Christianity, Marriage

KUNCI KEBAHAGIAAN

.

Setiap orang ingin hidup bahagia. Apa saja yang dilakukannya baik itu positif mau pun negatif termasuk mengkonsumsi miras dan narkoba, tujuannya ingin bahagia. Sejak kecil kita ke sekolah, belajar rajin tujuannya supaya kelak kita bisa dengan mudah memperoleh penghasilan agar kebutuhan hidup kita tercukupi sehingga kita hidup bahagia. Ilmu pengetahuan juga memuaskan intelektual kita agar hidup kita bisa terasa penuh, ujung-ujungnya juga agar bahagia.

.

Kita mencari pasangan hidup, menikah dan memiliki anak bahkan cucu, tujuannya juga agar hidup kita berarti dan akhirnya bisa meraih kebahagiaan.

.

Apakah semua itu benar-benar bisa memberi kita kebahagiaan yang sesungguhnya? Ternyata tidak. Pasangan, anak, orangtua, teman tidak selalu bisa membahagiakan kita. Ada kalanya mereka sendiri bermasalah sehingga mereka tidak bisa memberi kita kasih dan pengayoman yang kita harapkan. Sesungguhnya selama kita mengaitkan kebahagiaan kita kepada segala sesuatu yang tidak pasti, maka kebahagiaan kita makin jauh dari jangkauan. Di dunia tidak ada sesuatu pun yang pasti.

.

Jika kita ingin bahagia, letakkan pengharapan kita kepada Tuhan yang kekal dan tidak berubah. Jadikan Tuhan menjadi Pusat Kehidupan kita. Tuhan ibarat titik pusat dalam sebuah lingkaran kehidupan kita. Lingkaran itu menggambarkan kebutuhan-kebutuhan hidup kita  dan hubungan-hubungan kita. Misalnya: orangtua, pasangan, anak, teman, bisnis, perasaan diterima, dikasihi dan sebagainya.

.

Kuncinya: jika hubungan kita dengan Tuhan yang menjadi pusat kehidupan kita baik, maka seluruh lingkaran aspek kehidupan kita menjadi baik. Pasangan baik, anak-anak baik, bisnis baik, hubungan dengan orang lain juga baik.

.

Saya memiliki prinsip jika suami, anak-anak, bisnis dalam kehidupan saya baik, bukan karena mereka yang baik. Tetapi karena hubungan saya dengan Tuhan baik, maka Tuhan yang membuat suami, anak-anak, bisnis dan hubungan-hubungan lainnya menjadi baik. Dengan cara itu Tuhan membuat hidup saya bahagia.

.

Dengan memiliki prinsip ini, saya mengarahkan harapan saya kepada Tuhan dan tidak menuntut pada orang-orang di sekitar saya. Saat ada masalah, saya datang kepada Tuhan bergumul dalam doa dan firmanNya. Dari waktu ke waktu, saya melihat bagaimana Tuhan campur tangan mengarahkan setiap langkah saya dan keluarga. Tuhan pegang kendali mengatur keadaan, melakukan mujijatNya bahkan mengubah apa yang saya pikir mustahil untuk  diubah.

.

.

Saat ada anak yang berbeda pendapat, Tuhan yang membuat keadaan sedemikian rupa sehingga anak saya mengalami pengalaman yang menyadarkannya bahwa apa yang dikatakan orangtuanya benar. Bukankah anak itu ciptaan dan titipanNya semata? Saat bermasalah, datang kepada Sang Pemilik, Tuhan yang akan membereskannya.

.

Ketika ada masalah dengan suami, jangan bertengkar. Kepada suami utarakan pendapat kita tanpa memaksa dan biarkan dia yang memutuskan. Karena suami adalah kepala dan imam dalam keluarga. Tugas istri adalah tunduk sesuai firmanNya. Lalu bawa permasalahan kepada Tuhan. Biarkan Tuhan yang berkarya menunjukkan kuasaNya. Tuhan akan mengubah suami dan mengubah diri saya juga, jika saya taat dan mau menundukkan diri. Kehidupan pernikahan kami naik level, menjadi lebih bahagia.

.

Saat mengambil keputusan bisnis yang salah, Tuhan kendalikan keadaan sehingga apa yang salah justru diubahkan Tuhan menjadi keuntungan bagi kami. Apalagi yang harus dikuatirkan? Hidup jadi ringan. Saya belajar bahwa 99% kekuatiran saya tidaklah terjadi. Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktunya.

.

Dengan mendekatkan diri kepada Tuhan, secara bertahap kita menyerap karakterNya, mengenalNya lebih mendalam, merasakan kasihNya yang memuaskan hasrat kita akan kebahagiaan akibatnya hidup kita dipuaskan. Damai sejahtera yang melebihi segala akal melingkupi kita.

.

Anda mencari kebahagiaan? Datanglah kepada Sang Pencipta! Hanya dalam Dia ada kebahagiaan yang sejati.

.

OLEH: YENNY INDRA.

Apresiasi untuk Ibu Maria Kusumo yang telah mengajarkan prinsip ini 22th yang lalu.

.

Photo:http://www.123rf.com/photo_380408_key-to-happiness.html

http://shirgie-story.blogspot.com/2011/07/how-to-make-god-center-of-your-life.html

http://www.promiseofgod.com/communicating/

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
“Iman atau Ketakutan Pada Masa Sekarang Ini?”
Quote 20.09.15: Doa tak terjawab?
Quote: Rahasia Doa

Leave Your Comment