Articles, Relationship

MEMBANGUN KEBAHAGIAAN

Hari yang cerah. Matahari bersinar hangat membangkitkan sukacita di hari yang baru. Suasana pagi yang cerah itu mendadak menjadi kacau. Keluarga Steve sudah siap untuk berangkat ke airport karena keluarga ini akan berlibur ke luar negeri sambil mengantar Andy yang akan sekolah di Amerika. Semua barang sudah disiapkan rapi dalam kopor. Semua dokumen perjalanan sudah disiapkan.

.

Saat mereka sudah siap berangkat, mendadak Andy, bertanya kepada ibunya di mana surat I-20, yang merupakan bukti bahwa Andy sudah di terima sekolah di Amerika. Tanpa surat I-20, Andy tidak akan diijinkan masuk ke Amerika.

.

Steve mulai menyalahkan Andy yang punya kebiasaan menunda menyimpan sesuatu. “Kamu ini memang pelupa. Selalu kehilangan apa saja. Sudah kita batalkan saja perjalanan ke Amerika,” ujar Steve dengan tidak sabar. Andy jadi marah mendengar omelan ayahnya. Andy menyalahkan pembantu yang suka memindahkan barang-barang miliknya tanpa ijin. Sang pembantu menjadi panik, saat dia menyadari dirinya yang disalahkan.

.

Untunglah, dalam keadaan kacau seperti itu sang ibu tanpa banyak bicara membantu mencari dokumen penting itu sambil berdoa. “Tuhan, beri hikmat di mana I-20 itu berada?”, ucapnya dalam hati. Dia sadar, jika dia ikut-ikutan panik, suasana akan bertambah kacau dan itu tidak menyelesaikan masalah.

.

Tuhan itu baik. Saat kita berdoa, Tuhan selalu menjawab. Sang ibu tanpa sengaja melihat  ada satu baju di almari baju Andy yang nyaris jatuh. Saat dia membetulkan tumpukan baju, ternyata surat I-20 terselip di sana.

.

Kisah di atas adalah kisah yang biasa terjadi sehari-hari. Barang hilang, terlambat, dan sederet masalah-masalah yang kadang-kadang sepele tapi mengganggu. Respon Steve yang  mengomel, menyalahkan dan respon Andy mencari kambing hitam-seseorang yang dijadikan korban untuk menanggung kesalahan, menjadi respon yang biasa terjadi.

.

Sesungguhnya kita sadar, dengan mengomel, menyalahkan atau pun mencari kambing hitam, tidak pernah menyelesaikan masalah. Tanpa diomeli, Andy sudah sadar bahwa dia salah. Dengan cara Steve memberi label Andy selalu kehilangan apa saja, Steve bagaikan melepaskan kutukan bagi anaknya. Sikap pelupa Andy akan makin parah. Terjadilah menurut imanmu, karena berkat dan kutuk sesungguhnya ada di dalam mulut kita sendiri. Andy memang beberapa kali lupa tetapi tidak berarti dia selalu lupa. Kita seringkali melebih-lebihkan sesuatu menjadi lebih buruk daripada keadaan sesungguhnya. Ini bukan sikap yang adil dan bijak.

.

Mengapa kita tidak mengambil sikap yang lebih bijak seperti sang ibu? Dia berusaha membantu tanpa banyak bicara, justru berdoa minta pertolongan Tuhan. Mungkin saja saat hati tenang, maka secara naluri sang ibu bisa mengikuti tuntunan Tuhan yang menunjukkan di mana I-20 itu berada.

.

Kebahagiaan dalam hidup kita bukanlah terdiri dari hal-hal yang besar. Justru kedamaian dan kebahagiaan dirangkai dari hal-hal kecil yang kita lalui setiap hari. Jika kita bisa berespon dengan baik, maka kita dapat menikmati setiap momen kehidupan dengan menyenangkan. Kita bisa menghindari pertempuran-pertempuran yang tidak perlu. Mencegah terjadinya luka-luka atau ketersinggungan karena kata-kata yang dikeluarkan begitu saja. Pada gilirannya, saat-saat yang baik itu akan terakumulasi menjadi kebahagiaan dalam hidup kita.

.

Sikap dan cara kita berespon, akan dicontoh oleh anak-anak kita kelak. Jika kita terbiasa menyalahkan, kelak anak kita akan bersikap sama terhadap cucu kita. Tanpa kita sadari, kita telah menurunkan sikap yang buruk turun temurun kepada generasi berikutnya.

.

Karena itu mari kita belajar untuk berespon dengan lebih baik. Kita belajar untuk mengendalikan diri. Menjadi orangtua yang mengucapkan kata-kata yang positif  dan membangun, sehingga pada gilirannya keturunan kita akan menjadi keturunan yang diberkati Tuhan.  Tidak mudah! Saya pun merasakannya, berkali-kali gagal. Namun layak untuk diperjuangkan. Kalau tidak sekarang, lalu kapan lagi?

Mari kita sama-sama berjuang !

.

Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah

seperti buah apel emas di pinggan perak.

Orang yang hati-hati dalam tutur katanya akan aman hidupnya;

orang yang bicara sembarangan akan ditimpa kemalangan.

Amsal

.

OLEH: YENNY INDRA

.

Photo : http://www.comfortshelters.co.in/

ttp://www.facebook.com/StayPositive.fans

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
“Akankah Kita Mengejarnya?”
“Kebenarannya Siapa?”
Kata Tuhan : DILARANG BODOH!

Leave Your Comment