Articles, Christianity

Kasus Hukum Dengan Saudara Seiman. Bagaimana Baiknya?

p

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Kasus Hukum Dengan Saudara Seiman. Bagaimana Baiknya?

Banyak sekali artikel yang saya tulis dari pelajaran “Membangun Hubungan Yang Sehat” yang diajarkan Greg Mohr.

Di luaran sana banyak sekali pakar yang membahas WHAT – Apa yang harus dilakukan? Dan sebagian besar berupa teori.
Tetapi kali ini Greg Mohr tidak sekedar mengajarkan *What* tetapi lebih menekankan *How* -Bagaimana step by step, langkah-langkah untuk mempraktikkan dan menghidupinya. Lebih dahsyat lagi, lengkap dengan contoh pengalaman hidupnya.
Ini yang membuat Sekolah Charis itu luar biasa!
Bukan sekedar teori dan pelajarannya yang bagus, namun keteladanannya yang luar biasa! Langka!
Bangga sekali memiliki Panutan, Teladan, Peta Jalan yang excellent…. jauh lebih mudah mengikuti saat ada guidancenya bukan?

Menghadapi kasus hukum, kadang merupakan fakta yang harus dijalani.
Lalu bagaimana sebagai anak-anak Tuhan, kita harus bersikap?

Dalam artikel-artikel lain, saya sudah berbagi, cara-cara lain yang diajarkan Greg Mohr untuk meredam dan menyelesaikan konflik. Kali ini yang dibahas, untuk masalah yang serius hingga ke pengadilan.

“Jika Anda tidak dapat menyelesaikan konflik, mintalah bantuan Mediator yang Netral – Matius 18:16,” ujar Greg Mohr.

Mediator atau tim mediasi, haruslah orang yang disepakati kedua belah pihak. Kedua belah pihak harus sepakat sebelumnya, untuk mendengarkan saran mediator atau tim mediator, jika tidak, proses mediasi akan menjadi proses yang sia-sia.

Greg menegaskan, bukannya melarang seseorang melangkah ke jalur hukum, namun sebelumnya coba dulu pendekatan lainnya. Termasuk menggunakan mediator, tentu disertai doa dan firman serta melangkah mengikuti God’s Way.
Berseteru di jalur hukum itu menguras energi, dana dan menyebabkan stress berkepanjangan.

Matius 18: 16, 17 – Jika pihak yang berkonflik dengan kita menolak mengikuti mediasi atau mengikuti ketentuan resolusi yang ditetapkan mediator, maka kita dapat memperlakukan orang itu sebagai orang yang tidak mengenal Allah atau orang yang terhilang.

Dalam hubungan dengan kerugian finansial, hanya ada 2 pilihan: menanggung kerugian atau pergi ke pengadilan.

Poin yang diajarkan Greg Mohr: putuskan sebelum ada konflik atau perselisihan, bahwa kita akan bertindak berdasarkan firman dalam menangani masalah apa pun dalam kehidupan, alih-alih meninggalkan pernikahan, pekerjaan, gereja atau membawa saudara seiman kita ke pengadilan.

*******

Seorang sahabat yang enggan disebut namanya, berkisah bagaimana dia ‘kehilangan’ tanahnya beberapa ratus meter persegi di daerah mahal ibukota.
Namun kapok berseteru di pengadilan, maklum tanah milik keluarganya tersebar di seluruh jabodetabek dengan luas puluhan ribu hektar, tentu masalah tanah ada di sana sini.

Sahabat ini berdoa, mempercayakan permasalahan tanahnya kepada Tuhan.
Jikalau Tuhan berkenan kepada jalan seseorang, musuh orang itupun diperdamaikan dengan dia.

Dengan cara tidak terduga, perjalanan panjang pengurusan tanah ini, Tuhan membukakan peluang lain sehingga sahabat ini bisa bertemu dan mengenal orang yang tepat, untuk mengurus perijinan untuk proyeknya yang lain. Akhirnya setelah di cross, ijin itu jaaaauuuuhhh lebih hemat daripada seharusnya, sehingga kehilangan beberapa ratus meter persegi itu tidaklah sebanding dengan harga tanah yang hilang. Cara Tuhan menjawab itu unik. Berbeda dengan pemikiran normal kita.

