Articles, Travelling

Flying Kiss, Transformer 4 & Curse of the Golden Flower… Mau?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Flying Kiss, Transformer 4 & Curse of the Golden Flower… Mau?

Sesuai janji kemarin, dibuka dengan kisah Night Cruise di atas Sungai Yang Tze dan Sungai Jialing.
Dengan lampu warna-warni, pemandangannya memang jauuh lebih menarik. Hongya Cave saat malam jauh lebih cantik, terutama Hongyadong, rumah bagi kelas pekerja Chonqing dengan bangunan panggungnya yang khas & unik di Tiongkok Barat Daya, berwarna kuning. Brrbagai Jembatan cantik berwarna-warni, – termasuk Hongya Bridge, jembatan 2 lantai, yang bawah untuk kereta api dan atas untuk mobil, sekarang makin indah dengan cahayanya- menara kembar ala Rockefeller, dan berbagai gedung cantik berlampu semuanya….
Bisa dinikmati sambil makan snacks, buah dan anek minuman.
Lengkap dengan pertunjukan tarian dan lukisan ala Chongqing…

******
Pagi ini perjalanan dimulai menuju Baima, yang terkenal dengan legenda The White Dragon Horse (Kuda Naga Putih) dan Tea Fairy. Untuk mengunjungi “Flying Kiss”, patung Pangeran Tampan’ dan Bidadari, setinggi 52 meter (170 kaki), yang bertengger tepat di tepi tebing setinggi satu kilometer.
Wuih… ngeri-ngeri sedap ya..

Baik sang pangeran mau pun bidadari raksasa, yang berpakaian setengah telanjang, di tangannya ‘menggenggam’ dek observasi melingkar bagi para pengunjung, yang berputar. Mereka dapat bebas berjalan menikmati panorama yang memukau di dek itu. Lantainya ada kaca, sehingga dari ketinggian 3000 feet (+-90 meter) bisa menikmati pemandangan cantik: gunung, lembah dan sungai, yang berputar 360 derajad.
Patung itu dari posisi tengkurap, ketika pengunjung mulai naik, lalu terus berputar hingga patung itu berdiri tegak dan saling berciuman… karena itu disebut “Flying Kiss”… So Sweet! Hhmm….romantisnya!

*****
Wulong Tiankeng Three Bridges – 3 Jembatan Wulong Tiankeng tempat tujuan ke dua, di mana film “Transformer 4” diproduksi oleh Paramount Pictures and Michael Bay dibuat. Konon Michael Bay pernah memuji Wulong sebagai “One of the most beautiful places on earth”, salah satu tempat tercantik di muka bumi.

Ternyata tidak hanya Michael Bay yang jatuh cinta pada keindahan alam Wulong, tetapi Zhang Yimou, sutradara terkenal Olympic dari Beijing juga membuat film di Wulong, yang berjudul “Curse of the Golden Flower”. Sebuah film drama wuxia epik Tiongkok tahun 2006 yang ditulis dan disutradarai oleh Zhang Yimou sendiri dan dibintangi oleh artis terkenal: Chow Yun-fat dan Gong Li. Dengan budget US$45 juta, film ini menjadi film termahal pada saat itu. Judul film Mandarin ini diambil dari baris terakhir puisi Dinasti Qi yang ditulis oleh pemimpin pemberontak Huang Chao yang memberontak melawan Dinasti Tang.

Pada tahun 2007, film ini meraih empat belas nominasi di Penghargaan Film Hong Kong ke-26 dan memenangkan Aktris Terbaik untuk Gong Li, Penyutradaraan Seni Terbaik, Desain Kostum dan Tata Rias Terbaik dan Lagu Film Asli Terbaik.

Wow….mari kita lihat apa yang ada di sana?

*****
Situs Tiga Jembatan Wulong Tiankeng, merupakan situs ekosistem berharga yang terkenal dengan topografi karst khususnya yang berupa lubang runtuhan alami yang langka di dunia. Terletak sekitar 20 km dari Kabupaten Wulong, ketiga jembatan lengkung batu ini terkenal sebagai “jembatan melengkung alami terbaik di dunia”.

Tak heran ada lubang batu berbentuk Jempol tangan, Golok dsb. Karena itu kami berfoto menunjukkan jempol tangan, seolah memegang golok … :-). Ada pula dinding gua yang mirip gambar Gajah. Dengan tebing indahnya dan aneka keindahan yang langka.

