Articles, Christianity

SUNDAY IS COMING

Sunday-is-coming-300x152
Mengapa hidup ini menarik? Karena hidup ini menyimpan berbagai misteri. Kita bisa memulai setiap hari dengan berbagai rencana tetapi sesungguhnya kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi hari ini, dengan siapa kita akan bertemu dan sebagainya. Banyak kejutan yang terjadi setiap hari…entah kita menyadarinya atau tidak.
.
Jika kita merenungkan kehidupan murid-murid Tuhan Yesus, Petrus misalnya maka kita seolah menonton sebuah film yang dipenuhi kejutan, menarik sekaligus mengharukan. Itulah gambaran sebuah kehidupan di dunia…. . Dalam kebudayaan Yahudi mereka belajar di sekolah-sekolah yang mengajarkan kitab Taurat sedemikian rupa seperti juga sekolah jaman sekarang ada SD, SMP, SMU dst. Hanya orang-orang yang super-pandai dan orang yang terpilih yang bisa terus sekolah sampai jenjang yang tinggi hingga menjadi seorang rabi. Karena itu rabi adalah kedudukan yang sangat tinggi dan sangat dihormati dalam lingkup sosial mereka. Sedangkan orang-orang yang tidak cukup berkualitas akan menjadi orang biasa dan mengerjakan pekerjaan yang biasa.
.
Petrus menjadi nelayan, ini menandakan bahwa dia orang yang biasa- tidak qualified untuk menjadi ahli taurat. Pada saat itu Tuhan Yesus datang dan mengundang Petrus untuk menjadi murid-Nya. Bayangkan! Ada seorang Rabi yang memilih Petrus-orang yang sudah dibuang karena tidak qualified-terpilih menjadi murid Rabi, sungguh sebuah kesempatan emas, maka tanpa banyak kata Petrus pun langsung pergi mengikut Yesus meninggalkan segala-galanya. Tentunya saat itu Petrus merasa menjadi orang yang sangat beruntung. Demikian juga perasaan murid-murid dan para pengikut Yesus lainnya.
.
Dalam perjalanan mereka dalam mengikut Yesus, ternyata banyak pengajaran Yesus yang sangat berbeda dengan pengajaran para ahli taurat. Dengan hikmat-Nya yang luar biasa, Yesus mengalahkan jebakan para ahli taurat dan orang-orang Farisi. Petrus dan kawan-kawan tentunya sangat bangga ketika melihat Sang Guru membuat berbagai macam mujijat termasuk membangkitkan orang mati dan menyembuhkan orang yang buta sejak lahir. Orang yang buta sejak lahir yang menerima mujijat kesembuhan pun berkata dalam Yohanes 9:32-33, “Dari dahulu sampai sekarang tidak pernah terdengar, bahwa ada orang yang memelekkan mata orang yang lahir buta. Jika orang itu tidak datang dari Allah, Ia tidak dapat berbuat apa-apa.” Tentunya mengikut Rabi dengan kualitas seperti ini sangatlah luar biasa. Petrus dan kawan-kawan bisa yakin seyakin-yakinnya telah mengikut Rabi yang paling top yang datang sebagai Utusan Allah. Para muridpun makin mantap mengikut Yesus.
.
80_jesus-heals-a-man-born-blind_1800x1200_72dpi_2-300x200
Kita tahu bahwa ada ribuan orang mengikuti Yesus sehingga Tuhan Yesus membuat mujijat memberi makan lima ribu dan empat ribu orang laki-laki. Petrus dan teman-teman menjadi murid terdekat dari Tuhan Yesus diantara ribuan orang yang mengikuti-Nya, tentunya ada perasaan bangga dalam hati mereka, perasaan istimewa disertai harapan-harapan khusus. Pada saat itu mereka berada di bawah jajahan bangsa Romawi sehingga tersimpan harapan dalam hati mereka bahwa Yesus akan membebaskan mereka dari penjajahan bangsa Romawi ini. Mungkin saja ada harapan dalam hati mereka untuk memperoleh jabatan khusus. Mereka merasa bahwa mereka sudah mengambil jalur yang benar dan masa depan yang cemerlang ada di depan mata.