*****

Dalam hidup, kerugian financial karena ditilap oleh saudara-saudara seiman, kerap terjadi. Ini yang menyebabkan beberapa teman menjadi pahit hati dan enggan ke gereja.

Saya pun mengalaminya. Berulang kali. Bermaksud menolong, endingnya justru jadi malapetaka. Bahkan ada yang korupsi besar, tetapi dia memberi persembahan besar rutin ke gereja di kota di mana salah satu cabang kami berada. Saat ketahuan korupsi dan diproses secara hukum, pendeta gereja itu ikut memusuhi dan meneror kami. Oh…

Greg Mohr menjelaskan bahwa 2 Tawarikh 25:9 “Tuhan dapat memberikan lebih dari pada itu kepadamu”.
Tuhan mampu memberikan jaaauuuhh lebih besar daripada uang kita yang hilang.

Oleh karena itu Greg Mohr mengajak kita melihat kehilangan uang itu tidak lagi sebagai kerugian, melainkan kita melihatnya sebagai Benih, karena benih ketika ditabur, suatu ketika akan berbuah, berlipatganda.

Greg berulangkali mengalami kerugian besar. Dia berusaha bersaksi kepada mantan mitra bisnisnya, dalam bisnis helicopter dan helikopter itu jatuh. Mereka telah mengasuransikan sebelumnya dengan premi yang tinggi. Agar dapat mengajukan klaim pengembalian pajak berdasarkan SPT pajaknya, Greg harus menuntut mitra bisnisnya di pengadilan.
Dilemma bagi Greg, karena sang mitra bisnis ini adalah suami dari sepupunya. Dengan menuntutnya, maka hubungan mereka tidak akan berjalan mulus lagi. Tidak bisa makan bersama lagi saat perayaan Thanksgiving bersama seluruh keluarga. Jadi Greg memutuskan Let It Go… dilepaskan saja.

Tuhan mampu memberkati Greg lebih dari pengembalian pajak itu. Dengan demikian, Greg tetap dapat berkomunikasi, berhubungan serta melayani sang mantan mitra bisnis.
Greg Mohr memberi teladan, bagaimana dia menghargai hubungan diatas keuntungan finansial.

Greg mengakhiri pelajaran kali ini, dengan menantang agar kami, para murid, memikirkan dan merenungkannya.
Sikap yang bertolak belakang dengan yang biasa terjadi di masyarakat. Kerugian besar, demi masalah uang, tidak sedikit antar saudara, teman saling berseteru. Gak mau rugi!

Wow…. betapa dahsyat dan bangganya memiliki teladan dan peta jalan….seperti guru-guru Charis.
Baru kali ini saya belajar, memandang kerugian sebagai benih.
Pas tadi pagi, dalam doa pagi BBL, bu Silvy mengingatkan tentang membayar tagihan sebagai benih.
Saya ingat betul, sebelumnya menterjemahkan artikel Barry Bennett, yang mengajarkan agar saat membayar tagihan dan pengeluaran, lihatlah sebagai benih. Karena dengan benih itulah kita mencukupi kebutuhan keluarga kita.
Klop antara Greg Mohr & Barry Bennett.
Kebetulan?
Kata orang bijak, kebetulan adalah cara Tuhan agar tetap anonim….

Belajar yuk….

“Victory in the christian life comes when you are able to look into the Word, which is Spirit and Life, see who you are, see what God has done, and begin to believe it.” – Andrew Wommack.

“Kemenangan dalam kehidupan Kristen terjadi, ketika Anda mampu melihat ke dalam Firman, yang adalah Roh dan Hidup, lalu melihat siapa Anda, melihat apa yang Tuhan telah lakukan, dan mulai mempercayainya.” – Andrew Wommack.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
*MPOIN PLUS & PIPAKU*
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’scakes
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Knowing God’s Will
Jejak – Jejak Ilahi
“Kepercayaan Tentang Kedaulatan.”