Articles

Blessings In Disguise’ – ‘Harta Karun’ Di Tengah Pandemi.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Blessings In Disguise’ – ‘Harta Karun’ Di Tengah Pandemi.

Kring …. Bunda Dewi Motik pramono menelpon. Beliau mengomentari artikel https://yennyindra.com/2020/10/pandemi-yang-mengubah-tatanan-kehidupan/

“Betul sekali… Kita perlu tetap jaga kesehatan tetapi jangan sampai ketakutan seperti orang yang tidak punya Allah,” kata Bunda Dewi.

Beliau baru saja pulang dari Bali bersama grup CEO dipimpin Bu Icha, sang ketua.
60 orang jumlahnya. Berangkat sehat dan pulang pun semua dalam keadaan sehat. Selama menggelar acara, semua protokol kesehatan tetap dipegang.
Social distancing duduk dengan jarak 1 meteran, masker selalu dipakai. Hanya saat foto dibuka, segera dipasang lagi.
Pulang hingga 14 hari kemudian, tetap aman.

“Malahan enak … Ternyata bisa koq ngobrol asyik meski dengan jarak 1 meteran, ” Bunda Dewi Motik menjelaskan,

Ada peserta acara yang ingin peluk-peluk.
Bunda Dewi segera mencegah dengan arif,
“Jangan ya..   siapa tahu saya yang OTG. Kita saling menjaga.”
Sehingga tidak menyinggung perasaan orang lain. Padahal usia Bunda Dewi Motik sudah 71 tahun tetapi beliau tidak takut untuk bepergian dan menyebarkan kebaikkan bagi sesama. Uniknya lagi, Bunda Dewi menjadi berkat bersama dengan teman-teman dari berbagai keyakinan. Beliau pembicara tertua namun tidak kalah semangat dengan yang lebih muda.

Teringat ungkapan bijak, Beritakanlah firman dan tentunya, sebarkanlah kebaikkan, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.
Kesimpulannya, selalu ada kesempatan menjadi berkat bagi sesama. Entah cocok atau tidak waktunya menurut pendapat umum.

Bunda Dewi bercerita, selama bertahun-tahun, setiap Bulan Ramadhan setiap hari ada undangan Buka Puasa 2-5 tempat. Akibatnya Bunda Dewi harus segera bergegas dari satu acara ke acara lainnya.
Lucunya, mengikuti 5 acara buka puasa, tapi sampai di rumah baru benar-benar berbuka puasa, makan yang sesungguhnya. 🙂 Sekedar icip dan minum, pindah ke tempat lain. Sampai ditertawakan sang asisten rumah tangga. 

Nach dengan adanya pandemi, Bulan Ramadhan lalu, Bunda Dewi bisa berbuka puasa hingga Sholat Taraweh bersama anak, menantu, cucu, besan bahkan lengkap hingga sopir dan asisten rumah tangga.

“Di hadapan Allah semua sama,” katanya,
“Sebuah kemewahan yang tidak akan pernah bisa dinikmati di masa yang normal. Justru di masa pandemi ini, keluarga berkumpul bersama-sama menikmati Quality Time. Belum tentu tahun depan masih bisa seperti ini lagi lho!”

Sebuah contoh apik dari pribadi yang bijak. Memanfaatkan situasi yang tidak bisa diubah, dan mengambil manfaat yang sebesar-besarnya.

Sementara di luar sana begitu banyak orang ketakutan, mengeluh dan mandeg hidupnya, Bunda Dewi tetap bisa hidup ‘normal’, menjadi berkat bagi sesama dan menikmati kehidupan yang sangat berkualitas.

Bukti nyata bahwa sesungguhnya hidup adalah sebuah pilihan.

“Kalau hidup memberimu jeruk, buatlah limun,” ungkapan terkenal Zig Ziglar.

Selalu ada ‘Blessings In Disguise’ – berkat tersembunyi – dalam setiap situasi. Tergantung apakah kita mampu melihat dan memanfaatkannya.

Bagaimana dengan Anda?

Thankfulness depends on what is in your heart, not what is in your hand – Dennis De Haan.

Rasa bersyukur bergantung kepada apa yang ada di hati anda, bukan atas apa yang ada di tangan anda – Dennis De Haan

TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Apa Arti Natal Bagi Kita?
Konflik? Ini Cara Bijak Mengatasinya
Tanggung Jawab Orangtua