Articles

Mau dilipatgandakan? Ini Rahasianya!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Mau dilipatgandakan? Ini Rahasianya!

Sebuah kisah sederhana saya dengar dalam sebuah interview, yang sangat menginspirasi. Sebetulnya saya sudah mengerti prinsip ini, tetapi tidak betul-betul mempraktikkannya, yaitu Bersyukur.

Merilyn bercerita, suatu ketika dia menerima cheque gajinya.
Setelah diperhatikan, ada kenaikan sebesar US $ 0.5 setara 7.500 rupiah.
Kebanyakan orang akan meremehkannya, tidak peduli atau bahkan mengutukinya.

“Huh…. 0.5 dollar? Buat apa?”

Tidak demikian dengan Merilyn, dia mengucap syukur dengan tulus dan bersukacita karenanya.
Dia tahu saat peningkatan telah tiba, meski hanya peningkatan yang amat kecil, secara kasat mata.
Tahukah kita, bahwa ucapan syukur itu membukakan pintu-pintu kelimpahan?

Setelah syukur dipanjatkan dan bersukacita, mulailah secara bertahap kesempatan demi kesempatan dibukakan Tuhan.
Hingga Merilyn terpukau….

Tuhan itu baik. Selalu baik.
Berkat kelimpahan, kesembuhan, hikmat dan berbagai sumber kelimpahan telah dicurahkan… Bagaikan air terjun yang terus mengalir, siang dan malam.

Komplain, kata-kata kutukan, sikap tidak bersyukur dll itu yang membuat aliran berkat yang kita butuhkan, berhenti mengalir.
Sebaliknya, rasa syukur justru mendorong aliran air berkat kian kuat tercurah…

Dengan bersyukur, kita memproklamirkan bahwa Allah kita adalah Allah yang Maha-baik.
Ketika bersyukur, dilipatgandakan apa yang kita syukuri.


Godaan kita, kerap membandingkan diri dengan orang lain.
Duh… Punya saya koq ga seberapa?
Enak sekali, si Anu dapat proyek besar-besaran…
Familiar?

Apalagi sosial media membombardir dengan tampilan-tampilan yang super memukau…
Makin jauuuuuuuh dari jangkauan.

The reason we struggle with insecurity is because we compare our behind-the-scenes with everyone else’s highlight reel – Steven Furtick

Alasan kita terus berjuang melawan rasa tidak aman, karena kita membandingkan kehidupan kita di belakang layar (kehidupan kita yang sesungguhnya) dengan cuplikan kehidupan orang lain yang dipamerkan – Steven Furtick.

Padahal setelah kita tau kenyataannya…. Kurang lebihlah.
Setiap bidang ada kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Tantangannya juga berbeda-beda.
Yang dipamerkan itu sudah dipilih dengan teliti, untuk membranding diri…

Satu hal yang penting, jangan ingin menjadi orang lain. Setiap kita punya jalur perlombaan masing-masing. Run your own race. And be your best self.
Jadilah versi terbaik dirimu.
Kita itu asli, istimewa, limited edition, unik, satu-satunya – jangan jadi copy-an.
Meski copy KW 1, itu tetap palsu.


Ketika sampai pada pemahaman bahwa sumber berkat kita yang sejati adalah Tuhan, maka hidup dapat dijalani dengan lebih mudah.

Sekali lagi berkat bukan sekedar uang dan harta. Uang itu level terendah dari berkat Tuhan. Kesehatan, damai sejahtera, ketentraman, perasaan aman bahwa segala sesuatu sudah Tuhan sediakan bahkan masa depan yang akan kita lalui, Tuhan sudah meluruskan jalan kita, itu sungguh luar biasa….
1000 orang rebah di sisiku, 10.000 di sebelah kananku, tetapi itu tidak menimpa aku…
Penyakit sampar alias penyakit menular, tidak akan mendekat pada rumah kita…
Kita dapat membaringkan diri dengan tenang, karena Tuhan menyertai kita…
Dahsyatnya…. Love it!

Tidak penting seberapa hebohnya pekerjaan yang kita lakukan, kerjakan dengan setia…
Itu yang Tuhan anugerahkan buat kita.
Ketika kita setia dengan perkara kecil, Tuhan akan mempercayakan perkara besar..
Meski tidak spektakuler, tetapi Tuhan mencukupkan segala yang kita butuhkan.
Bahkan melipatgandakannya.
Tuhan yang menumbuhkan dan membuatnya berbuah lebat.
Tugas kita menabur benih, merawat dan terus melekat kepada-Nya.
Berkatnya selalu lebih dari cukup.
Bahkan kita senantiasa memiliki extra untuk dibagikan kepada orang lain, menjadi benih yang kita tabur dan memberkati yang menerimanya…
So sweet…

Jaminan kehidupan kita tidak hanya di dunia tetapi hingga ke surga.
Yang dicukupkan serta dipelihara bukan hanya kita saja tetapi seperti Abraham, karena percaya saja, disebut sebagai bapa orang beriman dan Tuhan mengingat anak, cucu serta keturunannya.
Terhadap kita pun, Tuhan bersikap demikian. Karena Allah itu tidak memandang muka. Tidak pilih kasih.
Wow….

Raja Salomo berujar,
True enrichment comes from the blessing of the Lord, with rest and contentment in knowing that it all comes from Him.

Kekayaan sejati datangnya dari berkat Tuhan, dengan istirahat dan penuh kepuasan, kita menyadari, semuanya itu berasal dari-Nya.

Yuk kita bersyukur!

The climax of God’s happiness is the delight He takes in the echoes of His excellence in the praises of His people. – John Piper

Kebahagiaan Tuhan yang paling klimaks, dirasakan-Nya, ketika pujian umat-Nya bergema, mensyukuri kebaikan-Nya yang sempurna. -John Piper

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Apa Yang Tersimpan Di Dalam Hatimu?
“Kasih Karunia Menabur dan Menuai.”
Bagaimana Kondisi Hati Kita?