.
Suatu saat Petrus bertanya kepada Yesus mewakili teman-temannya bahwa mereka telah meninggalkan segala sesuatu untuk mengikut Yesus; jadi apa yang akan diperolehnya? Tuhan Yesus menjawab bahwa pada waktu penciptaan kembali mereka yang mengikut Yesus akan duduk di atas ke dua belas takhta untuk menghakimi ke dua belas suku Israel (Matius 19:28). Ternyata Kerajaan Tuhan Yesus bukanlah kerajaan dunia. Kemudian dalam Lukas 9:46-48 diceritakan bahwa para murid bertengkar, siapa yang terbesar diantara mereka? Ibu Yohanes dan Yakobus pun meminta agar kedua anaknya boleh duduk di sebelah kiri dan sebelah kanan Yesus di Kerajaan Allah. Tuhan Yesus justru mengajarkan: ”Barangsiapa ingin menjadi yang terbesar diantara kamu hendaklah ia menjadi pelayanmu” (Matius 20:26). Ini menunjukkan bahwa sesungguhnya saat itu Petrus dan murid-murid yang lain tidak benar-benar mengerti pengajaran Yesus. Dalam hidup kadang kita menginginkan satu hal tapi ternyata kita menerima hal yang lain karena Tuhan tahu apa yang terbaik untuk kita.
.
Yesus sering mengajar dengan perumpamaan dan murid-murid kadang tidak mengerti, mereka menanyakan saat sendirian bersama Yesus. Pengajaran-pengajaran Yesus yang keras akhirnya membuat banyak orang yang tidak tahan kemudian meninggalkan Dia. Tuhan Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya apakah mereka akan meninggalkan Dia juga? Petrus menjawab, “ Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah” (Yohanes: 68-69). Bukankah ketika dalam masalah kita juga sering merasa tidak mengerti harus menerapkan ayat yang mana meskipun stok firman serasa berjubel di kepala kita? Satu hal yang bisa kita lakukan seperti Petrus, tetap mengikut Tuhan karena kita tahu Dialah Allah yang berdaulat meskipun secara akal kita tidak mengerti.
.
Bayangkan betapa bingungnya para murid ketika akhirnya Yesus ditangkap, diadili dan disalibkan. Petrus yang semula berjanji tidak akan pernah meninggalkan Yesus kemudian menyangkal mengenal-Nya. Murid-murid yang lain pun pergi ketakutan. Mereka begitu takut, kehilangan harapan padahal mereka sudah meninggalkan segala-galanya untuk mengikut Yesus. Perasaan para murid seperti jatuh kembali ke titik nol…. Petrus dan beberapa temannya kembali menjadi nelayan. Sang Rabi harapan mereka sudah terbaring di kubur. Habislah sudah, begitu mereka berpikir. Apakah hidup kita kadang-kadang juga membingungkan seperti ini? Saat tertentu kita merasa sangat beruntung kemudian keadaan berbalik tanpa kepastian bahkan serasa hancur. . Lebih bingung lagi saat para murid mendengar dari wanita-wanita yang datang ke kubur Yesus bahwa jasad Yesus hilang. Dua orang murid yang berjalan ke Emauspun sampai tidak mengenal Yesus saat Yesus mengajak mereka bercakap-cakap karena sebegitu beratnya beban dalam hati mereka hingga fokus mereka hanya kepada masalah yang dihadapinya. Bukankah kitapun sering demikian?
.
O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah!
Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya
dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!
Roma 11:33
.
Dalam hidup ini jangan pernah putus asa karena sesungguhnya kita tidak pernah tahu apa yang sesungguhnya terjadi. Seberat apapun masalah yang kita hadapi, kita harus senantiasa ingat bahwa minggu segera tiba. Minggu adalah hari di mana Yesus bangkit dari kematian bukti bahwa Dia telah mengalahkan maut, sesuatu yang paling ditakuti manusia dan merupakan senjata pamungkas iblis. Barulah setelah itu murid-murid mulai mengerti apa yang dikatakan Yesus pada hari-hari menjelang Dia disalibkan. Sesuatu yang semula dianggap kekalahan ternyata justru merupakan cara untuk menunjukkan kemenangan Yesus.
