Articles

#Bagaimana Cara Tuhan Menuntun Langkah Kita?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

*Bagaimana Cara Tuhan Menuntun Langkah Kita?*

Tuhan mengajarkan pewahyuan baru yang luar biasa. Uniknya, dalam waktu yang bersamaan, 3 tokoh hebat, membahas hal-hal yang saling berkaitan serta melengkapi.

Apa yang biasa kita lakukan saat menghadapi masalah besar?
Kita akan mencari solusi yang sesuai dengan nalar kita.
Saya juga.
Hmmm rasanya buntu, ga ada ide.

Tuhan mengirimkan Joyce Meyer membahas tentang Reasoning.
Nalarnya memang begini.

“Tetapi ingatlah, meski Tuhan sudah 9x menolong kita dengan cara A, tidak berarti pada kesempatan ke 10, Tuhan akan bekerja sesuai cara A lagi,” ujar Joyce Meyer, “justru cara ke 10 itu Tuhan bekerja sama sekali tak terduga.”

Ketika kita membatasi bahwa cara Tuhan itu A, maka kita *tidak* akan menemukan solusinya.
Stress, pusing, akibatnya saat Tuhan mengarahkan, ga bisa dengar, ga bisa melihat dan ga paham juga. Karena kita sudah membatasi Tuhan dengan pemikiran kita: harus ‘nalar’, dengan cara A pula.

Joyce Meyer menekankan, dia tidak pernah bisa menebak cara kerjanya Tuhan. Cara Tuhan selalu berbeda. Tak terduga.

Pelajarannya:
Jangan stress karena reasoning, berpikir menurut akal/nalar kita sendiri.

Masalah lainnya, bukankah kita selalu berpikir bahwa untuk mendapatkan mujijat Tuhan, butuh iman besar. Padahal kita sadar sekali, iman kita kecil.
Ini yang bikin galau dan kita sulit beriman bahwa Tuhan berkenan menolong atau menjawab doa kita.
Bukankah Tuhan kerap berkata: “Terjadilah menurut imanmu?”

Nach Tuhan mengirim Joseph Prince menjelaskan bahwa kita memang punya iman yang kecil tetapi iman yang kecil ini, kita gantungkan kepada firman-Nya.
Firman itu roh dan hidup, firman itu yang berkuasa membuktikan dirinya sendiri.
Iman kita pasti cukup besar karena bergantung pada Tuhan sendiri.

*Jangan punya persepsi jelek terhadap Tuhan. Tetapi yakinlah Tuhan itu Allah yang setia. Dia berkenan mengabulkan doa kita.*
Dia akan menolong, karena Dia  memang Allah yang Maha-baik.
Dan *Tuhan tidak akan pernah mempermalukan orang-orang yang memiliki persepsi yang baik tentang Dia.*
Dahsyat!

Saya pun teringat saat Andrew Wommack membahas tentang Abraham.
Menurut Andrew, bukan iman Abraham yang besar. Iman Abraham kecil saja, namun Abraham tidak memiliki ketidakpercayaan.
Dengan kata lain, *iman Abraham itu kecil saja tetapi percayanya 100%.*
Tidak dikotori dengan ketidakpercayaan!
Itu yang membuat Abraham mendapat julukan sebagai bapa orang percaya.

Berulangkali Tuhan mengingatkan saya melalui Joel Osteen: jika saya benar-benar percaya kepada-Nya, maka saya tidak akan kuatir.
*Dengan cara tidak kuatir, saya menunjukkan kepada Tuhan, bahwa saya beriman.*

Jangan sibuk memikirkan bagaimana cara Tuhan akan menolong kita, tetapi serahkan segala permasalahan kepada Tuhan. Tugas kita hanyalah percaya & beriman. Caranya Tuhan menyelesaikannya, itu urusan Tuhan.

Saya paham sekali, ini Tuhan berbicara.
Maka saya belajar taat.
Sebelum tidur, saya berdoa:
“Tuhan, semua permasalahan saya serahkan kepada-Mu. Saya tidak mau kuatir, karena saya beriman. Iman saya yang kecil, dipaku pada janji-Mu: rancangan-Mu adalah rancangan damai sejahtera, dan bukan rancangan kecelakaan. Untuk memberikan kepadaku, hari depan yang penuh harapan. Pegangan saya hanya satu, Engkau Allahku yang setia.”

Ya sudah, saya tidur nyenyak.

Bukankah Raja Salomo (Sulaiman) berkata, “Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, *jangan bersandar pada pengertianmu sendiri*. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”

Pagi-pagi bangun untuk berdoa, tiba-tiba ada dorongan  untuk bertanya tentang masalah yang saya hadapi kepada seorang teman. Dan saya tahu saja pertanyaan yang harus saya tanyakan, padahal kemarin terpikir saja tidak.
Ternyata, saat saya tidur lelap, Tuhan mendownload ide-Nya.

Bayangkan, kalau karena stress lalu saya ga bisa tidur, tentunya Tuhan tidak punya kesempatan men-download ide-Nya kepada saya.
Kalau pun bisa di download, jika pikiran saya stress dan ruwet, saya sendiri sulit membedakan, mana yang ide dari Tuhan dan mana yang dari pikiran saya bukan?
Make sense?

Saya paham, Tuhan tengah membimbing saya langkah demi langkah, tidak sekaligus, tetapi langkah demi langkah.
Dan setiap langkah merupakan suatu Mujijat!

*Sometimes adversity is what you need to face in order to become successful – Zig Ziglar.*

*Kadang-kadang kesukaran adalah apa yang anda harus hadapi untuk mencapai keberhasilan -Zig Ziglar.*

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

https://instagram.com/therepublicofsvarga?igshid=1nx0fdb2zsc6m
https://instagram.com/mpoinpipaku.id?igshid=17stpssnjde7o
Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Belajar Dari Agnez Mo dan Daniel Mananta
Harapan Dunia VS Harapan Allah.
“Berjalan dengan Iman.”