Articles

Pandemi Yang Mengubah Tatanan Kehidupan.

Seruput Kopi Cantik

Yenny Indra

Pandemi Yang Mengubah Tatanan Kehidupan.

Pandemi telah mengubah tatanan kehidupan manusia. Dulu setiap bertemu teman dekat, tidak lupa cipika – cipiki. Sekarang tidak lagi.

Harus social distancing, kuatir siapa tahu teman kita OTG.

Di satu sisi, hati rindu untuk bertemu, ngobrol, makan bersama dan sharing seperti dulu, namun di sisi lain tumbuh kekuatiran, takut ketularan.

“Apese uwong sopo sing ngerti -Sialnya orang .. siapa yang tahu?”, Komentar seorang teman yang sudah 9 bulan tidak sekali pun berani keluar rumah.

Suaminya masih bekerja. Setiap pulang kerja, wajib mandi, cuci rambut dan disemprot desinfektan dulu, sebelum diijinkan bertemu dengan istri dan anak-anaknya.

Ada teman lain, meski pun kami bertetangga, tidak sekali pun berani bertemu. Apalagi P. Indra dan saya masih keluar, bersepeda dan makan di luar. Meski perginya ya dekat-dekat saja.

“Koq berani sich keluar rumah?,” ujarnya keheranan.

Sesungguhnya, pandemi ini tidak hanya menyerang masalah fisik. Tetapi di balik semua yang terjadi, yang paling utama diserang adalah kerohanian kita.

Ketakutan yang begitu mencekam sebagian orang, sesungguhnya sedang menggoncang iman anak-anak Tuhan. Tanpa disadari, dalam hatinya mereka menganggap Covid jauh lebih besar daripada Tuhan, meski itu tidak diucapkan secara verbal. Sikap mereka membuktikannya.

Kapan ketakutan mulai ada di dunia ini?

Saat Adam dan Hawa melanggar perintah Tuhan, makan buah pengetahuan baik dan jahat. Lalu menyadari, bahwa mereka telanjang. Kemudian mereka bersembunyi, takut bertemu dengan Allah. Padahal sebelumnya, mereka telanjang tetapi tidak menjadi masalah.

Kesimpulannya: Ketakutan muncul saat seseorang terpisah dari Allah.

Ketakutan itu dimulai dengan sebuah pikiran. Ketika pikiran yang menakutkan, trauma atau berita buruk terus menerus dipikirkan, itu menjadi roh yang membelenggu.

Ketakutan Bukan dari Allah. Bahkan berulangkali Tuhan berkata: “Jangan Takut….”

Ketakutan itu menyerang iman.

Saat takut, kita kehilangan iman. Iman dan takut tidak bisa bersama-sama di suatu tempat.

Saat takut, kita melupakan janji Allah:

Walau seribu orang rebah di sisimu, dan 10.000 di sisi kananmu, itu tidak akan menimpamu.

“Di dalam tangan Tuhan terletak nyawa segala yang hidup dan nafas setiap manusia,” kata Ayub.

Kalau belum waktunya meninggal, meski terkena tanah longsor dan terkubur berhari-hari pun tetap selamat.

Beberapa waktu lalu saya belajar sesuatu yang menarik dari Dharana Moniaga. Dia bercerita tentang burung rajawali yang sangat berbeda karakternya dengan ayam atau pun bebek.

Saat ular menyerang rajawali, maka sang rajawali akan mematuknya dan membawanya terbang tinggi.

Why?

Jika bertempur di darat, ular punya tempat berpijak, sehingga ada kesempatan menggigit rajawali.

Tetapi ketika dibawa ke atas, ular tidak memiliki pijakan, dia tidak mampu melawan.

Dengan cara yang sama, Covid itu ibarat si ular. Jika kita memeranginya dengan cara dunia, si ular memiliki pijakan, yaitu ketakutan. Melalui ketakutan, celah terbuka iblis pun mampu menguasai dan mengalahkan manusia.

Tetapi jika kita membawa Covid dan ketakutan yang disebarkannya, dibawa naik terbang tinggi kepada Tuhan, iblis alias ular kehilangan pijakannya.

Serahkan segala kekuatiranmu kepada Tuhan, sebab Dia yang memelihara kamu.

Kita pun mampu membasmi ketakutan dan melumpuhkan sengatan si iblis.

Kita ini makhluk rohani, yang tinggal dalam tubuh dan hidup di dunia menggenapi tujuan Allah sebagai duta-Nya!

Jadi bereskan masalah dengan cara Allah.

Secara medis pun diakui, ketika seseorang takut, imun tubuhnya menurun.

Tentu saja hidupnya tidak gembira.

Padahal, Tuhan berkata, hati yang gembira adalah obat tetapi semangat yang patah akan mengeringkan tulang.

So, berhentilah takut!

Tetap jaga protokol kesehatan dan selalu jaga kebersihan.

Kembali pada tatanan kebenaran yang hakiki.

Pour out all your worries and stress upon him and leave them there, for he always tenderly cares for you.

Curahkan semua kekhawatiran dan stres Anda pada-Nya dan tinggalkan di sana, karena Tuhan dengan lembut senantiasa memperhatikanmu.

Percayakan hidup kita kepada Tuhan!

Hidup dengan iman bukan dikuasai ketakutan.

Never be afraid to trust an unknown future to a known God Corrie Ten Boom

Jangan pernah takut untuk mempercayakan masa depan yang tidak kita diketahui, kepada Tuhan yang kita kenal – Corrie Ten Boom

YennyIndra

TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC

MPOIN PLUS & PIPAKU

PRODUK TERBAIK

PEDULI KESEHATAN

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
“Tawanan Perang.”
KENDALIKAN HIDUPMU.
Rain & Mud