Articles, Relationship

Offended – Tersinggung? Ini Tips Mengatasinya!

 

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Offended – Tersinggung? Ini Tips Mengatasinya!

Sesuatu yang tidak pernah kita harapkan tetapi ternyata setiap orang pernah mengalaminya. Repotnya, kita tidak pernah diajari cara mengatasinya dengan benar. Tidak sedikit yang kena kanker dan membawa kepahitan hingga ajal menjemput. Membiarkan air kehidupannya pahit seumur hidupnya.

Saya sengaja menuliskannya karena ingin berbagi. Saya beruntung, di Sekolah Charis, Greg Mohr mengajarkannya dengan gamblang. Bersyukur bisa sekolah!

Dan Greg membuka pelajaran ke 5, topik “Membangun Hubungan Yang Sehat” dengan kalimat:
“TIDAK MUNGKIN TIDAK ADA SAKIT HATI” alias Sakit Hati itu suatu ketika pasti terjadi!

“Bahkan sahabat karibku yang kupercayai, yang makan rotiku, telah mengangkat tumitnya terhadap aku,” ujar Raja Daud.

Sakit hati, ketidakadilan, pengkhianatan dan duka menghampiri setiap kita. Hebohnya, sakit hati muncul dari orang-orang yang kita percayai, kasihi, orang yang kita hormati, orang yang kepadanya kita rela berkorban, yang saat makan enak pun ingat dia… justru yang melukai….
Guuubbbbrraaakkk…
Dan ini fakta!

– Jika kita tidak menyikapinya dengan tepat, mustahil kita dapat mengembangkan hubungan yang sehat dan langgeng.

– Masing-masing kita akan mengalami kekecewaan dan ekspektasi yang tidak terpenuhi dalam hubungan, tetapi hubungan itu sepadan dengan resikonya!

– Allah telah menetapkan kita saling membutuhkan satu dengan yang lain. Ibarat tubuh, mata butuh kaki, dan sebaliknya. Setiap anggota tubuh saling membutuhkan agar dapat hidup dan berkembang. Dan Allah telah menetapkan agar kita dapat bertumbuh sesuai dengan penyediaan dan anugerah-Nya, melalui hubungan dengan orang lain, yang diikat-Nya menjadi satu tubuh yaitu tubuh-Nya.

– Setiap orang memiliki titik-kelemahan?Blind-Spot?, karenanya kita semua membutuhkan dukungan, yang membutuhkan hubungan dengan orang lain agar dapat berhasil dalam hidup.

– Mengapa seseorang tidak berkembang maksimal?
Karena banyak pintu perkenanan Tuhan yang kita lewatkan, karena takut percaya dan takut berkomitmen pada hubungan. Berkat-berkat Allah itu datang melalui tangan orang lain.
Pintu besar berputar pada engsel yang kecil.

– Hubungan memberi kita Kuasa Eksponensial, Sinergi untuk mengalahkan musuh dan menghadapi kesukaran hidup.
Sinergi: satu orang dapat mengejar seribu orang, dan dua orang dapat mengejar sepuluh ribu orang.

Karena itu bangun hubungan dekat dengan Tuhan dan fokus kepada-Nya, agar kita peka mengikuti cara-Nya – God’s Way – dan Tuhan menuntun kita pada Koneksi Ilahi.
Hubungan harus lahir dari Allah.
Koneksi Ilahi dalam hubungan adalah cara utama di mana Allah bekerja dan menggenapi kehendak-Nya, di dalam dan melalui kehidupan kita.

Bagaimana cara mengatasi ketersinggungan?
Sadari bahwa iblis memakai orang-orang, tetapi Allah juga.
Kita yang harus belajar skillful, terampil.

Bisa saja di suatu tempat tersinggung, lalu kita lari ke tempat lain. Tetapi selama tidak membereskannya, di tempat lain kita akan mengalami drama yang sama dengan orang berbeda. Seberat apa pun: Bereskan!

Tanpa disadari, ketika tersinggung, kita akan disesatkan dan memandang segala sesuatu dengan kacamata ketersinggungan itu. Jika kacamatanya merah, dunia pun nampak merah. Sesungguhnya, sakit hati adalah perangkap iblis agar persatuan itu terpecah belah dan tidak terjadi sinergi.
Saat tersinggung dan sakit hati, iblis punya pijakan dalam hidup kita, lalu iblis Twist– memutarbalikkan apa yang terjadi, semua menjadi nampak negatif, akibatnya cara pikir dan tindakan kita semua melenceng.
Banyak pengajaran sesat dimulai dari sakit hati.

Fakta: kebanyakan kesalahan terjadi tidak sengaja tetapi disebabkan kekhilafan, pengabaian, atau membiarkan diri terlalu egois.
Itulah sebabnya di Charis kami diajarkan agar Menghargai Hubungan diatas Keuntungan Finansial.
Tidak mempromosikan Diri tetapi fokus untuk memberi dan melayani dengan tulus. Tanpa agenda tersembunyi.

Secara rohani, serahkan segala kekuatiran, hati yang terganggu, sakit hati kita kepada Tuhan, sebab Dia yang memelihara kita. Jujur apa adanya. Dan bertobat saat sadar ada yang salah, dan bersedia berbalik, bertobat menuju ke arah yang benar. Kadang kita tau teorinya, harus mengampuni tetapi koq hati masih mengganjal.

Bicarakan dulu dengan orang yang kita bermasalah, sebelum menceritakan kepada orang lain.

