Articles, Relationship

PAUSE before RESPONDING

Hidup tidak lepas dari terpaan masalah. Ketika mendengar terjadinya suatu masalah, kecenderungan kita adalah ingin menyelesaikan masalah secepatnya. Naluri manusia, ingin hidup bebas dari masalah. Karena terburu-buru, biasanya kita kurang menggali dan mengumpulkan fakta yang sesungguhnya.

.

Akibatnya, kita mengambil keputusan yang salah sehingga membuat masalah kian rumit. Jika sudah demikian, tanpa sadar kita menyalahkan Tuhan atau menganggap Tuhan tidak menjawab doa. Kita mencurigai Allah.

.

Tuhan memberi kita akal budi dan pikiran untuk berpikir. Jika kita cukup tenang dan sungguh-sungguh mengarahkan pikiran dengan penuh kesabaran  serta hati yang tenang, lalu kita berkonsentrasi dengan sikap ingin mengerti jawaban Tuhan maka Tuhan akan membukakan fakta-fakta agar kita bisa mengambil pilihan yang benar.

.

Namun yang sering terjadi, kita begitu sibuk mencari saran dari orang-orang di sekitar kita sehingga ketika Tuhan berbicara lembut dalam hati atau menunjukkan fakta yang berbeda, kita mengabaikannya.

.

Untunglah Tuhan selalu baik. Apa pun kesalahan yang kita perbuat, asalkan kita mau kembali kepadaNya maka dia akan membawa kita ke tempat di mana seharusnya kita berada. Tuhan bisa mengubah kesalahan kita, diubahNya menjadi sesuatu yang berguna bagi masa depan kita. Senantiasa ada pelajaran yang bisa kita petik dari pengalaman hidup. Jika kita bersedia belajar, pelajaran itu akan membuat kita lebih bijak.

.

Mari kita simak kisah di bawah ini:

Pada suatu ketika ada seorang nelayan yang sedang mencari ikan di laut. Tiba-tiba datanglah angin badai hingga perahunya terombang ambing di tengah lautan luas. Makin lama makin menjauh dari tempat asalnya. Karena kuatnya terpaan gelombang, dia tidak dapat mengendalikan perahunya. Hujan deras pun menerpa. Setelah berapa lama, perahunya terdampar di pulau kecil yang kosong. Perahunya hancur.

 

Sang nelayan dalam keadaan lapar, mulai mencari buah yang bisa dimakan. Setelah beberapa hari tidak mendapatkan pertolongan, dia mulai mendirikan gubug sederhana untuk tempat berteduh. Sang nelayan terus berdoa agar Tuhan mengirimkan pertolongan.

.

Pada suatu hari, ketika sang nelayan sedang mengumpulkan buah-buahan, dari kejauhan dilihatnya ada asap hitam membumbung tinggi. Segera dia berlari, gubugnya terbakar. Nelayan itu menangis dengan hati terluka. “Tuhan, saya terdampar sendirian di pulau terpencil. Bantuan yang saya doakan tidak datang jua. Sekarang Engkau ijinkan gubug tempatku berteduh terbakar. Di mana kasihMu? Di mana bukti perlindunganmu?” Sang nelayan menangis pilu hingga dia tertidur kelelahan.


.

Setengah sadar, dengan tubuh yang penat sang nelayan membuka mata. Dia mendengar suara orang berbicara. Ternyata benar. Ada kapal yang berlabuh di sana. Rupanya saat nakhoda kapal melihat ada asap di kejauhan, dia menyadari ada orang yang terdampar di pulau kosong yang membutuhkan pertolongan. Maka mereka menghampiri dan menyelamatkan sang nelayan.

.

Gubug terbakar  yang dianggap sebagai malapetaka ternyata justru menjadi sarana agar sang nelayan bisa diselamatkan. Gubug yang terbakar adalah jalan bagi jawaban doanya.

.

Bukankah kita juga sering bersikap demikian? Kita mencurigai Allah. Kita tidak percaya bahwa apa pun yang diijinkannya terjadi dalam hidup kita adalah suatu rancangan yang baik bagi masa depan kita.

.

Apa yang kita peroleh saat kita mencapai tujuan kita,

Tidaklah sepenting

Kematangan pribadi dan kebesaran jiwa yang terbentuk,

Saat kita dalam perjalanan mencapai tujuan itu.

Zig Ziglar.

.

Marilah kita belajar menyerahkan hidup kita sepenuhnya ke dalam tangan Allah. Dia mengasihi kita, melebihi kita mengasihi diri sendiri. Ada kalanya terjadi hal-hal yang tidak dapat kita pahami dengan otak kita yang hanya segenggaman tangan besarnya. Namun yakinlah, Dia Allah yang sangat baik. RancanganNya bagi masa depan kita senantiasa yang terbaik. Bagian kita hanyalah percaya dan beriman dengan sepenuh hati. Tidak mudah. Namun kita harus berani mengambil keputusan untuk percaya dengan sepenuh hati dan mengendalikan pikiran untuk berkonsentrasi pada janjiNYA. Itulah yang disebut tindakan iman.

.

Melalui pengalaman hidup yang kita alami bersama Tuhan, kita dapat mengenal Tuhan secara pribadi. Bukan berdasarkan kata orang lain, kata pemuka agama bahkan kata orang tua kita. Sekarang kita sungguh-sungguh memiliki iman berdasarkan pengalaman nyata bersamaNya.  Iman yang tidak akan tergoyahkan karena kita mengenalnya secara pribadi. Kita percaya karena kita mengalami pengalaman sejati bahwa Dia adalah Allah yang terpercaya. Selamat menikmati pengalaman hidup bersama Tuhan.

.

Percayalah kepada TUHAN dengan sepenuh hatimu,

dan janganlah mengandalkan pengertianmu sendiri.

Ingatlah pada TUHAN dalam segala sesuatu yang kaulakukan,

maka Ia akan menunjukkan kepadamu cara hidup yang baik.

Janganlah menganggap dirimu lebih pandai daripada yang sebenarnya;

taatilah TUHAN dan jauhilah yang jahat.

~The book of Proverb.

.

When you flow with The Lord,

You will find that

Things fall into place.

(Saat kita mengikuti tuntunan Tuhan,

Kita akan menemukan bahwa

segala sesuatu akan berada pada tempatnya).

~Joseph Prince

.

OLEH: YENNY INDRA

.

Photo: http://www.google.com/imgres?

http://www.philosophywall.com/what-you-get-achieving-your-goals-not-important-what-become-philosophy-565.html

http://accidentalseeker.com/2010/07/07/burning-down-the-house/

http://shelleyhallmark.wordpress.com/tag/everything-happens-for-a-reason/

http://www.philosophywall.com/facebookview.php?id=565

Ide kisah gubug yang terbakar:

http://www.abbalove.org/index.php?option=com_content&task=view&id=326&Itemid=50   tgl 8 oktober 2012.

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Top Of Salzburg – Gipfelwelt 3000 & Lift Terbuka Terbesar Di Eropa.
Anugerah Penugasan, Rahasia Sukses Yang Penuh Damai Sejahtera.
“Iman Yang Terlihat.”

Leave Your Comment