Articles, Self Motivation

SIAPA YANG ANDA DENGARKAN?

Unknown

.

Pada suatu hari Raja Amon, Nahas, meninggal dunia dan anaknya, Hanun, menggantikannya. Karena Raja Daud bersahabat baik dengan Nahas semasa hidupnya maka Daud mengirimkan utusan untuk menyampaikan bela sungkawa. Namun para pemuka Bani Amon menghasut Hanun dan berkata, ”Apakah menurut anggapanmu Daud hendak menghormati ayahmu, karena ia telah mengirimkan utusan untuk menyampaikan pesan turut berduka cita? Bukankah dengan maksud untuk menyelidik, untuk mengintai dan menghancurkan negeri ini?” Akibatnya Hanun mencukur janggut utusan daud dan mempermalukan mereka. Kemudian terjadilah perang hingga Daud dan tentaranya menghancurkan Bani Amon. Karena Hanun mendengarkan nasehat yang salah akibatnya dia dan negaranya menjadi hancur.

.

Dalam kehidupan ini, kita pun senantiasa dihadapkan pada keputusan-keputusan yang harus kita ambil. Keputusan-keputusan ini akan menentukan kemana kita akan pergi, apa yang akan kita capai dan bagaimana nasib kita kelak. Keputusan yang benar akan membawa damai dan kesuksesan bagi masa depan kita. Sebaliknya keputusan yang salah akan membawa kepada kehancuran dan penderitaan yang mungkin saja tidak hanya kita sendiri yang harus menanggungnya namun keluarga dan karyawan-karyawan kita juga. Karena itu sangatlah penting untuk belajar mengambil keputusan yang benar.

.

Masalahnya: hal itu tidaklah mudah. Kita cenderung terjebak dengan pendapat kebanyakan orang yang belum tentu benar. Sebagai manusia, tanpa kita sadari, kita cenderung mempercayai pendapat umum.

Ketika Yosua dan Kaleb harus mempertahankan pendapatnya bahwa tanah Kanaan itu baik dan mereka pasti mampu mengalahkan bangsa-bangsa yang tinggal disana, tidaklah mudah. Sepuluh pengintai lainnya bertahan bahwa meskipun tanah kanaan berlimpah susu dan madunya, namun bangsa-bangsa yang menghuni tanah itu seperti raksasa sementara mereka seperti belalang.

.

Mengapa mereka melihat yang sama namun melihat dan berespon dengan cara yang berbeda? Itu karena apa yang tersimpan di kepala serta hati mereka berbeda. Yosua dan Kaleb sungguh-sungguh mengenal dan mempercayai Tuhan dengan sepenuh hati. Dalam kepala serta hati mereka dipenuhi kebenaran firman Tuhan sehingga iman yang teguh melandasi kehidupan mereka. Sedangkan kesepuluh pengintai lainnya hanya beribadah kepada Tuhan sebagai rutinitas tanpa menggali dan berusaha mengenal Tuhan lebih dekat. Akibatnya ketika pencobaan datang, mereka pun goyah. Mereka mengandalkan kekuatan mereka sendiri dan lupa betapa Allah telah menuntun mereka hingga ke tempat sekarang mereka berada dengan berbagai mujizat yang supranatural. Fondasi iman mereka tidak kuat. Mereka ibarat bangunan yang berdiri di atas tanah berpasir.

.

Confused

.

Selain itu, dengan siapa kita bergaul itu akan menentukan kesuksesan dan kebahagiaan kita. Orang bijak berujar bahwa kita adalah gabungan dari buku-buku yang kita baca dan orang-orang dengan siapa kita bergaul. Untuk jaman ini perlu ditambahkan, ditentukan pula oleh sumber-sumber informasi lain yang kita ijinkan masuk ke dalam pikiran kita; diantaranya film atau sinetron yang kita lihat, berita-berita yang kita baca, bahan-bahan dari internet yang kita nikmati dan sebagainya. Semuanya menentukan apakah kita akan menang atau kalah dalam pertempuran hidup ini.

.

Sadarkah kita bahwa baik teman, buku, berita yang masuk dalam kehidupan kita adalah hasil dari pilihan kita sendiri? Artinya dengan memilih teman-teman yang tepat, membaca buku-buku yang benar, memilih tontonan dan berita yang baik maka kita bisa menciptakan kemenangan dan kesuksesan dalam kehidupan kita? Hidup adalah pilihan dan nasib kita ditentukan oleh pilihan kita sendiri! Semakin kita mengisi pikiran dan hati kita dengan kebenaran firman Tuhan serta hal-hal yang positif, maka semakin mudah kita mengambil keputusan-keputusan yang benar. Kita akan semakin peka dan terinspirasi oleh pengalaman orang-orang yang hidup dekat dengan Tuhan dalam memutuskan sesuatu.

