yang tak terpikirkan.
Memberi yang dulunya saya anggap sebagai kehilangan, atau pengurangan, ternyata ketika ditabur menjadi benih yang benar, panennya berkelimpahan.

Mudahkah mengikuti tuntunan Tuhan?
Sejujurnya tidak.
Perlu trial & error… mengamati hasil atau buahnya sehingga kita bisa membedakan, mana yang suara Tuhan dan mana yang suara pikiran kita sendiri.

Sama seperti bayi yang sedang belajar berjalan, awalnya kerap jatuh, lama-lama makin trampil berjalan dan bahkan berlari.

Guru saya Greg Mohr bercerita, dia juga pernah salah menyumbang ke yayasan yang ternyata disalahgunakan. Ya gapapa. Kita kan punya hikmat, wisdom, klo ternyata dikelola dengan tidak benar ya… stop.
Berikan ke tempat yang lebih baik. Ibarat orang berinvestasi, tanamkan di tempat yang subur, yang buahnya memang memberkati banyak orang. Itu keputusan yang cerdas.

Yang sudah terlanjur salah memberi bagaimana?
Gak usah menyesal.
Tuhan lebih menghargai Motivasi & Ketaatan kita daripada apa yang kita berikan.
Sungguh ini sangat melegakan!

Melalui ketaatan dan pengamatan, semakin hari semakin mengenal-Nya….
Damai sejahtera, sukacita, kesembuhan Ilahi menjadi bagian kehidupan sehari-hari.
Berkat dan kebaikan, mengejar kehidupan kita secara natural.

Sebagai penutup, jangan lupa bahwa berkat Tuhan itu seimbang antara yang natural dan supernatural.*
*Kita mengerjakan yang natural secara excellent- dengan sangat baik, dan Tuhan melipatgandakannya secara supernatural.

Siap praktik? Yuk….

If God impresses upon you to stay home, then stay home. If He impresses upon you to not get on an airplane,
Don’t get on that airplane. If He impresses upon you to give a special offering, you need to sow that offering – Rick Renner.

Jika Tuhan memberi isyarat kepada Anda untuk tinggal di rumah, maka tinggallah di rumah. Jika Dia memberi isyarat kepadamu untuk tidak naik pesawat terbang, Jangan naik pesawat itu. Jika Dia mengesankan Anda untuk memberikan persembahan khusus, Anda perlu menabur persembahan itu – Rick Renner.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN
– The Republic of Svarga ( SVRG)
– Sweet O’Treat
– Aestica Indonesia (Aestica Id)

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

 

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Roma 8:28, Ayat Yang Paling Banyak Disalahartikan
Berkat & Tidur, Apa Korelasinya?
Di Mana Kita Mencari Kunci Yang Hilang?