Articles

Konflik? Ini Cara Bijak Mengatasinya


Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

*Konflik? Ini Cara Bijak Mengatasinya*

Konflik ternyata merupakan bagian alami dalam kehidupan. Selama kita berhubungan dengan manusia, kita akan mengalami konflik.
Dalam konflik, kita kerap merasa yang paling benar, tetapi sesungguhnya, dalam setiap konflik yang terjadi, ke dua belah pihak mempunyai andil salah, entah berapa persen perbandingannya.
Mungkin saja kita hanya punya sedikit andil salah, tetapi sekecil apa pun itu, tetap ada andil kita.

Ketika konflik terjadi, kita cenderung melebih-lebihkan untuk memojokkan lawan. Membuatnya kelihatan lebih heboh daripada kejadian sebenarnya, untuk menekan pihak yang ‘lemah’, menunjukkan superioritas.

Ketika kata ‘meminta’ kemudian diganti kata ‘memohon’, keseluruhan kisah menjadi berbeda. Apalagi jika diganti kata ‘mengemis’, ceritanya berubah 180 derajad dan bisa menghasilkan persepsi baru dan memicu konflik yang lebih parah. Ketersinggungan yang mendalam. Ini yang banyak tidak disadari orang yang sedang bertengkar. Apa yang terjadi jika jembatan sudah dibakar?

Ingat, penghinaan bisa dimaafkan tetapi tetap diingat sampai mati!*
*Bijaklah memilih kata-kata.

Itulah sebabnya kita perlu belajar untuk mengatasi konflik dengan cara bijak. Yang keren, di Sekolah Charis kami diajar mengatasi konflik dengan cara Tuhan.

Arthur Meintjes mengajarkan, diantaranya:

– *Cari persamaan di mana kita bisa sepakat*.
Walau pun hanya 1% di mana kita bisa sepakat, mulai dari yang 1% untuk mpengaruhi yang 99%.

– *Akui kesalahan kita terlebih dahulu.*
Umumnya pihak lawan pun akan menyadari, dia juga punya andil kesalahan. Ketika ke dua belah pihak melembut, maka solusi lebih mudah disepakati.

Ciptakan situasi win-win. Kalau memungkinkan, cari alternatif ketiga yang lebih baik, agar kedua belah pihak mendapatkan solusi yang lebih baik.

– *Sadari setiap orang punya persepsi yang berbeda, karena setiap orang punya pengalaman yang berbeda.* Masing-masing harus berperang mengatasi masa lalunya, itulah sebabnya dia bersikap seperti sekarang ini.

– *Cari kebaikan pada diri setiap orang dan berusaha memahami lebih dulu.*
Steven Covey mengajarkan agar kita berusaha memahami orang lain terlebih dahulu, barulah ingin dipahami. Cobalah berjalan di sepatu orang lain, istilah kerennya. Tempatkan diri pada posisi lawan, agar kita bisa memahami mengapa dia berpikir, merasa dan bertindak demikian.

Sejelek-jeleknya orang, kalau dicari kebaikannya, ada saja setitik kebaikannya. Sebaliknya sebaik-baiknya orang, kalau dicari kesalahannya, setidaknya ada 1 titik kesalahannya.
Tergantung kita mau fokus kemana?

*Seperti yang kamu inginkan dan dambakan orang lain melakukannya kepadamu, lakukanlah tepat demikian pula kepada mereka, nasihat firman Tuhan.*

Wow…

– *Sadari posisi setiap orang berbeda.*
Bawaan lahirnya ya memang berbeda. Sudah nature-nya  jerapah lehernya lebih panjang daripada kura-kura. Karena itu, sampai mati pun dijelaskan, kura-kura tidak bisa mengerti pemikiran dan cara pandang jerapah. Meski mereka berdiri berdampingan, apa yang dilihat keduanya memang berbeda. Yang satu, jerapah, melihat hingga jarak puluhan meter. Sedangkan kura-kura maksimal melihat pada jarak 1-2 meter.

Jadi daripada ribut berdebat kusir, memang ada orang-orang tertentu yang sebaiknya dikasihi dari jarak jauh saja. Jika ngotot, akibatnya buang energi untuk terus menerus menjelaskan hal-hal yang sulit dikompromikan.

– *Sepakat untuk tidak sepakat.*
Kita tidak harus selalu sepakat agar bisa bergaul baik dengan orang lain. Ada orang-orang tertentu yang berbeda pandangan, tetapi untuk hal-hal yang sederhana, bisa koq kita tetap main golf, shopping atau lunch sama-sama. Pintar-pintar saja saat berbincang, gak usah bahas yang serius.

Sepakat untuk tidak sepakat dalam masalah tertentu. Tetap saling menghargai pendapat masing-masing. Hidup damai lebih penting daripada mempermasalahkan siapa yang benar dan siapa yang salah.
Kalau dunia seragam, tentunya membosankan bukan?

Kita tidak bisa mengubah orang lain. Tetapi Tuhan bisa. Jadi bawa semua permasalahan dan serahkan kepada-Nya. Biarkan Tuhan yang menjamah hati orang itu dan menjamah hati kita juga .. agar pewahyuan-Nya membukakan hati kita agar dapat melihat permasalahan dengan kacamata Allah yang penuh kasih. Tentu pada jangka panjangnya, masalah bisa diselesaikan dengan cara Allah.

Hidup itu sederhana, selama kita berjalan mengikuti tuntunan Allah.
Mari kita jalani dengan cara cerdas, caranya Tuhan, untuk menikmatinya.
Ciayou…. !

*Honey, you’re in the process. Don’t get nervous, you’re in the process – Marilyn Hickey.*

*Sayang, Anda sedang dalam proses.  Jangan gugup, Anda sedang dalam proses – Marilyn Hickey.*

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Karunia Firman Kehidupan.”
Bagaimana Kondisi Hati Kita?
Prinsip Ya & Tidak Dalam Meraih Kesuksesan.