.

Jika kita memulai hari–hari kita dengan membaca firman Tuhan, berdoa dan merenungkannya berarti kita sudah mempersiapkan diri dengan segala perlengkapan senjata Allah untuk menghadapi tantangan hari ini.

Doa adalah ketika kita berbicara kepada Tuhan sedangkan meditasi ketika kita mendengarkan Tuhan, ujar Diana Robinson. Berdoa dan bermeditasi. Dengarkan Tuhan!

Dalam tinggal diam dan tenang, disitulah terletak kekuatan kita. Ketika masalah datang maka kita berespon dengan lebih tenang dan dapat berpikir jernih sehingga kita bisa mempertimbangkan pilihan-pilihan yang ada dengan lebih baik. Kita mampu mengambil keputusan dengan bijak.

.

quotes

.

Salah satu kesulitan kita adalah memilih teman-teman yang selalu positif. Kita memiliki teman-teman yang mungkin saja baik namun jarang orang-orang yang bisa senantiasa positif. Membaca buku-buku yang baik adalah salah satu cara untuk ‘berteman’ dengan tokoh-tokoh besar dunia yang sudah terbukti menang dalam pertarungan hidup ini. Dengan demikian kita bisa menyerap semangat, cara pikir, pola pandang dan kebijaksanaan yang mereka tuliskan setelah melakukan berbagai riset dan pengalaman hidup. Kita bisa menghindari pertempuran yang tidak perlu, skip, lalu melesat maju menuju target kita dengan lebih cepat dan lebih baik. Keberhasilan dalam hidup bukan terjadi secara kebetulan. Kita bisa memprogramnya bersama dengan Tuhan.

.

“UmatKu binasa karena kurang pengetahuan”, kata firman Tuhan.

Artinya Tuhan menghendaki  kita menimba sebanyak mungkin pengetahuan dengan dilandasi oleh pemahaman akan kebenaran firman Tuhan sebagai barometernya, sehingga menjadi kekuatan bagi kita untuk membangun kehidupan yang bahagia, sukses dan berkualitas. Tuhan seringkali berbicara dan membimbing melalui pengetahuan yang kita miliki.

Tuhan ingin agar kita menjadi orang yang utuh, sukses, bahagia dan hidup berkelimpahan.  Apakah ini berarti egois? Tidak! Hanya dengan memiliki kepenuhan seperti itulah kita bisa melayani sesama dengan tulus hati untuk kemuliaan Tuhan semata.

.

Orang-orang yang tidak utuh akan melayani orang lain demi untuk memenuhi kekosongan dirinya. Orang yang tidak merasa aman dengan dirinya, hidup berkekurangan maka tidak tertutup kemungkinan pelayanannya akan memiliki motivasi yang kurang baik. Orang yang kurang memiliki rasa percaya diri, melayani demi merasa diperhatikan. Karena itu tidak jarang terjadi ketika dia tidak diperhatikan kemudian mengalami kepahitan.

.

Tidak sedikit pula orang yang kekurangan uang lalu melayani demi memperoleh keuntungan bagi dirinya sendiri dengan memanfaatkan nama Tuhan sehingga menjadi batu sandungan bagi orang lain. Ketika kita penuh, utuh dan berkelimpahan maka kita bisa membagikan kelimpahan kita kepada orang lain. Idealnya seseorang melayani karena sudah memiliki lebih dari yang  dibutuhkannya. Sehingga tujuan pelayanannya untuk membagikan kelimpahan. Orang-orang yang dilayani terinspirasi ingin belajar bagaimana agar hidupnya juga sebaik dia. Karena itu jangan takut untuk meminta kepada Tuhan hidup yang berkelimpahan!

Mari kita program hidup yang berkemenangan dan berkelimpahan dengan mendengarkan suara Tuhan!

.

Oleh: Yenny Indra

.

Photo:

– Who Do You Listen To?Cover To Cover | Cover To CoverCover To Cover

The Fitness Industry – Who do you listen to? – Gofitty News …

 

 

 

 

 

 

 

 

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
APA YANG ADA DI TANGANMU?
Mengelola Keuangan Dengan Bijak. Belajar Sama-Sama Yuk….
“Kepuasan atau Kepasrahan?”

Leave Your Comment