Articles, Self Motivation

Menciptakan Kebahagiaan, Mungkinkah?

Apa yang membedakan:
orang yang bahagia dan orang yang hidupnya kacau balau?
.
Orang yang hidupnya kacau,
Fokus pada hal-hal yang tidak disukainya, menjengkelkan,
Kemarahan, dendam dan sakit hati.
.
Sebaliknya,
Orang yang hidupnya berbahagia,
Fokus pada hal-hal yang mereka sukai dan membuatnya bahagia.
Dia tahu caranya mengabaikan hal-hal kecil yang mengganggu hidupnya,
Dan tidak membiarkannya untuk mempengaruhi keadaan.
.
Sederhana bukan?
Ternyata menjadi orang yang hidupnya bahagia itu mudah!
-YennyIndra-
.
Forget-Your-Own-Unppiness-By-Creating-A-Little-Happiness-300x212
Menjadi bahagia adalah idaman bagi setiap orang. Masalahnya, hidup itu naik turun, terdiri dari suka dan duka. Sementara bahagia itu perasaan dan harapan. Untuk menjaga kebahagiaan yang ‘konstan’ diperlukan sikap dan mindset tertentu sehingga setidaknya level kebahagiaan kita berada di atas rata-rata, bahkan jika memungkinkan justru naik ke level yang tertinggi. Sikap dan mindset apa yang diperlukan untuk mencapai kebahagiaan?
.
1. Jangan membandingkan diri dengan orang lain.
compare_1-300x250
Perbandingan adalah perampok terbesar kebahagiaan kita. Kita merasa segala sesuatu baik-baik saja dan cukup memuaskan, sampai kita membandingkan diri dengan orang lain, lalu kita merasa milik kita tidak sebaik milik orang lain. Kita sedih dan kecewa.
.
Bagi yang suka membaca cerita silat, tentu familiar dengan pepatah yang sangat populer: “Di Atas langit selalu ada langit”. Selalu ada yang lebih hebat daripada yang hebat. Artinya jika kita mengejar menjadi yang “TER…”: terbaik, terpandai, tercantik , terkaya dll itu bagaikan mengejar angin.
.
Kunci kebahagiaan yang mendasar adalah Jadilah diri sendiri. Sadari bahwa Tuhan telah memberi setiap orang kemampuan, peran dan posisi yang berbeda di dunia ini. Setiap orang bagaikan planet yang memiliki lingkaran orbitnya masing-masing. Selama kita berputar mengikuti garis orbit kita, maka seluruh kekuatan alam akan mendukung sehingga dapat berputar dan melaju dengan kekuatan yang maksimal. Sebaliknya, saat kita ingin menjadi seperti orang lain – bagaikan planet yang memasuki jalur planet lainnya, maka planet ini berputar di luar jalurnya, mungkin saja berlawanan dengan gaya gravitasi dan kekuatan alam lainnya, akibatnya dia akan jatuh, hancur atau paling tidak, akan melaju dengan tersendat-sendat. Hanya dengan melaju di jalur yang sudah ditentukan Tuhan, kita akan menjadi pribadi yang terbaik sesuai rencana Tuhan.
.
Perlu disadari pula, orang yang dipercayakan banyak, juga dituntut banyak pula. Melihat teman memiliki usaha yang berskala nasional bahkan internasional, rumah besar dan mobil mewah tentunya menggiurkan. Tetapi jangan lupa, untuk menjalankan bisnis sebesar itu, diperlukan pula kemampuan lebih untuk menangani masalah-masalah yang besar dan rumit pula. Selain itu diperlukan cara pikir yang besar dan jiwa yang besar pula untuk mengelolanya. Sebelum merasa iri hati, tanyakan pada diri kita sendiri: Punyakah kita kemampuan dan kapasitas untuk menanganinya?
.
Tuhan itu adil. Meski kita hanya dipercayakan sesuatu yang kecil, satu talenta misalnya, jika kita mampu mengelola dengan baik dan bertanggungjawab maka Tuhan akan mempercayakan lagi satu talenta sehingga total menjadi dua talenta, demikian seterusnya menurut deret ukur. Tentunya jika kita memang memiliki kapasitas besar dan mampu mengelola dengan bertanggung jawab, maka pada saatnya kita akan dipercayakan sesuatu yang besar pula. Semua tergantung diri kita sendiri.
.
2. Menghidupi prinsip “Serenity Prayer”.
serenity_prayer12-300x240
Serenity Prayer adalah doa yang sangat terkenal, ditulis oleh Theolog Amerika yang bernama Reinhold Niebuhr.
Serenity Prayer:

Tuhan,
berilah aku ketenangan,
untuk menerima hal-hal yang tidak bisa saya ubah,
Keberanian untuk mengubah hal-hal yang bisa saya ubah,
Dan kebijaksanaan untuk mengetahui perbedaannya.

