Articles

Looking at Jesus…, Still looking at Jesus…And keep on looking at Jesus.”

Gospel Truth’s Cakes

Yenny Indra

“Looking at Jesus…, Still looking at Jesus…And keep on looking at Jesus.”

…memandang kepada Yesus, penulis dan penyempurna iman kita (Ibr. 12:2)

Siapa atau apa yang kita cari untuk keteguhan iman kita? Di mana kita mencari kedamaian dan kegembiraan?
Mari pertimbangkan beberapa opsi.

Apakah melihat kepada kepribadian, pendidikan, penampilan, pernikahan, rekening bank, kesehatan, karir, status sosial, gereja, harta, perbuatan baik, pemberian kita? Atau memandang Hukum Taurat? Membandingkan diri dengan Ayub?

Banyak orang, secara sadar atau tidak sadar, memandang hal-hal semacam ini sebagai landasan hidup mereka.
Apa yang kita percayai, menjadi landasan sesungguhnya, di mana tempat iman kita naik atau turun.

Ketika keadaan yang serba tidak pasti, menentukan kedamaian dan kegembiraan kita, maka keadaan telah menjadi “tuan” atau boss kita. Jika keyakinan didasarkan pada pendidikan atau uang Anda, maka pendidikan dan uanglah yang menjadi tuan kita.
Banyak orang yang bergumul dengan iman mereka, karena mereka bergumul dengan tempat di mana mereka mencari jawaban.

Orang yang beragama (termasuk orang Kristen), akan melihat kepada ajaran agamanya. Banyak orang akan melihat Perjanjian Lama untuk pemahaman mereka tentang Tuhan.

Ketika Yesus muncul di gunung bersama Elia dan Musa, Tuhan berbicara dan menetapkan siapa yang harus kita dengar.

“Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.”
Matius 17:5 TB

Mengapa begitu banyak orang terus melihat perjanjian berdasarkan perilaku dan bukan perjanjian berdasarkan kasih dan anugerah sesuai arahan Tuhan pada ayat diatas?
Keyakinan berdasarkan perilaku tidak akan pernah tumbuh melampaui kesalahan terakhir kita. Mengapa justru mengabaikan Yesus dan karya salib yang telah selesai?

Yang lain memandang Ayub sebagai teladan hidup mereka… menyamakan diri dengan keadaan Ayub. Padahal Ayub hidup jauh sebelum Abraham, artinya pada jaman yang sangat lama, di mana pewahyuan saat itu belum lengkap.
Ayub Tidak Memiliki Perjanjian Covenant seperti Abraham.
Maksudnya? Apa bedanya?
Beda sekali!
Ayub tidak punya priviledge seperti kita yang hidup di Perjanjian Baru.

Di Perjanjian Lama, Roh Kudus datang dan pergi.
Mereka berharap, supaya Tuhan tidak meninggalkan mereka.
“Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!
( Mazmur 51: 13)
Itu cocok untuk Daud yang hidup di Perjanjian Lama.

Di Perjanjian Baru, Roh Kudus TINGGAL DI DALAM ROH KITA!

Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab IA MENYERTAI KAMU dan akan DIAM DI DALAM KAMU.
Yohanes 14:16?-?17 TB

Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.
Yohanes 14:26 TB

Mengapa justru mengabaikan Yesus dan karya salib yang telah selesai?
Tuhan Yesus SUDAH MEMBAYAR LUNAS apa pun yang kita butuhkan di KAYU SALIB.
Kesembuhan Ilahi, Kesehatan Ilahi, Hikmat, Kuasa, Otoritas, Masa Depan yang gilang gemilang, bahkan Kuasa Yang Membangkitkan Yesus dari kematian pun ada di dalam roh kita.
Saat ini posisi kita duduk di sebelah kanan Allah Bapa bersama Yesus dalam posisi Menang!

Kita itu Sehat, Makmur, Berkelimpahan, Penuh Hikmat & Kuasa, karena itulah Identitas Kita di Dalam Kristus.
Itu Jati Diri kita In Christ!

Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus. Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus……….. Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan BERHAK MENERIMA JANJI ALLAH. Galatia 3:26?-?29 TB


Jika iman kita naik turun, iman di sini hari ini tetapi besok hilang, itu pertanda Anda mencari sesuatu atau seseorang selain Yesus.
Jika Anda dikuasai oleh depresi, kecemasan, ketakutan, atau kepahitan, Anda tidak memandang kepada Yesus.
Jika Anda memiliki mental korban yang kronis dan suka menyalahkan orang lain atas hidup Anda, itu karena Anda tidak memandang Yesus.
Jika Anda hanya melihat hal negatif dalam setiap situasi dan tidak pernah mengharapkan kasih karunia dan kebaikan Tuhan, Anda tidak memandang Yesus.

Hanya Yesus yang dapat mengaktifkan iman, kedamaian, dan sukacita sejati. Anda akan tahu siapa yang Anda cari dengan check & recheck kesehatan hati Anda.

Tetapi aku ini akan menunggu-nunggu Tuhan, akan mengharapkan Allah yang menyelamatkan aku; Allahku akan mendengarkan aku!
Mikha 7:7 TB


Mau rahasia sukses? Berjalan Di Atas Air?

Rahasia untuk terus bisa berjalan di atas air dari Rick McFarland, guru Charis:

“Looking at Jesus…
Still looking at Jesus…
And keep on looking at Jesus.”

Pandang Yesus….
Tetap pandang Yesus
Terus menerus pandang Yesus.

Knowing who Jesus is, changes who you are.
Mengenal pribadi Yesus, mengubah kita secara natural… Perubahan tanpa usaha… Menarik bukan?

As He is, so are we in this world.
Sama seperti Yesus, demikian kita ada di dunia ini (1 Yoh 4:17)

Lihat saja apa yang Yesus lakukan semasa di dunia, maka kita pun dapat melakukannya. Bahkan kita bisa melakukan hal-hal yang lebih besar lagi. (Yoh 14:12)

Sadar ga, setiap janji di dalam Alkitab, itu menjadi bagian kita, hanya dengan beriman kepada karya Salib Yesus yang sudah selesai. Kita belajar firman Tuhan untuk mengetahui apa yang sudah menjadi milik kita serta menghidupinya. ( Filemon 1:6)

Cling… Seolah-olah kebenaran ini melompat:
Berarti Kunci Kesuksesan Dalam Hidup:
“PANDANG YESUS SENANTIASA, tidak peduli situasi di sekeling seperti apa? Maka kita akan berjalan di atas ‘air permasalahan’, melewatinya dan tiba di seberang.

Dikatakan pula,
Dan SEKETIKA juga perahu itu SAMPAI ke pantai yang mereka tujui. (Yohanes 6:21 TB)

BOOM! Dalam sekejap, secara supernatural, mereka melewati perjalanan sekitar 3 km di danau dan tiba di seberang. Ketika Yesus ada di perahu kehidupan kita, maka hal-hal supernatural menjadi sesuatu yang normal. Memang wajarnya begitu.

Pertanyaannya:
Kita mau hidup natural atau supernatural?

Kalau melihat situasi, artinya hidup natural.
Sebaliknya, jika terus memandang Yesus, hidup kita supernatural!

Allah hidup dalam alam supernatural, jadi jika kita benar-benar mengikuti-Nya, kita juga akan hidup dalam alam supernatural.
Jika hidup kita tidak supernatural, berarti kita hanya dangkal mengenal-Nya. Tuhan menghendaki kita berjalan bersama-Nya dalam alam supernatural yang tak terbatas.

Iman artinya melihat mujizat bermanifestasi di dalam kita, secara rohani, sebelum kita melihatnya bermanifestasi di alam jasmani.

Siap? Yuuuk…

What you see and what you hear depends a great deal on where you are standing. It also depends on what sort of person you are – C.S. Lewis

Apa yang Anda lihat dan apa yang Anda dengar sangat bergantung pada: di mana Anda berdiri. Itu juga tergantung pada orang seperti apakah Anda? – C.S. Lewis

Sumber: Barry Bennett & Rick McFarland.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
“Mana yang diutamakan? Tuhan atau Keluarga?”
“Jangan teralihkan oleh hal-hal yang bersifat sementara.”
“[Allah] Berdaulat?”