.
Dalam hidup selalu ada saat-saat dimana kita merasa mengalami malapetaka tetapi jika kita terus mempercayakan diri kepada Yesus, Dia mengubahnya menjadi alat bagi kemenangan kita. Petrus yang dulunya putus asa kembali bersemangat. Tuhan Yesus mengatakan bahwa Dia harus kembali ke surga agar Roh Penolong bisa datang untuk menyertai setiap orang yang percaya kepadaNya dan kita diberi kuasa. Petrus yang dulu takut mengakui Yesus ketika ditanya seorang hamba perempuan sekarang menjadi pengkotbah besar yang berani, sekali berkotbah tiga ribu orang diselamatkan, menyembuhkan orang sakit dan tidak takut terhadap tentara dan pejabat Romawi maupun para ahli taurat dan orang-orang Farisi yang membencinya. Kehidupannya berubah seketika. Petrus dan para murid lainnya tahu visi hidupnya, mengenal kebenaran yang sejati maka dengan berani mereka mengerjakan amanat agung, mengabarkan kabar baik dimana-mana.
.
Kematian itu lebih universal daripada kehidupan.
Setiap orang bisa mati,
Tapi tidak semua orang bisa hidup.
A. Sachs.
.
Apakah kita memiliki mimpi dan gairah akan sesuatu tetapi karena keadaan yang berat kemudian kita melupakannya? Apakah ada goal yang kita biarkan berlalu begitu saja? Kita mungkin saja berpikir, ah… mimpi itu terlalu besar dan waktunya sudah terlalu lama, tidak mungkin bisa diraih kembali. Meskipun kita sudah melupakannya atau mencoba menyingkirkannya karena kegagalan, penolakan atau sebab lainnya tetapi Tuhan adalah Allah yang selalu menepati janjiNya. Ketika Tuhan menaruh mimpi di hati kita, ingatlah janjiNya tetap berlaku untuk kita dan Dia ingin memenuhi janji-Nya bagi kita. Kita adalah manusia yang diberi kehendak bebas, jika kita tetap memilih untuk berpegang pada janjiNya dan setia melakukan bagian kita maka mimpi itu akan menjadi nyata dan kemenanganpun menjadi bagian kita meskipun semuanya nampak mustahil menurut pemikiran kita. Seperti para murid yang melewati berbagai pengalaman yang cukup membingungkan tetapi rancangan Tuhan untuk memakai mereka, orang-orang yang biasa menurut ukuran manusia, tidak pernah gagal untuk memenangkan dunia bagi Kristus. Nelayan kampung diubah Tuhan menjadi pengkotbah yang luar biasa dan segala pengalaman hidup yang membingungkan pada mulanya telah membentuk mereka menjadi pribadi yang tangguh. Kekristenan yang tersebar di seluruh dunia adalah buah dari pelayanan mereka- nelayan, pemungut cukai dll, orang-orang biasa yang dianggap rendah menghasilkan karya dan pengaruh yang mendunia. Demikian pula yang akan dilakukan Tuhan bagi hidup kita, Tuhan suka kepada anak-anakNya yang mempercayai waktuNya meskipun segala sesuatu tidakterjadi dalam semalam. Tuhan sedang bekerja di belakang layar, Sunday is coming……
.
Seorang pahlawan adalah
Manusia biasa yang menemukan kekuatan dari dalam diri untuk
menyingkirkan rintangan dengan gigih dan pantang menyerah.
Christopher Reeve, aktor pemeran superman.
.
OLEH: YENNY INDRA
.
Photo:
– http://hq.deviantart.com/?offset=8625#comments
– https://www.lds.org/bible-videos/videos/jesus-heals-a-man-born-blind?lang=eng

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Mengubah Mood dalam Sekejap.
Sudahkah Kita Menciptakan Kebahagiaan?
Late Bloomer.

Leave Your Comment