Articles

Kirey Yang Manja.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Kirey Yang Manja…

Nama anjing kami. Jenisnya Poodle, berbulu putih. Sudah berusia lebih dari 5 tahun, alias sudah dewasa.
Dulu di Surabaya, tetapi kami membawanya ke Jakarta.

Kirey sangat mencintai P. Indra. Hanya P. Indra yang diperhatikan dan dipatuhinya.
Padahal sayalah yang menyiapkan dogfood dan air minumnya, tetapi tetap saja, P. Indra boss kecintaannya .

Kesukaan P. Indra naik sepeda dengan memegang tali, sementara Kirey lari di sampingnya. Itulah quality-time mereka berdua. Saat-saat yang selalu dinantikan oleh Kirey.

Kadang-kadang kami bepergian naik mobil, lalu saya memerintah Kirey untuk turun tetapi Kirey bergeming. Dia melihat P. Indra dulu, apa perintah P. Indra?

Saat P. Indra turun dari mobil ada keperluan, Kirey berusaha naik ke dashboard, dengan matanya fokus pada P. Indra. Kadang menangis minta ikut.

Setiap ditinggal di mobil ketika kami makan di resto, sengaja kami memilih meja yang kelihatan dari mobil. Dari kejauhan Kirey akan memperhatikan kami  Dia gelisah, takut ditinggal…

Ada kalanya kami berolahraga dengan teman-teman, Kirey akan selalu mengawal P. Indra. Jika ada anjing lain mendekat, meski anjing yang lebih besar, Kirey akan menggonggong mengusirnya.
Kirey menjaga P. Indra seperti bodyguard gitu.

Suatu ketika teman-teman ramai-ramai menyeberang jalan. Kirey mengikutinya…
Sampai di seberang jalan, Kirey ‘celingukan’… Menengok ke kanan dan ke kiri, mencari P. Indra ada di mana?
Begitu menyadari P. Indra di seberang jalan, segera Kirey menyeberang menghampirinya.

“Ha..ha..ha.. kaya bocah nyari papanya,” kata B. Henny tergelak.

P. Hendri MacGyver sangat membanggakan Kirey.
Pernah Kirey poops di kebun P. Hendri. Kirey dimarahi P. Indra. Sejak itu setiap ke rumah P. Hendri, Kirey menunggu di bawah  tangga.
Waktu ke Villa P. Hendri, Kirey ingin masuk. Begitu P. Indra bilang, “No”, Kirey duduk menanti hingga P. Indra keluar.

Aning terkenal sebagai makhluk yang mencintai majikannya, melebihi dia mencintai dirinya sendiri. Sang boss adalah dunia si anjing.

Statistik membuktikan, orangtua yang memelihara anjing, umurnya jauh lebih panjang dan berkurang kemungkinannya kena serangan jantung.
Why?
Sang pemilik merasa dikasihi tanpa syarat.

Ketika merenungkan hal ini, Tuhan mengingatkan, demikianlah seharusnya sikap saya terhadap Tuhan.
Seyogyanya, Tuhanlah pusat kehidupan dan perhatian saya.
Tuhan dunia saya!
Dan saya semestinya mencintai-Nya dengan sepenuh hati.
Dengan cara rutin membangun waktu berkualitas dengan-Nya, bukannya sibuk pelayanan ke sana ke mari ‘untuk Tuhan’, tetapi sesungguhnya untuk kesenangan dan kepentingan diri sendiri.

Ke mana pun saya pergi, selalu waspada dan bersiaga, mengikuti arahan-Nya.
Dan taat pada perintahnya.

Setiap kali berjalan bersama P. Indra, Kirey sengaja berjalan sedikit di belakang P. Indra agar dia bisa mengikuti langkah P. Indra dan memperhatikan arah langkahnya.

Hhmm… Apakah saya juga cukup sabar memperhatikan ke mana Tuhan mengarahkan langkah saya?
Atau justru saya yang berjalan di depan dan berharap Tuhan yang mengikuti langkah saya?

Di sinilah letak perbedaannya, hidup saya akan berjalan dengan baik atau justru maju-mundur bak yoyo.

Dalam berbagai kisah raja -raja, dicatat bahwa Tuhan menganugerahkan keamanan dalam negerinya karena raja dan rakyatnya hidup berkenan kepada Tuhan.

Sebaliknya, ketika kita berjalan di depan, berulangkali tersandung.
Bisa sich kembali kepada Tuhan, minta Tuhan bereskan, tetapi kita kehilangan banyak waktu.
Hidup bak Yoyo, maju- mundur, maju-mundur.
Sayang kan….

Sama seperti mengikuti arahan GPS, jika kita terus sesuai arahan, akan tiba di tempat tujuan jauh lebih cepat. Tidak perlu tersesat dan berulangkali putar balik.

Kuncinya, fokus memandang kepada Allah dan tuntunannya.
Seperti Kirey, hanya fokus pada P. Indra, bukan pada teman-temannya meski teman-teman P. Indra kerap mengelus dan memberinya snack.
Ketepatan kita menangkap perintah, pengenalan kita pribadi terhadap karakter serta kehendak-Nya, dan ketaatan kita dalam mematuhinya, menentukan kualitas hidup kita.
Pengenalan itu butuh waktu dan proses dengan menggali firman-Nya.

Sudahkah kita melakukannya?

If you wish to know God, you must know his Word. If you wish to perceive His power, you must see how He works by his Word. If you wish to know His purpose before it comes to pass, you can only discover it by His Word. – Charles Spurgeon.

Jika Anda ingin mengenal Tuhan, Anda harus mengetahui Firman-Nya.  Jika Anda ingin melihat kuasa-Nya, Anda harus melihat bagaimana Dia bekerja melalui Firman-Nya.  Jika Anda ingin mengetahui tujuan-Nya sebelum itu terjadi, Anda hanya dapat menemukannya melalui Firman-Nya – Charles Spurgeon.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Jangan Keras Kepala!
Why Me?
Sudahkah Kita Seperti Pohon Sanobar dan Pohon Murad?