.
Doa sederhana ini memiliki makna yang sangat dalam. Mengapa kita sering tidak berbahagia? Karena kita memaksa untuk mengubah hal-hal yang sesungguhnya tidak bisa diubah. Prinsip hidup yang cerdas dan bijak: jika kita tidak bisa mengubah sesuatu, maka diri kitalah yang harus berubah!
.
Sebelum sibuk bertempur atau memaksa untuk mengubah sesuatu, berhentilah sejenak untuk berpikir dahulu: Apakah ini keadaan yang bisa diubah? Jika tidak bisa diubah, tentu saja kita yang harus berubah.
Jika bisa diubah, strategi apa yang harus diterapkan agar saat mengubahnya tidak perlu menimbulkan banyak masalah atau kerugian? Apakah ada cara lain yang lebih bijak, efisien dan efektif untuk mengubahnya? Jawaban dari perenungan ini, akan menghindarkan kita dari ribuan pertempuran yang tidak perlu.
.
3. Bersyukur.
praise1
Kebahagiaan hanya dapat dinikmati dan dimiliki oleh orang yang tahu berterima kasih dan senantiasa bersyukur! Mudah sekali bersyukur saat kita baru saja memperoleh mobil baru, memiliki rumah baru yang indah, anak-anak yang membanggakan maka syukur pada saat seperti ini, bisa dilakukan oleh siapa saja. Tetapi setelah lewat seminggu, sebulan apalagi setahun semua terasa biasa-biasa saja. Mobil sebagus apa pun atau rumah semewah apa pun tidak lagi membuat hati kita antusias. Itulah sebabnya kita sulit merasakan bahagia.
.
Ubahlah cara pikir dan sikap kita. Biasakan secara rutin kita mengenang dan mengulang kembali mujijat yang telah kita alami. Bicarakan mujijat dan pertolongan Tuhan di masa lalu dengan siapa saja, terutama dengan keluarga. Setiap melihat rumah kita, ucapkan syukur bahwa sekarang kita bisa mendiami rumah yang lebih besar daripada rumah yang dahulu. Setiap melihat anak-anak kita, review kembali pertolongan Tuhan sehingga anak-anak kita bisa menjadi seperti sekarang ini. Ucapkan syukur untuk setiap kemajuan dan kebaikan yang kita terima. Ingatlah senantiasa, ada orang-orang yang dengan senang hati bertukar tempat dengan kita. Ini menandakan hidup kita yang lebih baik. Jangan memandang terus ke atas, lihatlah masih banyak orang yang hidupnya lebih sulit daripada kita. Semakin kita menginventarisasi berkat-berkat yang sudah kita terima, semakin kita merasa menjadi orang yang beruntung. Dengan membiasakan diri berpikir seperti itu, maka ungkapan syukur menjadi gaya hidup kita yang natural dan kebahagiaan mengikuti dengan sendirinya.
.
4. Memberi.
Giving1-300x254
Banyak orang berpikir bahwa kita berbahagia saat menerima. Memang benar menerima sesuatu itu menyenangkan tetapi Tuhan mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima. Tuhan tidak pernah salah. Memberi adalah sumber kebahagiaan.
.
Memberi tidak selalu berupa materi. Jadi tidak ada alasan jika ada yang mengatakan bahwa dia tidak bisa memberi karena tidak punya apa-apa. Berikan senyuman, pujian, kata-kata manis, motivasi, insprirasi dan apa saja yang baik yang bisa kita bagikan kepada orang lain maka kita akan merasa senang dan berbahagia. Melihat orang lain bahagia, mata yang berkaca-kaca ketika menerima pertolongan yang terduga; menjadi kebahagiaan yang tidak bisa dinilai dengan uang.
.
Tanpa disadari, ketika kita terbiasa menyebarkan benih kebaikan di mana-mana maka saat kita membutuhkan, senantiasa tersedia pertolongan di mana pun kita berada. Belum tentu yang menolong orang yang kita tolong dulu, Tuhan bisa memakai siapa saja sesuai dengan kehendak-Nya. Tuhan berjanji, segelas air yang kita berikan untuk orang lain akan diperhitungkan-Nya. Berbuat baiklah karena itu menyenangkan hati Tuhan, sesama dan membuat kita bahagia.
.
5. Ambil keputusan untuk berbahagia.
happiness-bychoice-300x185
Ketika kita mengambil keputusan untuk berbahagia, secara otomatis pikiran kita fokus pada hal-hal yang positif dan membahagiakan, pada gilirannya perasaan bahagia akan mengikutinya.
.
Hidup itu paradox. Orang ingin selalu senang, tidak pernah mengalami kesulitan apa pun. Tetapi orang yang tidak pernah kepanasan, tidak akan dapat merasakan nikmatnya udara yang sejuk.
.
Hidup yang senantiasa lurus dan mulus, justru membosankan dan tidak memberikan tantangan bagi kita untuk maju dan meraih tujuan yang lebih tinggi. Wallas D Watles berujar bahwa Hidup tanpa kemajuan adalah hidup yang tidak layak dijalani. Tanpa adanya tantangan yang harus ditaklukan, kita akan ‘mati’ semasa kita masih bernafas. Karena itu, hendaknya kita mengubah cara pandang kita terhadap masalah dan kesulitan. Semua itu hanyalah undangan Tuhan agar kita melangkah maju untuk menjadi pribadi yang lebih baik, dewasa, bijaksana dan berjiwa besar. Ketika kita berhasil menaklukkan tantangan, keluar sebagai pemenang maka kita punya ‘sesuatu’ yang bisa kita ceritakan, ajarkan mau pun wariskan bagi generasi mendatang. Jika hidup saya berjalan secara linear dan mulus, saya tidak akan memiliki bahan tulisan untuk dibagikan kepada orang lain. Gaun cantik tidak akan pernah tercipta jika kain tidak merasa sakit karena gunting dan jarum.
.
Pada akhirnya, kita berbahagia karena kita MEMILIH untuk berbahagia. Sesungguhnya definisi bahagia bagi setiap orang berbeda. Jika kita ingin berbahagia, buatlah definisi spesifik apa itu kebahagiaan bagi kita dan realisasikan. Tidak ada orang yang bisa membuat kita bahagia selain diri kita sendiri. Bahagia itu tidak tergantung pada keadaan di luar, melainkan ada di dalam hati kita sendiri. Keadaan boleh kacau balau, tidak menyenangkan, tetapi jika kita memutuskan untuk berbahagia, maka selalu ada blessings in disguise, -berkat tersembunyi di baliknya. Dan bagi orang yang fokus mencarinya, maka dia akan selalu menemukannya. Terjadilah menurut imanmu, demikian kata Tuhan. Setuju?
Selamat mencoba!
.