Saat foto dengan P. Anton Tx Travel, beliau berpesan, “Tulisan ibu kemarin belum lengkap.”
“Lhah?”
“Jangan lupa tulis ya… ini foto saya dengan P. Indra & B. Yenny boss Tangki Air MPOIN, B. Sylviati boss RSIA Limijati, P. Leonard & B. Hean boss CV. Nam, Kupang ” ….
Dan tas kami bertiga kembaran lho, seperti anak panti asuhan wkwkwk..

Begitu bus berhenti, terlihat robot transformer di sana sini. Diawali dengan menuruni tangga, dilanjut dengan naik lift, menuruni lagi jalan berkelok-kelok dengan berbagai pemandangan cantiknya di sepanjang jalan.
Bangunan istana ada di paling bawah, lalu berjalan di area mendatar sekitar beberapa km.
Ada tebing cantik di mana kami berjalan di bawahnya, mirip pemandangan di tebing tinggi di Eropa. Keren….

Terletak sekitar 20 km dari Kabupaten Wulong.
Ketiga jembatan lengkung batu ini terkenal sebagai “jembatan lengkung alami terbaik di dunia dan terbesar di Asia. That’s why, para sutradara terkenal ingin membuat film di sana.
Jembatan Tianlong (Naga Langit), Jembatan Qinglong (Naga Hijau), dan Jembatan Heilong (Naga Hitam), namanya, merupakan situs menakjubkan yang masih jarang dikenal di dunia, sehingga masih terjaga keindahannya hingga sekarang.

Tinggi, lebar, dan panjangnya di atas 150m, 200m, dan 300m. Semuanya melintasi Lembah Yangshuihe, menghubungkan pegunungan antar lembah, membentuk tontonan yang menakjubkan. Bahkan di dunia pun, pemandangan ini jarang terlihat – dua lubang runtuhan besar di tanah dan tiga jembatan lengkung batu alam di atasnya. Wow…..

*****
Liburan tidak hanya soal pemandangan tetapi mengenal budaya lain, bertemu dengan teman-teman baru, melihat hal-hal berbeda yang jarang kita lihat di kota asal kita. Wawasan jadi makin luas dan ‘ora nggumunan’ kata Orang Jawa. Tidak mudah terheran-heran alias bijak.
Itulah yang membuat kehidupan menjadi kaya…

Jagung yang punel seperti ketan… nach ini berkat bergaul dengan ibu-ibu yang jago masak, jadi saya memperhatikan. Ada sayur tertentu entah apa namanya, mirip asparagus tetapi lebih crispy. Enak lho!

P. Anton sudah survey, tidak hanya soal obyek wisata tetapi juga makanannya. Makanan di sini rata-rata semua pedas. Sssttt…. kami dipesankan makanan dengan Level Pedas Nol.  Karena P. Anton, memilih makanan dengan seksama, yang cocok di lidah indo. Thanks P. Anton.
Pedas level 1 or 2 saja, bibir sudah tebal, ‘jontor’ saking pedasnya. Padahal ada pilihan pedas sd 10. Pedasnya berbeda dengan pedasnya cabe rawit di Indo. Saking doyannya pedas penduduk di sini, bahkan ada Ice Cream Pedas…. alamaak….. gubraakk..
Di mana-mana terlihat cabe kering dijual dan aneka makanan pedas.

Ada cerita unik tentang mie. Ternyata karena tiap pagi penduduk makan mie, pemerintah sampai mengawasi produksi mie. Wajib sehat, bahan-bahan harus diawasi, kalo gak pemerintah yang pusing juga jika penduduknya sakit-sakitan. Pantesan mie-nya enak… Mesti coba tuh…

Dan kesadaran yang luar biasa saat liburan… betapa Allah Mahabesar menciptakan alam semesta yang sangat cantik….
Syukur tak henti-hentinya terucap dari bibir kami, bukan hanya karena indahnya tetapi juga penyertaan-Nya di sepanjang perjalanan kami.
Jangan pernah Take it for granted, jika kita masih diberi kesempatan menikmati, masih sehat, semua baik dan lancar… jangan dianggap biasa, tetapi bersyukurlah!
Itu anugerah!
God is good all the time. All the time, God is good!
Setuju?

“The world is a book and those who do not travel read only one page.” – Saint Augustine.

“Dunia ini bagaikan sebuah buku dan mereka yang tidak melakukan perjalanan -tidak travelling- hanya membaca satu halaman.” – Saint Augustine.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

 

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
“Anda Memiliki Visi. Darimana Asalnya?”
“Bahaya Preterisme (Bagian 1).”
“Pikiran Beracun?”