Saya bukan malaikat, saat ganjalan hati tak kunjung sirna, butuh membicarakannya dengan teman yang dewasa rohani dan saya tahu, dia ingin saya berkemenangan. Jangan salah pilih teman curhat, endingnya bisa kacau balau.
Dengan membicarakan dan menuliskannya, saya bisa melihat situasi dengan lebih jernih.

Endapkan beberapa waktu, terus libatkan Tuhan dalam prosesnya. Setelah tenang dan damai, ambil keputusan apa yang hendak dilakukan?

Ada beberapa pilihan yang Greg Mohr tawarkan:
– Kebenaran disampaikan dengan kasih, tanpa menghakimi.
Ceritakan apa yang kita rasakan dan membuat hati kita terluka. Jika kedua belah pihak bisa menanggapi dengan baik, bisa jadi keterbukaan ini justru membawa hubungan kepada level yang lebih dalam lagi.
Teman sejati tidak takut bersikap jujur atau menjadi dirinya sendiri.

– Ada hal-hal tertentu yang bahkan tidak perlu diampuni. Misalnya, lupa janji temu, tidak mengundang kita dll. Hanya perlu diabaikan dan dilupakan dengan mempertahankan sikap belas kasihan yang konstan dalam pertemanan.

– Putuskan tidak tersinggung karena penolakan yang kita alami, entah teman kita sengaja atau tidak.
Setiap kali kita sakit hati, itu menunjukkan kita telah memberikan prioritas dan kepercayaan yang terlalu besar.

– Tidak semua orang, termasuk orang-orang yang kita hormati, setulus, sejujur seperti apa yang kita bayangkan. Ya sudah berbesar hati menerimanya. Itulah dunia….
Nasehat para bijak, Pandang Allah saja, jika memandang manusia, kita pasti kecewa.
Toh finalnya, pertanggungan jawab kita kepada Allah.
Jaga hati kita tulus, setia, dan semaksimal mungkin menjadi pelaku firman karena itu yang Allah kehendaki, no matter what!

Reposisi hubungan kita dengan teman tsb. Tidak semua orang cocok dan pas masuk ke dalam lingkaran dalam pertemanan kita. Tidak usah memaksakan diri apalagi sampai merendahkan diri demi menjalin suatu hubungan.

Pertemanan dari Allah itu hubungan yang penuh damai sejahtera, tidak penuh tekanan atau pertengkaran. Lebih baik mencari Koneksi Ilahi daripada mengusahakan hubungan dengan orang yang dianggap kaya, sukses dan berpotensi mengangkat kita. Biarkan Tuhan mempromosi kita pada saat-Nya yang tepat.

Pertemanan yang tulus tidak dapat tercipta, jika salah satu pihak tidak bersedia mendengarkan kebenaran dan pihak yang lain segan mengatakannya.

Kasih dan kepercayaan merupakan kegiatan beresiko, karena menuntut kita memberi kesempatan kepada orang-orang untuk mengecewakan atau menyinggung kita.
Tetapi kita tidak boleh berhenti mengasihi atau mempercayai, karena di atas karakteristik itulah Hubungan Ikat-Janji atau Covenant, dibangun.
Dalam covenant inilah berkat dan perlindungan Tuhan dicurahkan seperti hubungan Allah & Abraham.

Jangan biarkan karena pengalaman dimanfaatkan, dikhianati, disakiti – membuat kita menarik diri demi melindungi diri dan menjadi sinis.
Inilah dunia yang sudah jatuh dalam dosa, justru kita dituntut menjadi skillful, terampil dan bijak menyikapinya, sehingga bisa membantu orang lain melewatinya. Kita hanya bisa mengimpartasikan sesuatu yang sudah pernah kita alami dengan berkemenangan.
Itulah caranya menjadi Terang Dunia yang Tuhan maksudkan.
Kita menjadi Peta Jalan bagi kemenangan orang lain.

Hidup memang tidak adil, jahat, justru di dunia yang carut marut ini, setiap anak Tuhan dituntut menjadi lilin-lilin kecil yang menerangi kegelapan, sehingga dunia menjadi lebih baik karena kehadiran kita.

Sssttt…. sejujurnya, ini lebih mudah ditulis daripada dilakukan. Tetapi apa boleh buat, kemenangan dalam hal inilah yang bisa kita persembahkan saat masuk ke surga kelak, jadi mau gak mau, yuk kita perjuangkan bersama. Saling support agar lulus… tidak ada orang yang bisa sukses sendirian…

Hari ini seri terakhir Seruput Kopi Cantik membahas pengajaran Greg Mohr: “Developing Healthy Relationship”. Ini pelajaran dahsyat hingga ditulis dalam banyak sekali artikel.
Bagi teman-teman yang merasa artikel ini kurang menjawab semua pertanyaan kalian, monggo sekolah saja. Karena Seruput Kopi Cantik hanyalah Teaser, jika ingin menikmati Main-Coursenya mesti sekolah.  Setuju?

God didn’t REMOVE the Red Sea. He PARTED it. God doesn’t always REMOVE your PROBLEMS, but He will make a WAY to get THROUGH them.

Tuhan tidak MENGHAPUS Laut Merah. Dia MEMBELAHNYA. Tuhan tidak selalu MENGHAPUS MASALAH Anda, tetapi Dia akan membuat JALAN untuk melewatinya.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
*MPOIN PLUS & PIPAKU*
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

 

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
“Turunlah dari Roller Coaster.”
Penebusan Bagian 2 – Perlukah Mengakui Dosa? – Bagaimana Hidup Di Perjanjian Baru?
“Telah Ditakdirkan?”