Articles

Bagaimana Cara Menjadi Peka Terhadap Tuhan?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Bagaimana Cara Menjadi Peka Terhadap Tuhan?

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
Matius 6:11 TB

Kita semua sibuk. Saya mengerti apa artinya menjadi sibuk, dan saya yakin Anda juga demikian. Yang makin menambah kesibukan adalah gangguan teknologi yang mengelilingi kita. Tanpa disadari, kita sering menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari, melakukan hal-hal yang sesungguhnya sedikit atau bahkan tidak ada nilainya.

Saya bertanya-tanya berapa banyak waktu yang Yesus dan Paulus habiskan untuk menikmati hiburan, olahraga, dan berdiskusi soal politik? Sementara ada waktu dan tempat untuk beberapa hal yang lebih penting, apakah kita benar-benar menghargai persekutuan kita dengan Tuhan? Apakah hubungan itu mendapatkan waktu sebanyak hiburan kita?

Beberapa orang sering mengeluh jika mereka tidak melihat hasil instan, saat menghadapi tantangan. Kita ingin Tuhan campur tangan, tetapi sudahkah kita menyediakan waktu bersama-Nya? Meskipun kasih karunia dan kemurahan Tuhan tidak diragukan lagi, menjadi alasan mengapa kita sering melihat mukjizat, haruskah kita mengharapkan kehidupan doa SOS menjadi standar?

Dengan segenap jiwa aku merindukan Engkau pada waktu malam, juga dengan sepenuh hati aku mencari Engkau pada waktu pagi;
Yesaya 26:9 TB

Kita akan selalu mengejar apa yang kita hargai. Meskipun kita mungkin sibuk dengan keluarga, pekerjaan, dan pekerjaan rumah, masih memungkinkan untuk mencari Tuhan dan bersekutu dengan-Nya. Saya telah menemukan bahwa semakin banyak waktu yang saya habiskan bersama Tuhan, semakin saya tidak menghargai atau menginginkan hiburan dunia.
Tuhan sudah lebih dari cukup dan memuaskan.

Tetapi Yesus menjawab: ”Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”
Matius 4:4 TB

Saat kita menjalani hari-hari kita, bisa saja sibuk di luar, tetapi kita bisa sambil merenungkan Firman dan janji-janji-Nya. Hidup kita tidak sekedar biologis, melainkan rohani. Dan roh kita membutuhkan makanan rohani.

Saya telah menemukan, salah satu cara terbaik untuk peka terhadap suara Tuhan, dengan mencari orang yang dapat kita berkati setiap hari. Semakin hidup untuk memberi dan memberkati orang lain, semakin kita bertumbuh menjadi peka untuk mendengar suara Tuhan. Siapa yang dapat kita hubungi, kirimi tulisan, atau kita kunjungi? Siapa yang dapat kita doakan? Ketika hati kita dipenuhi dengan berkat yang disalurkan kepada orang lain, godaan serta berbagai gangguan lainnya akan memudar. Persekutuan dengan Tuhan akan selalu terwujud, menjadi berkat bagi orang lain. Dan Tuhan membuat semua anugerah berlimpah bagi pemberi yang ceria.

-Barry Bennett-


Bersama teman-teman kami mengadakan doa pagi dengan berbahasa roh dan deklarasi Firman Tuhan secara rutin, setiap Hari Senin sd Jumat.
Makin banyak yang bergabung dan kesaksian teman-teman sungguh dahsyat.

Sesuatu yang tidak terduga, semakin konsisten, semakin banyak pewahyuan yang saya terima dan suara Tuhan makin mudah terdengar. Lingkungan yang sungguh-sungguh mengutamakan Tuhan, mendorong pertumbuhan rohani yang lebih konsisten.

Betul sekali, peribahasa dengan siapa kita bergaul, akan menentukan siapa kita.
Demikian juga, waktu yang kita habiskan dengan seseorang akan membuat kita menjadi seperti dia.
Menggenapi tujuan hidup kita, menjadi berkat bagi orang lain, juga membuat kita lebih peka terhadap Tuhan.

Yuk kita praktikkan…

Decisions Determine Destiny

Keputusan Menentukan Takdir.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
‘Bangun / Sadarkan Diri’
“Bagaimana Kita Tahu, Jika Kita Mendengar Suara Tuhan?”
Apa Rahasia Agar Terhindar Dari Angin Ribut Dan Badai Kehidupan?