Articles

Apa Yang Tersimpan Di Dalam Hatimu?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Apa Yang Tersimpan Di Dalam Hatimu?

Sepuluh tahun berlalu, dan lukisan itu tetap tidak lengkap. Leonardo da Vinci tidak dapat menemukan wajah yang tepat sebagai model Yudas Iskariot.
Suatu ketika, Da Vinci diizinkan untuk menggeledah penjara, dan di sana dia menemukan karakter yang sempurna untuk menggambarkan pribadi orang yang mengkhianati Kristus.

Menjelang penyelesaian lukisan terkenal “The Last Supper” – Perjamuan Terakhir Yesus bersama murid-muridnya, sang model bertanya apakah dia diizinkan untuk melihat hasil lukisan da Vinci.
Saat menatap lukisan itu, air mata mulai mengalir di wajahnya.
Da Vinci pun bertanya, “Ada apa?”
Si model menjelaskan, bahwa dialah Pietri Bandinelli, pria yang sama yang menjadi model bagi Yesus sepuluh tahun sebelumnya.

Lalu ia melanjutkan kisahnya, setelah menjadi model Yesus, mulailah ia tergoda berbuat dosa. Tidak hanya berpaling dari Tuhan, bahkan meninggalkan-Nya, sehingga kehidupannya dipenuhi dengan kejahatan, kemarahan dan kesedihan yang pada akhirnya, menyeret dia ke penjara dengan hukuman seumur hidup.

Oh….
Wajah yang sepuluh tahun sebelumnya menggambarkan wajah Tuhan Yesus Kristus yang kudus, suci serta penuh kasih, namun setelah 10 tahun tenggelam dalam dosa, wajahnya kini menggambarkan kemarahan, kelicikan serta pengkhianatan, yang membebani hidupnya, sehingga wajahnya cocok untuk model wajah Yudas Iskariot.


Ketika hati dipenuhi amarah, kebencian, kepahitan, mau tidak mau akan terpancar pada wajah dan juga perkataannya.

People are known in this same way. Out of the virtue stored in their hearts, good and upright people will produce good fruit. But out of the evil hidden in their hearts, evil ones will produce what is evil. For the overflow of what has been stored in your heart will be seen by your fruit and will be heard in your words.
(Luke 6:45 TPT)

Orang-orang dikenal dengan cara yang sama. Dari kebajikan yang tersimpan di dalam hati mereka, orang yang baik dan lurus jalannya, akan menghasilkan buah yang baik.
Tetapi dari kejahatan yang tersembunyi di dalam hati mereka, orang jahat akan menghasilkan apa yang jahat.
Karena luapan dari apa yang tersimpan di hati, akan terlihat buahnya dan akan terdengar melalui kata-kata yang terucap.
Lukas 6:45

Makes sense….
Karena itu Amsal mengingatkan,
Amsal 4:23 (TB) Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.


Wajah seorang wanita muda kerap muncul di Instagram saya. Mungkin dia memang seorang model atau influencer.
Dalam foto-fotonya kerap terlihat wanita cantik ini mengenakan berbagai gaun dan tas branded kelas atas.
Cantik, keren dengan balutan gaun mahal dan dandanan yang sempurna.
Hanya saja saya tidak melihat sukacita yang terpancar di bola matanya. Berulang kali saya memperhatikan foto-fotonya.
Membuatnya kelihatan kurang hidup.

Di sisi lainnya, ada seorang wanita sepuh yang saya kenal dengan baik. Beliau mama dari pendeta saya di Surabaya, Tante Tirza Rahardjo yang berprofesi sebagai dokter gigi.
Wanita hebat yang melebihi wanita-wanita lain di jamannya.

Pribadinya bijak, disukai dan dicintai banyak orang.
Selalu memotivasi orang lain, positif, mandiri dan pembelajar sejati. Masih tetap membaca buku dan tulisan saya, Seruput Kopi Cantik, juga rajin dibacanya.
Yeaaayyyy…. Saya merasa terhormat.

Teringat saat saya masih awal belajar menulis, setiap bertemu, Tante Tirza ingat apa yang saya tuliskan dan
beliau menyelipkannya di tengah-tengah pembicaraan kami.
Tante Tirza dengan halus sudah mendorong saya berani dan percaya diri untuk menulis.
Padahal tulisan saya saat itu masih belepotan… .
Ketika ada seseorang yang kita hormati, menghargai karya kita, itu menyalakan api semangat untuk terus maju.

Dibalik kerut-kerut wajahnya, terpancar kecantikan yang lembut menawan.
Ada damai, kasih dan sukacita yang terpancar di wajahnya yang menarik banyak orang untuk mendekat kepadanya.
Karena hatinya dipenuhi dengan kebenaran firman Tuhan, maka kebenaran pulalah yang senantiasa terucap dari bibirnya.
Sungguh menyejukkan.

Di usianya yang sudah berkepala 9, Tante Tirza sibuk berbagi. Membeli kain, meminta penjahitnya membuatkan daster untuk dikirim ke Panti Jompo.
Wow…

Saya ingin seperti beliau kelak, di masa tua saya.
Tetap menjadi berkat dan penuh semangat.
Pribadi hebat yang patut diteladani.


Om Naftali Rahardjo, papa dari pendeta Andreas Rahardjo, tidak kalah hebatnya.
Beliau seorang dokter juga.
Saat beliau terbaring sakit, menjelang kepergiannya ke rumah Bapa, yang terucap dari bibirnya:

If only Jesus is in you, everything will be Allright.

Jika ada Yesus saja di dalam kamu, semuanya akan baik-baik saja.

Wow….
Ungkapan iman dan kepercayaan hingga garis finish.
Asal ada Yesus di dalam hati kita, itu sudah lebih dari cukup. Semua akan baik-baik saja.

Sebaliknya di sebuah Panti Jompo, ada seorang profesor yang menderita kerusakan memori di otaknya.
Dia tidak sadar lagi apa yang dikatakannya.
Apa yang terucap dari mulutnya?
Sumpah serapah.
Beliau tidak sadar dan tidak punya rasa malu lagi.
Meski sesungguhnya profesor ini orang yang hebat dalam pandangan dunia, namun hatinya tidak takut kepada Tuhan.
Dan pada masa akhir hidupnya, nampak apa yang sesungguhnya tersimpan di dalam hatinya.

Dari berbagai contoh di atas, menjadi pembelajaran bagi setiap kita.
Harta karun apa yang kita simpan di dalam hati kita, itulah yang akan terpancar baik melalui wajah, sikap mau pun kata-kata, baik secara sadar mau pun secara tidak sadar.
Pilihan ada di tangan kita.

Anda pilih yang mana?

“Blessed are the pure in heart, for they shall see God.”

“Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.”

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
“Tidak Ada Penghukuman.”
Setiap Tetes Air Mata
“Kesehatan untuk Tubuh (Daging) Anda.”