Articles

Menjadi Bijaksana … Apa kuncinya?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Menjadi Bijaksana … Apa kuncinya?

Youtube Coach Tom Mc Ifle menarik sekali. Nampak Binaragawan terkenal, Ade Ray memberikan wisdomnya:

Orang Bijaksana belajar dari kesalahan orang lain. Mudah dan murah!
Orang Pintar belajar dari kesalahannya sendiri. Sedikit lebih mahal.
Orang yang Bodoh TIDAK pernah belajar dari kesalahan orang lain.
Mengapa?
Bukan karena dia bodoh tetapi karena dia berkata, “BUKAN SALAH SAYA…..”

guuuubbbrrraaakkkk….


Ternyata orang yang bijaksana, pintar dan bodoh tidak ditentukan oleh kecerdasan, IQ Score atau seberapa tinggi tingkat pendidikan seseorang, namun ditentukan oleh sikap hatinya.

Kata Kuncinya adalah MAU TERUS BELAJAR.

Bersediakah kita dengan rendah hati terus menerus belajar.
Mengakui bahwa kita belum tahu segalanya, dan harus terus membangun diri, memperbaiki diri, bersedia dikoreksi, – belajar dari kesalahan orang lain, sehingga tahu letak kesalahan orang itu lalu menerapkannya dalam hidupnya, sehingga dia tidak perlu mengalami hal yang serupa-. Juga belajar dari kehebatan orang lain, agar dia bisa menirunya.
Jalan tercepat untuk belajar, jika ada pemandu disertai pelajaran yang terarah dst dst….
Nach itu gunanya sekolah!

Orang yang bijaksana adalah pembelajar seumur hidupnya. Hingga mati pun dia sadar, masih banyak hal-hal yang belum diketahuinya, karenanya terus belajar.

The fear of the LORD is the beginning of knowledge: but fools despise wisdom and instruction – King Solomon.

Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bebal (bodoh) menghina hikmat dan didikan – Raja Salomo.

Sementara orang bodoh adalah orang yang tidak peduli alias ignore, tidak mau belajar……

Kerapkali ‘merasa’ dia yang paling tahu, caranya yang paling benar karena dia tidak mau belajar…. hanya cara itu yang dia tahu. Ternyata ada lho cara yg lebih efisien, lebih cepat & lebih mudah… tetapi dia gak peduli!
Malas berubah!
Ngeyel…

Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah yang menguji hati. Ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut.


Mengenal kekuatan sendiri dan mengenal kekuatan lawan, kita SUDAH memenangkan separuh pertempuran. Dengan strategi yang tepat, kita dapat Memenangkan Pertempuran, TANPA harus bertempur – Sun Tzu.

Strategi peperangan Sun Tzu, Jenderal perang China yang terkenal, sekarang diadopsi di dunia bisnis, terkenal di seantero dunia. Dan terbukti sukses.

Kuncinya, BELAJAR DARI KEHEBATAN MAUPUN KEKURANGAN, BAIK LAWAN, MAUPUN DIRI KITA SENDIRI.

Itulah sebabnya, team yang akan bertanding, kerap menonton permainan team lawan. Tujuannya bisa mempelajari strategi yang digunakan, kelebihan, kekurangannya … lalu bisa dicari, cara mematahkan strateginya.

Sun Tzu sudah memberikan clue, perang bisa dimenangkan tanpa harus bertempur, hemat biaya dan tidak menelan korban.
Caranya? Ya belajar! Cari strategi tepat untuk mematahkan strategi lawan.
Wow…..


Hikmat, wisdom, kebijaksanaan itu unik…. bukan hasil dari belajar, tetapi karena Tuhan yang memberikannya. Karena itu, agar bisa memperoleh hikmat, syaratnya Takut Akan Tuhan alias menghargai serta menghormati Tuhan.

Hikmat itu yang membuat kita berada di tempat yang tepat, pada saat yang tepat, menjadi orang yang tepat, untuk mengerjakan sesuatu yang spesial, dengan kreatifitas yang langka. Siapa yang bisa memberikannya?
Hanya Tuhan!

