Articles

Tanah Liat & Penjunan.


Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Tanah Liat & Penjunan.

Sosmed, majalah, televisi, film dan berbagai media lainnya menampilkan dan ‘membujuk agar pemnontonnya mengikuti life style yang ditampilkannya.
Ukuran kesuksesan, kebahagiaan, kecantikan dan berbagai ukuran lainnya, dipengaruhinya.
Akibatnya, kita terjebak ingin seperti tokoh-tokoh yang ditampilkan di sana.
Dan orang-orang melalui segala cara berusaha memenuhi kriteria tersebut.

Apakah dengan hidup glamour seperti yang ditampilkan bintang-bintang Hollywood  membuat kita berbahagia?
Belum tentu!
Buktinya tidak sedikit bintang top yang terkenal, kaya, seolah memiliki segalanya, memilih bunuh diri.
Merasa hidupnya tidak berarti.

Tidak ada kebahagiaan sejati diluar Sang Pencipta.
Karena Sang Pencipta yang tahu tujuan-Nya saat merancang dan mencipta kita.
Dan kepuasan serta kebahagiaan sejati diraih, ketika kita menggenapi rancangan Sang Pencipta.

Tuhan menggambarkan manusia sebagai tanah liat.
Tanah liat itu tidak berharga, bahkan diinjak-injak orang.
Tetapi saat Sang Penjunan mengambil tanah liat, lalu membentuknya menjadi mangkuk, piring, gelas, guci dan aneka kerajinan lainnya, menjadi mahal, bernilai seni yang tinggi serta berguna.
Ditambah-Nya ukiran cantik, didandani-Nya dengan lukisan yang indah.

Wow…
Sekarang tanah liat yang tidak berharga, sudah berubah menjadi pajangan dan peralatan mahal yang ada di rumah-rumah mewah, istana raja dan di almari hias yang dibanggakan orang.
Dibawa dari berbagai negeri sebagai cinderamata…

Proses pembuatannya tidak mudah. Saat dibentuk, lalu rusak. Dibentuk ulang…
Terserah Sang Penjunan.
Sebelum akhirnya dibakar, dipanaskan dengan api bersuhu tinggi, agar menjadi wadah yang berguna.

Demikian pula dengan hidup kita. Masalah, persoalan, tantangan, semua kita alami untuk memproses diri kita menjadi pribadi yang makin menyerupai Dia.
Tanpa diproses, kita bagaikan tanah liat yang tidak bisa dimanfaatkan dan tidak berguna.

Tanah liat tidak bisa memprotes Sang Penjunan…
“Aku gak mau dijadikan mangkuk. Aku mau jadi gelas saja.. jauh lebih enak “
Tidak!
Tanah liat hanya mengikuti kehendak Sang Penjunan, hendak dibentuk menjadi apa saja.

Memahami hal ini, seyogyanya kita tidak sibuk membandingkan diri dengan orang lain.
Tetapi datang kepada Sang Pencipta, menanyakan apa tugas kita? Bagaimana cara menjalani dan menggenapi tujuan hidup yang ditetapkan-Nya?

Mangkuk tidak akan puas jika dipergunakan sebagai gelas. Bisa sich… Tetapi dia sadar, bukan itu tujuan dia diciptakan.

Ingin hidup puas, sukses, dan membahagiakan?
Genapi rancangan Tuhan.

Apa sich yang membuat kita menderita?
Ingin mengatur segala sesuatu!
Suami harus begini.
Anak harus begitu….
Staf mestinya seperti ini…
Bahkan yang berada diluar wewenang kita pun diatur.
Itu yang membuat hidup jadi ruwet penuh penderitaan.

Apa yang Tuhan mau?
Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Maunya Tuhan malam sebelum tidur, serahkan semua permasalahan kepada-Nya. Sampaikan dengan jujur apa yang kita inginkan dan tanya yang kita tidak tahu.

Bangun pagi datang kepada-Nya, minta hikmat dan tuntunan-Nya apa yang harus dikatakan, dipikirkan dan dilakukan hari ini.

Sepanjang hari fokus minta bimbingan-Nya. Berdoa dalam hati sebelum berbicara dan mengambil keputusan.
Amati apa yang hidup sodorkan kepada kita hari ini? Siapa orang kita temui tanpa sengaja?
Tidak ada kebetulan dalam hidup ini. Minta bimbingan Tuhan, apa yang dikehendaki-Nya?
Taatilah!

Ingat, kita bukan Tuhan.
Jadi ketika kita sungguh-sungguh menjadikan Allah itu Tuhan kita yang sejati, hidup jadi jauh lebih enteng.

Tanah liat tidak pernah protes pada Sang Penjunan.
Kita seharusnya juga tidak.
Tuhan Sang Guide, kita mengikuti arahan-Nya langkah demi langkah.
Dan setiap langkah merupakan suatu mujizat.

Memahami prinsip-prinsip rohani dengan jelas dan mentaatinya, membuat segala sesuatu berada di tempat yang seharusnya.
Semua indah pada waktunya…

Mau? Praktik yuk…

God you are the potter. I am the clay. Make me and mold me into who you designed me to be. I’m available. I’m ready to walk in my destiny.

Tuhan kaulah Sang Penjunan.  Aku adalah tanah liat.  Jadikan saya dan bentuk saya menjadi siapa yang Engkau rancangkan.  Saya siap.  Saya bersedia untuk berjalan memenuhi takdir saya.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
The Power To Delay….
“Menjalani Hidup dari Atas!”
Forgiveness VS Trust.