Articles, Christianity, Relationship, Self Motivation

Offended – Tersinggung & Bunga Rampainya…

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Offended – Tersinggung & Bunga Rampainya…

Seorang teman memutuskan tidak beribadah ke gereja lagi karena tersinggung. Koq ya terlalu teman-teman segerejanya, padahal sudah melayani bersama-sama bertahun-tahun. Bisa-bisanya bersikap dan mengatakan hal-hal yang membuatnya dipermalukan. Tega nian….
Familiar dengan kisah ini?

I have been there….
Saya juga pernah tersinggung berat, justru melalui pengalaman itu Tuhan mengajar saya tentang Offended- Ketersinggungan, sehingga saya bisa menulis artikel ini.

Dalam sebuah kasus yang menyebabkan kita tersinggung, selalu ada bagian yang kita benar, tetapi ada bagian yang kita salah.
Nach jika kita berpegang, fokus pada bagian kita yang benar, maka kita tidak akan bersedia berubah dan mengakui bagian kita yang salah.
Tanpa mengakui kesalahan, bersedia menerima situasi yang ada serta bertanggungjawab, maka kita tidak akan ke mana-mana. Harus bersedia bertobat, alias berbalik dari jalan lama yang salah.

Sesungguhnya, setiap Offended/Ketersinggungan, itu hanyalah Puncak Gunung Es, yang muncul di permukaan. Sedangkan di bawahnya, tersimpan bongkahan Gunung Es besar yang perlu dibenahi… karakter-karakter manusia lama kita, yang harus dikikis agar semakin serupa dengan Kristus.

Offended itu berbahaya sekali. Saat tersinggung, iblis punya pijakan dalam kehidupan kita.
Dan apa yang dilakukan oleh si musuh?
Iblis Twist – memutarbalikkan – segala sesuatu yang kita lihat dan kita dengar.
Segala sesuatu yang kita lihat dan dengar, menjadi berbeda dengan fakta yang terjadi. Semakin mendukung, mendorong, dan membuat hal-hal yang menyinggung kita justru makin kuat. Akibatnya, kepahitan di hati kita makin mendalam, lalu melebar ke segala arah.

Parahnya lagi, makin banyak saudara-saudara seiman lain yang membuat kita lebih tersinggung lagi. Hal-hal sepele yang ‘mbencekno’ kata Orang Surabaya, terjadi di sana sini. Makin banyak orang yang membuat kita tersinggung dan terluka.

Tidak sedikit orang-orang yang akhirnya memilih meninggalkan Tuhan dan hatinya menjadi keras…. bahkan akhirnya menolak Tuhan dan kehilangan keselamatannya.

“Gak usah gereja-gerejaan lagi….”, katanya dengan geram.

Repotnya, ketika kita offended, siapa yang tertarik kepada kita? Orang-orang yang offended juga.
Like attracts like.
Jadilah barisan orang-orang yang sakit hati. Perpecahan dan pertengkaran terjadi. Aura negatif menguat, si musuh pun bersorak-sorai.

******
Saya memutuskan meski ada bagian saya yang benar, pokoknya Let It Go.
Telan semua yang mbocengli, gak tau diri, gak tau terimakasih, sakit hati dimanfaatkan orang, dikhianati dll dan Ampuni….

Gak bisa dengan kekuatan sendiri. Jujur datang kepada Tuhan, minta Roh Kudus yang menolong serta memampukan. Dan Tuhan, Allah yang menjawab doa…. mengajar dan membimbing.
Saya memilih menjadi seperti Kristus karena disitulah letak jalan kedamaian dan kelimpahan baik roh, jiwa mau pun tubuh.
Hidup terlalu berat untuk dijalani sendiri, saya memilih menjalaninya bersama Tuhan.

Saya murid Charis. Murid itu tugasnya memang belajar… that’s why saya sekolah. Mau belajar. Mau berubah jadi lebih baik. Bayar uang sekolah agar dikoreksi, dibimbing supaya semakin hari semakin serupa dengan Kristus.

Koreksi selalu membuat kita tidak nyaman saat kita mengalaminya. Tetapi seperti artikel yang saya tulis kemarin, tanpa koreksi, kita tidak memperoleh hikmat/wisdom sehingga menjalani kehidupan dengan Hard Way, not God’s Way… Bahkan kita bisa mengalami ‘usia yang diperpendek tanpa sengaja’ karena menolak dikoreksi…. oh….

Ketaatan membuahkan berkat. Itu saja prinsip saya…
Semakin hari hubungan pribadi saya dengan Tuhan kian meningkat dan hidup jadi enteeeeng….damai, sejahtera, sukacita…
Tidak berarti hidup tanpa masalah, namun dalam menjalaninya, ada keyakinan teguh dalam hati, jika Tuhan di pihakku, siapa dapat melawan aku?

Mazmur 1:1-3 (TB)
Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik,
yang tidak berdiri di jalan orang berdosa,
dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN,
dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air,
yang menghasilkan buahnya pada musimnya,
dan yang tidak layu daunnya;
apa saja yang diperbuatnya berhasil.
Sungguh-sungguh tercipta secara alami….

Mengalami Effortless Change – Perubahan Tanpa Usaha dan menerima hal-hal dahsyat yang tak terpikirkan….
Wow……
Mau? Yuk…..

Not everything that offends us should offend us, and not everything that offends us is persecution – Russel D. Moore.

Tidak semua yang menyinggung kita seharusnya memang membuat kita tersinggung, dan tidak semua yang menyinggung kita adalah penganiayaan – Russel D. Moore.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

 

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
“Pekerjaan Telah Selesai!”
Curhat Menjelang Kremasi Ko Hoen Siang Ini.*
Kata-Kata Yang Menjerat VS Memberi Kehidupan