Articles, Marriage

C. L. B. K.

.

CLBK istilah populer untuk Cinta Lama Bersemi Kembali, menjadi istilah yang banyak digunakan saat bertemu teman-teman lama atau reuni. Terutama untuk kalangan setengah baya. Saling bercanda dan menggoda dengan istilah CLBK.

Ada teman yang berkelakar, bahwa sekarang ini bukan lagi musim durian tetapi musim reuni. Jadwal reuni sangat padat dari reuni SD, SMP, SMU hingga Universitas. Bertemu teman-teman lama selalu menyenangkan dan membuat kita merasa muda kembali.

.

Tidak sedikit kisah-kisah CLBK terjadi. Kenangan lama dan perasaan saat muda muncul kembali. Demikian pula dengan Mita, seorang sahabat lama. Mita bertemu kembali dengan Joko, mantan pacar semasa mereka masih SMU. Hubungan Mita, ibu  dua anak yang cantik, dengan suaminya sedang mengalami krisis. Mita merasa suaminya kurang memperhatikan keluarga dan terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Sementara Joko baru saja bercerai dan ketiga anaknya ikut mantan istrinya. Gayung bersambut. Terjalinlah CLBK antara Mita dan Joko sesudah reuni.

..

Setahun kemudian ada undangan pesta kecil untuk merayakan pernikahan Mita dan Joko. Mita akhirnya bercerai dan memilih hidup dengan Joko.  Pada awalnya segala sesuatu berjalan mulus. Mereka kelihatan sangat harmonis dan bahagia.

Hingga suatu hari, Mita mengeluh karena ternyata apa yang dialaminya sangat jauh berbeda dengan apa yang diharapkan. Waktu 30 tahun telah mengubah baik Joko mau pun Mita sendiri. Mereka mengalami pengalaman-pengalaman yang berbeda sehingga tanpa disadari, semua itu telah mengubah kebiasaan, nilai-nilai dan karakter mereka berdua. Sementara Joko dan Mita memasuki pernikahan dengan ilusi bahwa mereka masih pribadi yang sama seperti saat mereka di SMU.

.

.

Mita menyadari ternyata membangun hubungan yang harmonis dengan Joko jauh lebih sulit dibandingkan dengan membangun hubungan dengan mantan suaminya. Dengan mantan suaminya, Mita sudah menikah selama 25 tahun. Suka dan duka telah dijalani bersama. Meski pun ada hal-hal yang tidak disukainya, tetapi sesungguhnya jauh lebih banyak hal-hal baik yang mereka miliki. Hanya saja saat itu Mita fokus pada kekurangan suaminya dan hal-hal yang salah dalam rumah tangganya.

Sedangkan dengan Joko, Mita harus belajar lagi dari awal. Kepahitan dan luka yang dialami Joko dari pernikahan pertama, membuatnya menjadi pribadi yang penuh curiga dan selalu ingin tahu segala urusan istrinya. Joko tanpa sadar menganggap Mita sama dengan mantan istrinya. Kadang-kadang kemarahannya pada mantan istrinya, diluapkan pada Mita.

.

Belum lagi masalah dengan anak mereka masing-masing. Anak Mita bukanlah anak Joko. Mita seringkali kesal dengan ketidakpedulian Joko pada kepentingan anaknya. Mantan istri Joko juga kerapkali menelpon Joko sehubungan dengan kepentingan anak-anak mereka. Masalah keuangan juga menjadi masalah sensitif karena kepentingan dan prioritas yang berbeda. Banyak masalah-masalah yang tidak diantisipasi pada awalnya, muncul bertubi-tubi mengganggu pernikahan baru yang masih seumur jagung.

.

.

Mita menyesal. Seandainya saja…. dia tetap mempertahankan rumah tangganya dan tidak bercerai. Setelah berpisah, Mita mulai melihat perhatian-perhatian kecil mantan suaminya dulu. Sesungguhnya mantan suaminya baik dan bertanggungjawab. Hanya saja dia tidak seromantis Joko, cinta pertamanya. Ketika seseorang mengarungi bahtera pernikahan yang sesungguhnya, perlakuan romantis ala Romeo-Juliet menjadi prioritas nomor ke sekian setelah berbagai tanggung jawab lainnya terpenuhi.

.

Pada dasarnya hanya orang-orang yang tidak memiliki visi ke depan, yang akan kembali ke belakang. Masa depan yang indah dan jauh lebih dahsyat dapat kita ciptakan jika kita fokus melangkah ke depan. Tetapi ada orang-orang yang selalu terikat melihat keindahan masa lalu. Seindah apa pun masa lalu, itu sudah lewat… Mengapa kita tidak menciptakan sesuatu yang lebih spektakuler untuk masa depan kita?

.

.

Karena itu, senantiasa bangunlah visi dan tetapkan tujuan yang lebih besar, yang akan kita capai bersama keluarga. Visi membuat setiap anggota keluarga sibuk dan bergairah untuk merealisasikan mimpi-mimpinya. Hidup adalah perjalanan panjang. Nikmati pencapaian-pencapaian di sepanjang perjalanan dan rayakan. Tidak penting seberapa hebatnya, tetapi ketika kita menetapkan bahwa keluarga adalah prioritas utama, apa pun yang kita capai menjadi berharga.

Berusahalah untuk menjadi pribadi yang lebih bijak dan berkualitas. Fokus pada kebaikan masing-masing dan syukuri. Kekurangan pasangan dan anak-anak sesuatu yang biasa karena setiap kita masih dalam proses menjadi pribadi yang lebih baik.

.

.

Ingatlah! Pernikahan adalah perjalanan sekali seumur hidup dan kita sudah berjanji di hadapan Tuhan bahwa kita akan tetap bersama-sama dengan pasangan kita dalam suka-duka, sakit mau pun sehat, hingga maut memisahkan kita. Tidak ada kebahagiaan sejati yang bisa kita raih jika kita melanggar rumusan yang telah Tuhan tetapkan.

Bagaimana pendapat Anda?

.

Jangan biarkan kenangan lama

terus menghantui kehidupan Anda sekarang ini.

.

Selama Anda tidak membiarkan yang lama berlalu,

Maka tidak ada tempat bagi momen-momen baru tercipta saat ini.

.

Seindah apa pun kenangan lama,

itu sudah berlalu…

Anda bisa menciptakan momen baru yang lebih indah.

.

Sepahit apa pun kenangan lama,

Itu sudah lewat….

Lepaskan pengampunan,

Ambil hikmahnya,

Lalu tinggalkan.

.

Karena di depan masih tersedia masa depan luar biasa

Yang dapat Anda ukirkan.

.

OLEH: YENNY INDRA

.

Photo: http://blog.800ageexpert.com/2011/05/libido-where-is-yours.html

http://blog.800ageexpert.com/2011/05/libido-where-is-yours.html

http://www.onelargeprawn.co.za/2009/02/22/philosophical-equations-for-the-modern-world/

http://www.quickmeme.com/meme/35vpru/

http://www.crmcwy.org/about/index.aspx?id=2558

http://helenkaydimon.com/blog/2012/05/commitment/

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
ALASAN PERNIKAHAN
“Bersukacitalah dalam Firman-Nya, Carilah Dia dan Jadilah Makmur!”
“Pohon Kehidupan.”

Leave Your Comment