Kebahagiaan tidak akan menghampiri,
Orang yang tidak bisa mensyukuri apa yang telah dimilikinya.
.
Kebahagiaan bukanlah sesuatu yang ada di awang-awang,
Melainkan ungkapan syukur atas apa yang kita miliki sekarang,
Dan menikmatinya dengan penuh suka cita.
.
Tidak berarti semakin banyak yang kita miliki,
Maka hidup kita menjadi lebih berbahagia.
Kadang-kadang justru membuat
lebih banyak yang harus kita jaga, kita pikirkan dan kita kelola.
.
Bersyukurlah sekarang juga.
Hitung berkat-berkat kita…
Dan berbahagialah!

-YennyIndra-

OLEH: YennyIndra

Photos: – http://www.idlehearts.com/forget-your-own-unhappiness-by-creating-a-little/
-http://www.forwardedemails.com/20701-dont-compare-yourself-to-others-fwd-sharon-rajkumar
– http://louisebehiel.com/how-to-know-the-difference-in-the-serenity-prayer/
– http://stpatrick.on.ca/sp/node/6763
– http://juliejohnsoncoaching.com/giving-as-a-way-of-receiving/
– http://www.motherhoodthetruth.com/wp-content/uploads/2014/02/happiness-bychoice.jpg?c6649e

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
BIBLE & HEALTH
Mengapa Manusia Lebih Suka Melihat Kekurangan Diri Sendiri?
HATI DAN KEKUATAN KEYAKINAN

Leave Your Comment