Articles

Who Am I?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Who Am I?

Ketika ditanya siapa saya? Secara umum kita akan mendeskripsikan diri kita secara fisik.
Siapa YennyIndra?
Wanita, berambut hitam, tinggi badan 155cm. Keturunan chinese, mata sipit, berkulit kuning, bla.. bla…bla..

Benarkah itu YennyIndra?
Sesungguhnya bukan. Itu hanyalah tubuh alias ‘baju’ yang saya kenakan selama masih hidup di dunia. Ketika meninggal dunia, semua ditanggalkan.
Yang tetap ada adalah jiwa dan roh saya.
Jadi siapa kita yang sesungguhnya, justru yang tidak kelihatan.

Yang kelihatan itu sementara, sementara yang tidak kelihatan sesuatu yang abadi.
Iman itu tidak kelihatan, tetapi iman itulah yang menjadikan apa yang tidak ada, menjadi ada.

Demikian juga dengan kehidupan kita di dunia ini, apa yang terjadi di alam fisik, sesungguhnya akarnya atau awalnya justru terjadi dulu di alam roh.
Segala berkat, kesembuhan, kelimpahan yang kita butuhkan sudah tersedia di alam roh. Tuhan menyediakannya lengkap bagi setiap kita.
Lalu bagaimana merealisasikannya?
Dengan iman. Itulah sebabnya Tuhan berkata:
Orang benar hidup oleh iman.

Iman timbul karena pendengaran, dan pendengaran oleh firman Tuhan.
Ketika kita mendengarkan Firman Tuhan, perspektif kita berubah.
Mindset atau cara pikir kita berubah.
Perkataan kita berubah. Faith speaks.
Demikian juga tindakan kita berubah. Faith acts.
Iman itu bisa dilihat oleh mata.

P. Irwan Siregar, direktur Sekolah Charis Indonesia, menjelaskan tentang iman dengan sangat apik.
Setiap bayi lahir memiliki otot yang sama. Dan setiap manusia lahir dengan ukuran iman yang sama.
Tetapi dengan berjalannya waktu, perkembangan otot setiap orang berbeda.
Saya contohnya, tidak suka berolah raga. Kelihatan otot saya tidak berkembang.
Berbeda dengan Elisa, putri saya, dia mampu pull-up dengan luwesnya.
Berbeda lagi dengan Ade Ray yang ototnya dilatih dengan angkat beban, badannya besar dengan otot-otot yang kekar.

Demikian juga dengan iman. Tuhan memberikan ukuran iman setiap orang sama. Tetapi apakah kita melatihnya atau tidak, itu yang membedakannya.

Bagaimana cara melatihnya?
Dengan mendengarkan firman Tuhan secara teratur, merenungkannya, memperkatakannya dan bertindak sesuai Firman Tuhan.
Ketika kita rutin melatihnya, maka orang-orang disekeliling kita bisa melihat dan merasakannya, apakah kita benar-benar beriman atau tidak. Iman yang tidak kelihatan namun hasil dari iman itu nyata, kelihatan oleh kasat mata.

Memiliki pengetahuan tentang iman, dengan sungguh-sungguh menghidupi iman, adalah 2 hal yang berbeda.
Yang pertama hanya berhenti sampai di kepala, sebaliknya yang kedua menghasilkan kuasa dan hasil yang nyata.

Tuhan sudah berjanji, iman kita akan mengalahkan dunia.
Karena Tuhan Yang Mahakuasa berdiam di dalam roh kita.

Pertanyaannya:
Sudah sungguh-sungguh berimankah kita?
Apa yang kita katakan?
Apa tindakan kita?
Dari sanalah kita bisa menjawabnya.

God’s grace is accessed by faith.

Anugerah Tuhan diakses melalui iman.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://instagram.com/mpoinpipaku.id?igshid=rjebfgas4dec

Or

https://mpoin.com/
Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Apakah kesembuhan hanya tergantung pada iman orang yang melayani, atau iman si penderita juga penting?”
Mengapa Banyak Orang Menyalahkan Tuhan Karena Keadaannya? (Part 1)
“Injil Klise # 2 Segala sesuatu terjadi karena suatu alasan.”