Category : Marriage

Articles, Marriage

ALASAN PERNIKAHAN

Joe Morris memberi rasa pada ice cream buatannya dari coklat dan strawberry hingga teh hijau dan bubuk paprika kering. Dia adalah salah satu pemilik perusahaan ice cream yang sukses di Texas karena kualitas, kreativitas dan inovasinya. Namun Joe tidak melupakan alasannya mengapa dia dia membuat ice cream.

.

Joe menceritakan kepada wartawan Ricardo bahwa salah seorang karyawan lamanya senantiasa mengingatkan mereka,”Mengapa kita membuat ice cream? Ini adalah makanan yang membuat bahagia. Kita di sini untuk membuat orang berbahagia.” Dan itulah sebabnya Joe membuat ice cream.

Read More
Articles, Marriage

Dasar Pernikahan Bahagia

Jika kita pernah mendengar Hukum Murphy, mungkin kita pernah mengalaminya:“If anything can go wrong, it will.” (“Apa pun yang bisa salah, akan salah”). Demikian pula dengan pernikahan, jika dasarnya salah, maka kecenderungannya akan menuju arah yang salah. Untuk membangun pernikahan yang bahagia diperlukan dasar dan fondasi yang benar. Jika dasar dan arahnya sudah benar, maka kita akan menuju arah yang benar.

.

Sesuatu yang paling sederhana yang mendasar dalam pernikahan adalah komitmen bahwa suami/istri kita menjadi SATU-SATUnya pria/wanita seumur hidup kita, titik. Tidak bisa ditawar.

.

Dasar yang ke dua adalah pernikahan itu ibarat masuk sebuah rumah kemudian didirikan tembok sehingga tidak ada pintu atau jendela untuk ke luar. NO EXIT DOOR! Hanya ada kisi-kisi kecil agar udara masuk dan kita bisa melihat ke luar namun kita TIDAK bisa keluar.

Read More
Articles, Marriage

PERAN WANITA dalam PERNIKAHAN

Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya?

Ia lebih berharga dari pada permata.

Amsal

.

.

Gerakan feminisme melanda dunia terutama di negara-negara barat. Feminisme (tokohnya disebut Feminis) adalah sebuah gerakan perempuan yang menuntut emansipasi atau kesamaan dan keadilan hak dengan pria. Feminisme bertujuan untuk menciptakan dan mempertahankan peluang politik, ekonomi, dan sosial hak yang sama bagi kaum wanita. Gerakan ini memperjuangkan kesetaraan gender. Prinsip ini pun mempengaruhi kehidupan pernikahan. Meskipun secara teori tujuannya baik namun terbukti angka perceraian di negara-negara dimana gerakan feminisme berkembang luas,  makin tinggi. Menurut angka statistik yang dirilis divorce guide, bahwa 50 % pernikahan pertama di Amerika diakhiri dengan perceraian. Sedangkan jumlah perceraian pada pernikahan ke dua lebih parah lagi, mencapai 65%. Dalam setiap perceraian, korban yang paling menderita tentu saja adalah anak-anak. Semanis apapun perceraian dilakukan, hasil penelitian para psikolog membuktikan, senantiasa meninggalkan luka di hati anak-anak dan mereka kehilangan keteladanan akan keluarga yang harmonis.

Read More
Articles, Marriage

Tanggung Jawab Orangtua

Pada liburan Imlek lalu, saya memutuskan untuk pulang  ke kampung halaman berkumpul dengan segenap keluarga. Kota yang kecil, seperti tahun-tahun sebelumnya maka tidak banyak perubahan yang terjadi. Namun mata saya tertuju pada rumah tetangga kami yang telah dibangun menjadi toko modern. Ternyata Om Budi pemiliknya sudah menjual rumahnya dan pindah ke jakarta, tinggal dengan anak perempuannya yang menikah dengan orang kaya disana. Mulailah kisah tentang Om Budi diceritakan oleh teman-teman saya.

Om Budi adalah pemilik sebuah toko kelontong berjarak beberapa rumah dari tempat kami. Beliau memiliki seorang anak laki-laki dan dua orang anak perempuan. Putranya, Andi, saat masih SMP menunjukkan bakat bermain bulutangkis. Saat itu jaman keemasan prestasi pemain-pemain bulutangkis Indonesia di kancah dunia. Om Budi dengan penuh harapan mengirim Andi ke kota Kudus, bergabung dengan klub Djarum agar dididik menjadi pemain bulutangkis internasional. Saat itu Om Budi bercerita tentang mimpinya bahwa suatu hari Andi akan menjadi pemain bulutangkis andalan Indonesia. Beberapa tahun kemudian Andi dinyatakan bahwa pestasinya sudah mentok dan tidak mungkin ditingkatkan lagi. Andi bahkan tidak sempat mencapai pemain tingkat nasional sekali pun. Akhirnya Andi pun kembali ke kampung halaman tanpa pernah bersekolah lagi.

Read More
Articles, Marriage

ADOPSI

Seorang teman dari jauh menelpon ingin minta dicarikan informasi tempat dimana dia bisa mengadopsi anak. Teman ini telah menikah sepuluh tahun dan dari pemeriksaan medis memang sulit bagi mereka untuk memiliki anak sendiri. Seperti biasa, untuk mengadopsi anak, orang lebih suka mengambil anak dari tempat yang jauh agar tidak mudah diketahui asal-usulnya. Kemudian mulailah terjadi diskusi. Rupanya mama teman saya ingin mengadopsi anak yang sudah berusia dua tahunan, agar tidak repot begitu alasannya. Sementara teman saya sesungguhnya tidak suka anak kecil. Lalu, mengapa ingin mengadopsi anak? “Ya, karena semua orang menikah diharapkan untuk punya anak. Saya bosan dengan pertanyaan para tetangga dan kenalan. Apalagi saya hidup di kota kecil,” jawab teman tadi. Sungguh sebuah motivasi yang tidak sesuai untuk memiliki anak. Kalau memang tidak mau repot ya jangan punya anak. Memiliki anak berarti siap berkorban.

.

Photobucket

Read More
1 2