Karena TUHANlah yang memberikan hikmat; dari mulutnya datang pengetahuan dan pengertian.

Orang chinese mengistilahkannya sebagai Hoki.
Karena itu ada ungkapan, “Gak ada yang bisa mengalahkan orang yang Hoki, beruntung, lucky….”
Gak ada lawannya…
Apa pun yang dikerjakannya, dibuat Tuhan menjadi berhasil.


Alkisah Raja Yosafat yang dikepung oleh musuh-musuhnya. Suatu laskar yang besar datang, Yosafat pun menjadi takut.
Bukannya meminta pertolongan teman atau sekutunya, Yosafat memilih mencari Allah.

“Ya Allah kami, tidakkah Engkau akan menghukum mereka? Karena kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini, yang datang menyerang kami. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu,” seru Raja Yosafat bersama seluruh rakyatnya.

You will not need to fight in this battle. POSITION YOURSELVES, STAND STILL AND SEE THE SALVATION OF THE LORD, WHO IS WITH YOU, O Judah and Jerusalem!’ Do not fear or be dismayed; tomorrow go out against them, for the Lord is with you.” Kata Tuhan.

Anda tidak perlu bertarung dalam pertempuran ini. POSISIKAN DIRIMU, BERDIRI TETAP DAN LIHAT KESELAMATAN TUHAN YANG BERSAMA KAMU, hai Yehuda dan Yerusalem!’ Jangan takut atau cemas; besok majulah melawan mereka, karena Tuhan menyertai kamu.”

Yosafat mengatur pemimpin pujian di depan tentaranya yang berperang. Mereka memuji dan meninggikan nama Tuhan.
Tentara musuh saling membunuh, sehingga tentara Yosafat tidak perlu berperang, mereka tinggal mengambil jarahan yang ditinggalkan. Hemat biaya dan tanpa korban.

“Itu kan jaman dulu, Bu Yenny. Bagaimana jika bisnis masa kini?”

Firman Tuhan itu tetap sama dulu, sekarang dan sampai selama-lamanya.

Sahabat saya yang keluarganya memang pengusaha besar sejak jaman dulu, tanahnya tersebar di mana-mana.

“Urusan tanahku duh… banyak sekali. Dulu urusan begitu pakai lawyer, makin pusing lagi. Habis duit banyak, energi terkuras, dan emosi naik turun..”, ujarnya,
“Sekarang pakai cara Tuhan..
“Love your neighbour, kasihi sesamamu, kata Tuhan”..
Ya sudah taat. Satu persatu urusan tanah beres dengan cara yang tidak terpikirkan…”

Tuhan pun berperang untuk sahabat saya dengan cara modern jaman sekarang. Membukakan jalan yang terpikir oleh pengusaha pada umumnya pun, tidak.
Memberi makan karyawan tetangga yang tanah sahabat saya sekian ratus meter diambilnya… lhoh?
Sahabat saya menabur benih kasih dan kebaikan.

Pokoknya berbuat baik seperti diajarkan Tuhan. Tiba-tiba orang yang pernah ditolongnya bertahun-tahun yang lalu, menelponnya, dia punya jalur tepat untuk membantu masalah sahabat saya yang lain.
Satu demi satu, masalah demi masalah yang dihadapinya teruai satu persatu, dengan solusi yang menguntungkannya.
Bahkan melampaui apa yang bisa dipikirkannya.

Firman Tuhan tetap berkuasa untuk selama-lamanya.
Kuncinya, Percaya Saja…. dan Taat!

Praktik yuk….

The WORD of GOD is alive and powerful! It will set you free, comfort you, heal you and feed your soul! – Ps. Matthew Hagee.

FIRMAN ALLAH hidup dan berkuasa! Firman akan membebaskan Anda, menghibur Anda, menyembuhkan Anda, dan memberi makan jiwa Anda! – Ps. Matthew Hagee.*

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Memercayai Firman Tuhan.
Apakah kita menari karena genderang musuh…?
Masalah Saya Banyak, Ngapain Bantu Orang Lain…